Wajib Tahu! Ini Prediksi Menkes Soal Puncak Covid-19 Omicron Baru

Wajib Tahu! Ini Prediksi Menkes Soal Puncak Covid-19 Omicron Baru

font size A Ǎ

Seperti diketahui, saat ini, Indonesia sedang kembali diterjang badai kenaikan kasus Covid-19. Kemunculan subvarian Omicron terbaru, yaitu BA.4 dan BA.5 diduga menjadi penyebab lonjakan tersebut. Hal ini pun juga terjadi di berbagai negara lainnya.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memperkirakan lonjakan kasus yang disebabkan oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada bulan Juli mendatang. Perkirakaan tersebut diambil berdasarkan pengalaman dalam menghadapi subvarian sebelumnya.

Biasanya puncaknya tercapai satu bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi, harus di minggu kedua Juli – atau minggu ketiga bulan Juli. Pada waktu tersebut, kita akan melihat puncak kedua subvarian Omicron tersebut.

Hingga sekarang, setidaknya ada 20 kasus subvarian BA.4 dan BA.5. Sebagian dari kasus tersebut merupakan “kasus impor” dari luar negeri, seperti Mauritius, Amerika Serikat, dan Brasil.

Dalam hal ini, Menkes sendiri memprediksi puncak gelombang Corona BA.4 dan BA.5 tak akan separah puncak Delta tahun lalu – atau puncak Omicron sebelumnya. Pada saat ini, kasus harian akibat varian Delta mencapai 56 ribu, sementara Omicron mencapai 64 ribu per hari.

 

Vaksinasi Menjadi Hal Terpenting

Wajib Tahu! Ini Prediksi Menkes Soal Puncak Covid-19 Omicron Baru

Credit Image - cp24.com

Untuk menghindari risiko penularan Omicron BA.4 dan BA.5, mendapatkan vaksinasi menjadi hal yang terpenting. Bagi masyarakat Indonesia untuk segera menerima vaksinasi Covid-19 jika memang belum. Vaksinasi saat ini digadang-gadang masih andal untuk melindungi dari gejala parah dan kematian akibat Covid-19.

Perlu diingat, kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan/atau orang dengan komorbiditas harus segera mendapatkan vaksinasi. Kekhawatiran terhadap BA.4 dan BA.5 bisa dikonversi menjadi semangat untuk memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 dan booster.

Mengutip Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), peluang penularan BA.4 dan BA.5 berkurang jika seseorang telah divaksinasi. Malah, vaksinasi lebih disarankan, dibanding mereka yang mengandalkan riwayat infeksi SARS-CoV-2 dari varian sebelumnya.

Salah satu studi pracetak mengenai keampuhan vaksinasi COVID-19 terhadap BA.4 dan BA.5 dilakukan di Afrika Selatan dan dimuat dalam jurnal medRxiv pada awal Mei 2022. Melibatkan 39 partisipan penyintas Omicron, peneliti Afrika Selatan menguji 15 partisipan yang telah divaksinasi dengan 24 partisipan yang tak divaksinasi.

Hasilnya, mereka yang telah divaksinasi memiliki antibodi lebih andal dalam menetralisasi varian BA.4 dan BA.5, dibanding mereka yang mengandalkan imunitas dari infeksi Omicron BA.1. Meski begitu, penelitian tersebut memperingatkan bahwa BA.4 dan BA.5 tetap berisiko menghindari antibodi.

 

Langkah Pencegahan untuk Hindari Infeksi Varian Virus!

Wajib Tahu! Ini Prediksi Menkes Soal Puncak Covid-19 Omicron Baru

Credit Image - hollywoodpresbyterian.com

Selain vaksinasi, langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan beragam mutasi virus, termasuk Omicron – dan turunannya, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan berupa menjaga jarak, memakai masker, rutin mencuci tangan, hingga membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi dan menghindari tempat yang ramai.

Selain itu, mendapatkan vaksinasi secara lengkap sekaligus booster juga tak kalah pentingnya. Nantinya, setelah vaksin, kamu juga masih disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kekebalan tubuh.

Menjaga kekebalan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat. Dan, lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C dan Enervon Active.

Multivitamin andalanmu yang satu ini memiliki kandungan lengkap, mulai dari Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang memiliki kandungan vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yakni 1000 mg untuk memberikan perlindungan ekstra, serta mampu membuat tubuhmu terasa lebih segar.

Namun, jika kamu memiliki masalah lambung yang cukup sensitif, maka direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Dengan rutin mengonsumsi multivitamin dari Enervon, imunitas tubuh bakal lebih kuat, sehingga tidak mudah terjangkit penyakit, termasuk Covid-19. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama.

Untuk mendapatkan produk Enervon kamu bisa membelinya di official store di Tokopedia, ya!

 

Diprediksikan puncak Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada pertengahan bulan Juli mendatang. Yuk, terus lakukan langkah pencegahan, seperti protokol kesehatan – dan menjaga daya tahan tubuhmu agar tak mudah terserang penyakit.

 

 

Featured Image – nbcchicago.com

Source – cnbcindonesia.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!