Studi: Jalan 10 Ribu Langkah Buat Pasien Diabetes Lebih Panjang Umur

Studi: Jalan 10 Ribu Langkah Buat Pasien Diabetes Lebih Panjang Umur

font size A Ǎ

Tak bisa dipungkiri, diabetes merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh. Menurut data dari WHO di tahun 2019 silam, diabetes adalah penyebab kematian tertinggi ke-9 di dunia, lho. Dari berbagai jenis diabetes, WHO menyebut bahwa diabetes tipe 2 yang paling umum dialami.

Hati-hati, jika dibiarkan begitu saja, maka diabetes dapat berakibat fatal. Untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes, direkomendasikan menerapkan gaya hidup sehat, salah satunya rutin berolahraga, seperti berjalan kaki.

Tak perlu terlalu berlebihan, jalan santai juga sudah cukup, kok. Menurut penelitian terbaru, cukup 10.000 langkah, maka hal ini bisa memperpanjang usia pasien diabetes. Simak hasil studinya di bawah ini, yuk!

 

 

Studi Melibatkan Ribuan Partisipan

Studi: Jalan 10 Ribu Langkah Buat Pasien Diabetes Lebih Panjang Umur

Credit Image - healthline.com

Apa hubungan antara jalan kaki dengan diabetes? Dimuat dalam jurnal Diabetes Care pada 7 Juli 2022, para peneliti dari Spanyol dan Denmark ingin meneliti bagaimana jumlah langkah bisa memengaruhi angka harapan hidup pasien diabetes.

Penelitian bertajuk "Optimal Number of Steps per Day to Prevent All-Cause Mortality in People With Prediabetes and Diabetes" ini melibatkan sekitar 1.687 partisipan Amerika Serikat (AS). Diambil dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHNES) pada 2005–2006, para partisipan yang berusia rata-rata 55 tahun ini terbagi menjadi:

  • Sebanyak 1.194 pasien diabetes.
  • Sebanyak 493 pasien pra-diabetes.

Partisipan yang memiliki diabetes memiliki kadar gula darah puasa lebih tinggi dari 126 miligram per desiliter (mg/dL). Sementara itu, mereka yang memiliki kondisi pra-diabetes memiliki kadar gula darah puasa dari 100–125 mg/dL. Normalnya, kadar gula darah puasa seharusnya di bawah 100 mg/dL.

 

Hasilnya, Jalan 10.000 Langkah Sangat Direkomendasikan untuk Pasien Diabetes!

Dipantau selama sekitar 9 tahun, para partisipan dalam studi mengenakan akselerometer untuk menghitung langkah mereka selama 7 hari. Selain olahraga, para peneliti juga menyesuaikan faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, hingga penggunaan obat diabetes.

Setelah 9 tahun, penelitian ini mencatat 338 kematian, yaitu 200 kematian dari kelompok pra-diabetes dan 138 dari kelompok diabetes. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa berjalan kira-kira 10.000 langkah setiap hari bisa mengurangi risiko mortalitas pada pasien diabetes dan pra-diabetes.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa sekitar 20 persen partisipan tidak dicantumkan lagi dalam studi karena data akselerometer tidak valid. Selain itu, ada kemungkinan perbedaan detak jantung pada mereka yang bisa berjalan 10.000 dengan yang tidak bisa. Jadi, hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut.

 

Manfaat Jalan Kaki 10.000 Langkah

Studi: Jalan 10 Ribu Langkah Buat Pasien Diabetes Lebih Panjang Umur

Credit Image - lifestyle.kompas.com

Bagi pasien diabetes dan pra-diabetes, aktivitas fisik amat penting. Menurut Diabetes UK, berjalan adalah salah satu usaha terbaik agar pasien diabetes dan pra-diabetes mau aktif bergerak karena bisa meningkatkan stamina, membakar kalori, hingga membuat tidur lebih pulas.

Selain gratis dan bisa dilakukan di mana serta kapan saja, American Diabetes Association (ADA) mencatat bahwa berjalan kaki memiliki berbagai manfaat untuk pasien diabetes dan pra-diabetes, yaitu:

  • Menekan kadar gula darah.
  • Meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Meningkatkan kesehatan jantung.
  • Meningkatkan metabolisme.
  • Mempermudah menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).
  • Memperbaiki mood
  • Membuat pasien lebih fokus.
  • Meningkatkan daya ingat dan kemampuan kognitif.

Meski risiko cedera lebih rendah, ada baiknya untuk memilih tempat jalan kaki yang aman dan bebas rintangan. Selain itu, ADA mengingatkan pasien diabetes yang mau memulai untuk rutin mengecek kadar gula darah sebelum dan sesudah berjalan agar menghindari hipoglikemia.

Tak ada kata terlambat untuk memulai. Jika belum bisa berjalan 30 menit sehari, cobalah untuk berjalan kaki 15 menit dua kali sehari atau 10 menit tiga kali (dengan jeda) hingga terbiasa. Selain itu, ada beberapa cara lain yang membuat pasien bisa lebih sering berjalan, seperti:

  • Berjalan dibanding naik kendaraan ke destinasi yang dekat.
  • Jika menyetir, coba parkir sedikit lebih jauh dari destinasi.
  • Jika naik kendaraan umum, coba berhenti di perhentian yang sedikit jauh dari destinasi.
  • Jika punya peliharaan, coba ajak jalan-jalan secara rutin apabila memungkinkan.
  • Saat bepergian, coba berjalan kaki dan nikmati pemandangan.
  • Bergabung dengan kelompok jogging – atau olahraga lain antar tetangga atau di kantor.

 

Maksimalkan Gaya Hidup Sehat dengan Asupan Nutrisi Lengkap!

Tidak hanya dengan berjalan kaki secara rutin, menjaga kesehatan tubuh, termasuk bagi penderita diabetes juga perlu dilakukan dengan mencukupi kebutuhan nutrisi harian, termasuk asupan vitamin dan mineral, lho.

Vitamin dan mineral merupakan dua nutrisi yang dapat kamu peroleh dari asupan makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan. Dan dilengkapi dengan mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon-C dan Enervon Active.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra.

Untuk kamu yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan untuk minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Multivitamin Enervon-C dan Enervon Active pun dapat membantu optimalkan proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini bisa dirasakan berkat kandungan vitamin B kompleks di dalamnya.

Kemudian, bagi usia emas, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Gold yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks, Omega-3, Asam Folat, dan Lutein yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh, membentuk energi, hingga menjaga kesehatan otak, kesehatan jantung, dan juga kesehatan mata.

Untuk mendapatkan produk Enervon kamu bisa segera membelinya di official store di Tokopedia, ya.

 

Gimana? Sudahkah kamu rutin berjalan kaki setiap harinya? Tidak hanya baik bagi penderita diabetes saja, namun jalan kaki juga sangat dianjurkan bagi setiap orang, lho. Yuk, jangan malas lagi untuk bergerak!

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – idntimes.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!