On The Job Training: Tujuan, Macam Bentuk, dan Manfaatnya untuk Karir

On The Job Training: Tujuan, Macam Bentuk, dan Manfaatnya untuk Karir

Kata on the job training sepertinya sudah tidak lagi asing terdengar di telinga para pekerja. Disebut juga sebagai OTJ – ini merupakan bentuk pelatihan yang diberikan perusahaan untuk meningkatkan keterampilan khusus, kebiasaan kerja, dan sikap karyawan. Pelatihan ini pun kerap diberikan pada karyawan yang terbilang baru di perusahaan.

On the job training adalah pelatihan yang dilakukan di kantor dan fokus pada praktek kerja. Pelatihan yang satu ini juga bertujuan untuk memberi praktek langsung, sehingga kompetensi karyawan dapat terus meningkat.

Perlu diketahui, on the job training juga memiliki beragam jenis, manfaat, dan tujuan. Berikut ini informasi selengkapnya.

 

 

Apa Itu On The Job Training?

On The Job Training: Tujuan, Macam Bentuk, dan Manfaatnya untuk Karir

Credit Image - glints.com

On the job training seringkali disamakan dengan magang. Padahal keduanya sangat berbeda, lho. Magang biasanya dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa untuk mendapat pengetahuan melalui praktek langsung. Magang juga menjadi jalan untuk mempraktekkan teori yang didapat di kampus. 

Sedangkan OJT – atau on the job training adalah pelatihan untuk karyawan berbentuk praktik kerja langsung. Sederhananya, OJT menjadi model pelatihan bagi karyawan baru dalam masa training mengenal job desknya. 

Melalui pelatihan tersebut karyawan akan mengenal pekerjaannya secara langsung. Sifat dari training selama bekerja adalah learning by doing. Biasanya karyawan baru ini mendapat arahan dari karyawan senior atau penanggung jawab dari divisi terkait.

Masa on the job training setiap perusahaan berbeda-beda. Umumnya, perusahaan menerapkan selama satu hingga tiga bulan. Sampai akhirnya karyawan baru bisa dilepas sendiri menekuni job desknya.  Intinya, OJT menjadi salah satu jalan bagi perusahaan memberikan arahan dan pembelajaran bagi pegawai baru untuk mengenal pekerjaannya. 

Melalui pelatihan ini pula, perusahaan bisa menilai kualitas karyawan yang terbentuk dari pelatihan kerja tersebut. Sehingga bisa membuat keputusan apakah akan melanjutkan atau memberhentikan calon karyawan tersebut. 

 

Tujuan On The Job Training

Dalam penerapannya pelatihan kerja memiliki tujuan untuk mengajarkan dan mengembangkan keterampilan bekerja. Selain itu juga membentuk sikap pegawai hingga mampu melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan standar perusahaan. 

Beberapa tujuan pelaksanaan training kerja antara lain : 

  • Knowledge. Adanya pelatihan kerja atau on the job training untuk melatih calon pegawai mendapat pengetahuan yang cukup. Hingga akhirnya dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. 
  • Skill. Melalui OJT diharapkan karyawan dapat mengasah kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan di posisi yang telah ditentukan. 
  • Attitude. Pelatihan kerja bagi karyawan baru ini bertujuan membentuk sikap. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya, karyawan baru tersebut bisa sesuai dengan standar perusahaan. 

Bagi perusahaan, pelaksanaan on the job training bisa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Tak hanya menguntungkan bagi perusahaan, tapi OJT ini juga berpihak pada karyawan. Dengan menjadikan karyawan lebih kompeten di bidang pekerjaannya. 

 

Bentuk dan Tipe On The Job Training

On The Job Training: Tujuan, Macam Bentuk, dan Manfaatnya untuk Karir

Credit Image - targettraining.eu

Ada beberapa tipe on the job training dalam perusahaan, antara lain: 

Coaching 

Sampai saat ini, tipe coaching menjadi salah cara yang baik melatih karyawan baru secara komprehensif. 

Biasanya melalui metode ini melibatkan atasan langsung, supervisor, atau karyawan senior dalam memberikan instruksi. Tipe ini lebih praktis mengenalkan karyawan akan tugasnya melalui konsep instruksi dan demonstrasi yang diberikan atasan. 

 

Mentoring 

Mentoring menjadi salah satu teknik OJT, dimana supervisor atau karyawan senior yang membimbing karyawan baru dalam pengembangan keterampilan. Selain memberi pelatihan teknis, umumnya mentor juga memberi arahan juga dukungan emosional pada staf baru. 

Pelatihan yang juga bersentuhan dengan sisi personal karyawan baru diharapkan bisa mengembangkan ikatan yang efektif. Sehingga bisa menciptakan suasana yang positif dan produktif. 

 

Rotasi pekerjaan 

Teknik rotasi pekerjaan terfokus pada training karyawan di banyak fungsi dalam perusahaan. Tujuan dari rotasi pekerjaan ini adalah agar karyawan mampu beradaptasi dan mengembangkan potensinya untuk kemajuan perusahaan. 

Teknik ini dianggap bisa meningkatkan pengetahuan mengenai pekerjaan juga tanggung jawab dalam tim. Selain itu dengan rotasi pekerjaan, karyawan bisa terhubung dengan staf dari departemen lain. Sehingga bisa menghasilkan SDM yang percaya diri dan kolaboratif. 

 

Programmed instruction 

Pelatihan ini biasanya dengan pendekatan yang bersifat sistemik, struktural, dan formal. Bentuk pelatihan yang diberikan sesuai tugas dasar jabatan. Teknik pelatihan instruksional pekerjaan memerlukan analisa kinerja pekerja secara detail. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui karyawan baru untuk teknik ini. 

Dimulai dari awal tujuan pekerjaan, langkah pelaksanaan pekerjaan, persiapan, instruksi, kinerja, kemudian tindak lanjut. 

Nantinya di akhir pelatihan, karyawan baru diminta untuk memberikan feedback dari program pelatihan tersebut. Metode ini umumnya dipakai dalam industri, sekolah, universitas, militer, dan pemerintahan federal. 

 

Computer Assisted Instruction 

Metode pelatihan ini menggunakan sistem dengan bantuan komputer. Melalui teknik ini peserta pelatihan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus pengetahuan. Komputer memegang peranan penting dalam memberikan instruksi. 

Sederhananya, komputer yang menjadi pengajar untuk peserta pelatihan ini. Karena sudah terprogram, maka semua jawaban dari peserta training akan tersimpan dan dianalisis komputer. 

Kelebihan menggunakan metode training tipe ini adalah karyawan menjadi terampil dalam menggunakan komputer dan peralatan otomatis lainnya. Meski begitu, peserta dalam pelatihan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk aktif berpartisipasi. 

 

Apprenticeship 

Pelatihan dengan teknik ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya tipe pelatihan ini diberikan bagi pekerja di bidang perdagangan, kerajinan dan bidang teknis. Karena pembelajaran dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, umumnya di peserta yang mengikuti pelatihan ini mendapat istilah “magang”. Atau pekerja dengan kontrak tertentu. 

Jangka waktunya tergantung dari keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya 4-7 tahun, bahkan lebih. Sistem penggajian dalam pelatihan tipe ini, biasanya peserta mendapat gaji lebih kecil dibanding karyawan yang sudah terampil. 

 

Manfaat On The Job Training

Pelatihan yang satu ini pun memiliki pengaruh besar – dan tentunya bermanfaat bagi perusahaan serta karyawan yang mengikuti on the job training, lho. Pelatihan ini dapat membantu menggali potensi karyawan – karena bisa menambah wawasan dan pengetahuan sesuai bidang yang ditekuni.

Selain itu, on the job training juga bisa membantu mengubah gaya kerja, seperti diajari menggunakan alat baru, membuat dan mencari strategi baru, hingga memegang peranan penting dalam struktur yang lebih tinggi.

Dan pastinya, on the job training juga akan membantu meningkatkan produktivitas karyawan, karena bisa memahami banyak hal baru. Bahkan, kepercayaan diri karyawan pun bisa meningkat drastis, lho. Jadi, tidak heran kalau program ini bisa menghasilkan kinerja yang tak kalah baiknya.

Untuk membantu memaksimalkan produktivitas, kamu juga perlu menjaga stamina tubuh. Pastikan sudah beristirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin melakukan aktivitas fisik, kamu juga perlu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian.

Vitamin dan mineral dapat membantu proses metabolisme – yang berperan untuk membentuk energi tubuh sehingga membuatmu lebih produktif.

Nah, tak hanya dari sumber makanan saja, tapi vitamin dan mineral dapat diperoleh dari konsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon Active yang pastinya aman diminum setiap hari dan nyaman di lambung.

Enervon Active mengandung non-acidic 500 mg Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah, sekaligus menjaga daya tahan tubuhmu.

Selain itu, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya dapat membantu optimalkan proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi bisa diubah menjadi sumber energi – yang lebih tahan lama. Manfaat ini bisa membuatmu makin aktif dan produktif sepanjang hari, lho.

Dan yang sudah pasti, vitamin C di dalam multivitamin Enervon Active dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh, sehingga kamu tidak mudah sakit – dan bisa semakin produktif dalam menjalani aktivitas harian.

Untuk memperoleh produk Enervon yang asli, kamu bisa segera mengunjungi kunjungi official store-nya di Tokopedia, ya!

 

Itulah serba-serbi soal on the job training – yang diberikan untuk menambah kinerja sekaligus produktivitas para pekerja.

 

 

Featured Image – thebalancecareers.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!