Tahukah kamu bahwa hingga kini penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia? Ya, diperkirakan dalam setiap 36 detik ada satu orang yang meninggal dunia akibat penyakit tidak menular satu ini.

Salah satu yang paling fatal dan bisa membahayakan nyawa, yaitu serangan jantung. Ini merupakan kodisi di mana saat otot jantung tidak mendapat aliran darah yang cukup. Dan akibatnya jantung tidak bisa mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Dalam hal ini, gaya hidup punya peranan penting dalam meningkatkan risiko serangan jantung, lho. Kebiasaan buruk yang kerap dilakukan sehari-hari pun bisa menjadi pemicunya. Namun, apa saja kebiasaan tersebut?

Berikut ini ulasannya.

 

 

Duduk Sepanjang Hari

Credit Image - halodoc.com

American Heart Association menyebutkan, dibandingkan dengan orang yang aktif bergerak, mereka yang sering duduk selama lima jam atau lebih setiap hari memiliki risiko dua kali lipat mengalami gagal jantung.

Tak cuma itu, gaya hidup sedenter seperti ini juga membuat seseorang berisiko mengalami penambahan berat badan dan kolesterol yang tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung.

Jika pekerjaanmu memang mengharuskan untuk duduk di meja sepanjang hari, bangun dan bergeraklah selama lima menit setiap jam. Perubahan kecil dalam rutinitas ini dapat menjaga arteri tetap fleksibel dan darah mengalir dengan baik.

 

Kurang Tidur

Sama seperti organ tubuh lainnya, jantung juga membutuhkan waktu istirahat, lho. Setelah aktivitas yang panjang dan melelahkan, detak jantung dan tekanan darah akan menurun ketika kamu sedang beristirahat.

Untuk itu, kurang tidur bisa menjadi salah satu kebiasaan buruk – yang masih dianggap sepele, namun mampu merusak kinerja jantung. Kurangnya waktu istirahat di malam hari akan mengurangi durasi jantung untuk beristirahat.

 

Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Minuman Beralkohol

Credit Image - ugm.ac.id

Tak cuma pada paru-paru, kebiasaan merokok juga berdampak buruk pada jantung. Merokok bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga membuat tubuhmu tidak mendapatkan cukup oksigen ke dalam darah. Ketiganya dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Merokok jadi salah satu kebiasaan buruk pemicu serangan jantung.

Selain itu, kebiasaan konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga mesti dihentikan. Dalam jumlah berlebih, asupan minuman beralkohol bisa meningkatkan tekanan darah dan menambah jumlah lemak dalam darah.

Para ahli merekomendasikan cukup dua gelas minuman beralkohol untuk pria dalam sehari. Sementara wanita disarankan membatasi minuman beralkohol satu gelas dalam sehari.

 

Jarang Flossing Gigi

Pernah mendengar bahwa kesehatan gigi juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jantung? Ya, ternyata kesehatan mulut memiliki peranan besar, lho. Jarang membersihkan gigi, utamanya bagian gusi, hal ini dapat memperburuk kondisi jantung.

Sayangnya, flossing menjadi langkah yang kerap dilewati ketika orang melakukan perawatan gigi. Dilansir dari CNN Indonesia, banyak dokter yang merekomendasikan flossing setidaknya dua kali dalam sehari.

 

Tak Mengontrol Berat Badan

Credit Image - cnnindonesia.com

Bukan rahasia lagi, kelebihan berat badan menempatkan kamu pada risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Dan, salah satu cara untuk menilai risiko tersebut bisa dilakukan dengan mengukur lingkar pinggang.

Lemak di area pinggang cenderung bisa memicu gangguan pada jantung dibandingkan dengan di area lain. Untuk itu, terus kontrol berat badanmu, sehingga kesehatan, termasuk organ jantung tetap terjaga dengan baik, ya.

 

Stres Berlebihan

Stres bisa memengaruhi perilaku dan faktor-faktor kondusivitas jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol, merokok, aktivitas fisik dan obesitas.

Stres itu sendiri menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung akibat paparan stres kronis pada tubuh. Tingkat hormon stres yang tinggi, seperti hormon adrenalin dan kortisol bisa memengaruhi pembekuan darah yang bisa menyebabkan risiko masalah jantung, seperti jantung berdebar atau detak jantung abnormal.

Aritmia mengacu pada detak jantung yang tidak normal. Jika jantung berdetak terlalu cepat atau lambat, ini mengindikasikan masalah atau kelainan pada sistem kelistrikan jantung.

Jantung biasanya berdetak tanpa suara dan kebanyakan dari kamu tidak memperhatikan ritmenya. Namun, sensasi sederhana di jantung mungkin merupakan tanda peringatan potensi aritmia. Gejala lainnya termasuk pusing, sesak napas, nyeri dada, pusing, lemas dan pingsan.

 

Yuk, Jaga Kesehatan Tubuh dengan Menerapkan Kebiasaan Baik!

Credit Image - health.harvard.edu

Kini, kamu sudah mengetahui berbagai kebiasaan buruk yang dapat membahayakan jantung, ya. Tak hanya itu, kebiasaan di atas pun mampu mengganggu fungsi tubuh lainnya, termasuk melemahkan sistem kekebalan.

Untuk itu, kamu sangat disarankan menerakan pola hidup sehat, seperti makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, dan rutin memperoleh mikronutrien seperti vitamin dan mineral.

Baik vitamin dan mineral memang bisa kamu peroleh dari sumber makanan bergizi, namun ini belum tentu bisa mencukupi kebutuhan hariannya, lho. Untuk itu, disarankan mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti rangkaian vitamin dari Enervon.

Konsumsi multivitamin Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Kamu dapat minum Enervon-C baik dalam bentuk tablet – yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg dan dapat memberikan perlindungan ekstra.

Dan, untuk yang punya aktivitas padat, direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuhmu agar tak mudah lelah, sekaligus mengoptimalkan imunitas!

Selain dapat menjaga imun, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya dapat membantu proses proses metabolisme tubuh sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah jadi sumber energi bagi tubuh.

Untuk anak-anak, dapat diberikan Enervon-C Plus Sirup. Multivitamin andalan ini memiliki kandungan lengkap, seperti Vitamin A, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Vitamin C, dan Vitamin D.

Deretan vitamin tersebut dapat membantu menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak mudah sakit, menjaga anak tetap aktif selama masa pertumbuhan, meningkatkan napsu makan, sekaligus dapat membantu pembentukan tulang dan gigi.

Dan bagi orang dewasa tua – atau usia emas, berikan multivitamin Enervon Gold yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks, Omega-3, Asam Folat, dan LuteinKandungan nutrisi ini dapat membantu menjaga kekebalan tubuh, membentuk energi, hingga menjaga kesehatan otak, kesehatan jantung, dan juga kesehatan mata.

Untuk mendapatkan produk Enervon pilihanmu, yuk, segera klik di sini, ya!

 

Itulah deretan kebiasaan buruk yang dapat membahayakan kesehatan jantung. Pastikan kamu mengurangi atau bahkan menghindari hal-hal di atas!

 


Featured Image – klikdokter.com

Source – cnnindonesia.com