Seberapa Buruk Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Ini Hasil Studinya

Seberapa Buruk Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Ini Hasil Studinya

font size A Ǎ

Seperti diketahui, subvarian Omicron baru, yaitu BA.4 dan BA.5 sudah dikonfirmasi masuk ke Indonesia. Hal inilah yang memicu kenaikan kembali angka kasus positif Covid-19 belakangan waktu terakhir. Meski demikian, sejumlah pihak meyakini puncaknya tidak akan separah gelombang Delta dan Omicron sebelumnya.

Omicron BA.4 dan BA.5 dapat menyebabkan berbagai gejala, namun seberapa parah gejala yang dapat ditimbulkan? Hal ini pun sudah disorot oleh epidemiolog, termasuk mengenai kecepatan penularan kedua varian baru tersebut.

 

 

Memiliki Gejala Mirip Omicron BA.1

Seberapa Buruk Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Ini Hasil Studinya

Credit Image - republika.co.id

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Erlina Burhan, mengungkapkan gejala yang muncul pada pasien terpapar Omicron BA.4 dan BA.5 mirip dengan gejala Omicron terdahulu. Sampai kini, kemungkinan gejala dari laporan berbagai negara mirip dengan Omicron BA.1.

Kemudian, gejala pasien dari dua subvarian tersebut yang paling sering dilaporkan adalah batuk, yaitu sebesar 89 persen, fatigue – atau kelelahan sebesar 65 persen, hidung tersumbat sebanyak 59 persen, demam 38 persen, mual dan muntah ada 22 persen.

Selain itu, ada pula gejala lainnya, yaitu sesak nafas sebanyak 16 persen, diare 11 persen, kemudian anosmia 8 persen. Dari 8 pasien kasus Omicron BA.4 dan BA.5, ada satu pasien yang sempat mengalami gejala berat.

 

Seberapa Parah Gejala Omicron BA.4 dan BA.5?

Seberapa Buruk Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Ini Hasil Studinya

Credit Image - law-justice.co

Dilansir dari riset terakhir yang dilakukan, salah satunya di Jepang dan beberapa negara di Eropa, menemukan satu temuan penting mengenai varian BA.4 dan BA.4. pertama, bahwa keduanya meningkat kemampuannya untuk bereplikasi di sel paru sangat jauh meningkat.

Jadi, disebut lebih fusogenik dan patogenik daripada BA.2. Jadi, ada potensi keprahannya lebih infeksius. Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 terpantau lebih tinggi dibandingkan subvarian Omicron yang sebelumnya memicu lonjakan kasus Covid-19 di banyak negara.

Laboratorium di Jepang juga menemukan bahwa angka reproduksi efektif BA.4 dan BA.5 ini 1,25 kali lebih tinggi daripada BA.2 atau yang sebelumnya mendominasi dunia. Artinya, lebih cepat penularan atau transmisinya lebih efektif.

Varian Omicron BA.4 dan BA.5 mengadopsi karakteristik varian Omicron sebelumnya – dan juga Delta. Dengan begitu, kedua subvarian ini menular dengan cepat layaknya Omicron, serta berpotensi memicu gejala berat berupa anosmia, rasa lelah, dan risiko perawatan rumah sakit, khusus pada orang yang divaksinasi dan belum pernah terinfeksi Covid-19.

 

Hindari Infeksi Varian Virus, Lakukan Langkah Ini!

Seberapa Buruk Gejala Omicron BA.4 dan BA.5, Ini Hasil Studinya

Credit Image - parapuan.co

Langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan beragam mutasi virus, termasuk Omicron – dan turunannya, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, memakai masker, rutin mencuci tangan, hingga membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi dan menghindari tempat yang ramai.

Selain itu, mendapatkan vaksinasi secara lengkap sekaligus booster juga tak kalah pentingnya. Nantinya, setelah vaksin, kamu juga masih disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kekebalan tubuh.

Menjaga kekebalan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat. Dan, lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C dan Enervon Active.

Multivitamin andalanmu yang satu ini memiliki kandungan lengkap, mulai dari Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang memiliki kandungan vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yakni 1000 mg untuk memberikan perlindungan ekstra, serta mampu membuat tubuhmu terasa lebih segar.

Namun, jika kamu memiliki masalah lambung yang cukup sensitif, maka direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Dengan rutin mengonsumsi multivitamin dari Enervon, imunitas tubuh bakal lebih kuat, sehingga tidak mudah terjangkit penyakit, termasuk Covid-19. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama.

Untuk mendapatkan produk Enervon kamu bisa membelinya di official store di Tokopedia, ya!

 

Itulah informasi mengenai tingkat keparahan gejala virus corona varian Omicron BA.4 dan BA.5. Terus hindari penularan virus dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan tubuhmu.

 

 

Featured Image – verywellhealth.com

Source – cnbcindonesia.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!