Gangguan Kognitif pada Anak, Ini Deretan Jenis dan Penyebabnya

Gangguan Kognitif pada Anak, Ini Deretan Jenis dan Penyebabnya

Setiap orangtua tentunya ingin buah hatinya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pasti moms dan dads pun setuju akan hal ini, kan? Namun sayangnya, tetap tidak menutup kemungkinan Si Kecil mengalami gangguan perkembangan, salah satunya gangguan kognitif.

Gangguan kognitif adalah suatu kondisi yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Biasanya, jika anak mengalami gangguan yang satu ini, ada kemungkinan ia memiliki daya ingat yang lebih rendah, sulit memahami sesuatu, dan kemampuan belajar yang kurang baik.

Lebih lanjut mengenai gangguan kognitif pada anak, berikut deretan jenis, penyebab, dan juga cara mengatasinya.

 

 

Deretan Kategori Gangguan Kognitif Anak

Gangguan Kognitif pada Anak, Ini Deretan Jenis dan Penyebabnya

Credit Image - ibupedia.com

Gangguan kognitif adalah kondisi yang seringkali dialami anak. Nah, hal ini pun terbagi ke dalam beberapa macam kategori, yaitu:

Demensia

Demensia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan menurunnya dua fungsi otak, seperti menurunnya daya ingat dan cara berpikir. Selain itu, kondisi ini juga merusak sel-sel saraf otak sehingga membuat fungsi nalar dan psikologis anak menjadi berubah.

Gejala anak yang mengalami demensia adalah mudah lupa, kurangnya keterampilan dalam bersosialisasi, dan terganggunya kemampuan berpikir. Kondisi ini dapat ditangani dengan memberikan alat permainan edukatif kepada Si Kecil, seperti puzzle, balok, kartu, dan lainnya. Permainan tersebut dapat merangsang otak anak agar daya ingatnya dapat meningkat.

 

Keterlambatan Tumbuh Kembang

Apabila Si Kecil mengalami gangguan perkembangan kognitif, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan terganggu atau terjedanya perkembangan belajar anak. Contoh dari keterlambatan tumbuh kembang adalah autisme.

 

Delirium

Delirium merupakan suatu kondisi yang dimana kesadaran penderita akan menurun dengan gejala yang tidak khas. Umumnya gangguan ini bersifat akut dan berfluktuatif. Biasanya anak yang mengalami delirium dapat terlihat sedang mengigau atau melamun.

Pada umumnya, seorang anak akan menderita delirium akibat kekurangan nutrisi, kekurangan cairan, kurang tidur, ataupun mengalami stress berat. Sementara itu, anak yang mengalami kondisi ini akan mengalami perubahan mental yang dapat berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Perubahan mental ini dapat hilang atau timbul sepanjang harinya.

 

Amnesia

Amnesia atau hilang ingatan merupakan suatu gangguan yang dapat menyebabkan seseorang tidak bisa mengingat fakta, informasi, atau kejadian yang pernah dialaminya. Gangguan daya ingat ini dapat terjadi sementara atau permanen.

Biasanya, anak yang mengalami amnesia akan kehilangan ingatan tentang masa lalunya atau sulit untuk mengingat hal-hal baru, misalnya seperti sulit untuk mengingat huruf vokal (a, i, u, e, o) atau sulit untuk mengingat benda di sekitarnya.

 

Penyebab Gangguan Kognitif

Gangguan Kognitif pada Anak, Ini Deretan Jenis dan Penyebabnya

Credit Image - pediasure.co.id

Gangguan perkembangan kognitif tidak serta merta terjadi begitu saja, tetapi ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, seperti:

Cedera Otak

Cedera otak merupakan semua cedera terkait otak yang dapat mempengaruhi seseorang, baik secara fisik, emosional, dan sikap. Biasanya permasalahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba. Penderita cedera otak umumnya akan sulit untuk mengingat informasi tertentu, dan bahkan kehilangan sebagian memorinya.

 

Efek Samping dari Pengobatan Tertentu

Dalam beberapa kasus, gangguan perkembangan kognitif dapat terjadi pada seseorang yang menjalani pengobatan tertentu, seperti treatment kemoterapi atau radiasi. Efek samping dari pengobatan tersebut adalah buruknya kemampuan mengingat, perhatian, dan menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi.

 

Penyebab yang Tidak Diketahui

Banyak masalah kognitif yang tidak memiliki suatu penyebab yang pasti. Bahkan, belum ada penelitian yang menemukan jawabannya. Pada kasus Alzheimer, banyak studi yang menunjukkan bahwa penumpukan deposit plak berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini. Akan tetapi, masih belum jelas bagaimana plak bisa berkembang.

 

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Gangguan Kognitif pada Anak, Ini Deretan Jenis dan Penyebabnya

Credit Image - bisamandiri.com

Perlu diketahui, gejala maupun tanda anak yang mengalami gangguan kognitif tentu berbeda, moms dan dads. Untuk itu, penanganan yang perlu diberikan pun berbeda-beda, lho.

Secara umum, gangguan kongitif bisa diatasi dengan terapi. Hal ini bisa dilakukan untuk mengobati gangguan perkembangan kognitif – dan bisa berupa terapi perilaku dan okupasi. Terapi perilaku merupakan pengobatan yang dilakukan untuk mengubah perilaku negatif yang dapat membahayakan diri sendiri.

Sementara okupasi merupakan perawatan khusus untuk seseorang yang mengalami gangguan kesehatan tertentu agar bisa mendapatkan harapan positif. Terapi ini dilakukan agar Si Kecil dapat menjalankan kehidupannya senormal dan semandiri mungkin.

Selain itu, moms dan dads dapat melakukan konseling terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Konseling merupakan tindakan awal untuk mengetahui apakah Si Kecil mengalami gangguan perkembangan kognitif atau tidak.

Nah, kamu dapat konseling bersama psikolog ataupun psikiater untuk mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk menyembuhkan Si Kecil, ya.

Selain beberapa hal di atas, gangguan kognitif juga bisa disebabkan oleh malnutrisi – atau kekurangan nutrisi pada awal kehidupan. Faktor tersebut pun bisa meningkatkan risiko infeksi, mortalitas, dan morbiditas bersamaan dengan penurunan perkembangan mental dan kognitif anak.

Untuk itu, moms dan dads perlu mencukupi kebutuhan nutrisi Si Kecil agar ia bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Berikan ia buah dan sayuran untuk mencukupi nutrisi, termasuk vitamin. Sebagai pelengkap, kamu juga dapat berikan multivitamin dengan kandungan lengkap untuk si kecil. Namun, multivitamin apa yang direkomendasikan?

Berikan Enervon-C Plus Sirup yang mengandung Vitamin A, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Vitamin C, dan Vitamin D – yang penting untuk dukung perkembangan kecerdasan anak.

Tak hanya itu, Enervon-C Plus Sirup pun dapat bantu optimalkan tumbuh kembang si kecil, membuat anak tetap aktif di masa pertumbuhannya, meningkatkan nafsu makan, membantu pembentukan tulang dan gigi, serta bantu pelihara daya tahan tubuhnya biar tidak mudah sakit.

Untuk mendapatkan produk Enervon yang tepat, kamu bisa segera kunjungi e-commerce di Tokopedia.

 

Mengenali jenis dan penyebab gangguan kognitif pada anak memang penting, karena hal ini bisa membantumu untuk mengetahui tindakan lebih lanjut yang perlu dilakukan.

 

 

Featured Image – klikdokter.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!