Merebaknya subvarian Omicron BA.5 membuat kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali melonjak tinggi. Ketika dinyatakan positif virus corona, maka langkah pertama yang perlu dilakukan, yaitu isolasi mandiri. Tapi, berapa lama durasi isoman yang dibutuhkan?

Subvarian Omicron BA.5 disebut lebih menular dibandingkan strain aslinya – BA.1, maupun Delta. Begitu juga bisa menembus kekebalan yang sudah terbentuk sebelumnya, baik dari vaksinasi maupun infeksi alami.

Akibat kemampuannya menembus antibodi, subvarian tersebut pun dikatakan sudah mendominasi di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia. Tetapi, gejala yang ditimbulkan lebih ringan, seperti flu – mirip flu biasa, batuk, dan demam.

Jika terinfeksi subvarian Omicron BA.5, berapa lama waktu yang diperlukan untuk isolasi mandiri? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

 

 

Waktu Isoman Subvarian Omicron BA.5

Credit Image - cnnindonesia.com

Dokter spesialis paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), beberapa waktu lalu menjelaskan, seseorang bisa dinyatakan sembuh dari virus Corona apabila hasil tes Covid-19 menunjukan hasil yang negatif.

Adapun masa isolasi Omicron BA.5 biasanya sekitar 5 sampai 10 hari. Namun, masa waktu tersebut bisa bertambah apabila pasien masih mengalami gejala hingga menunjukan hasil tes positif. Jika hasil tes sudah negatif dan masa isolasi telah selesai, pasien biasanya dianggap sudah sembuh dari virus corona.

 

Masa Inkubasi Subvarian Omicron BA.5

Selain itu, dijelaskan pula bahwa masa inkubasi subvarian Omicron BA.5 hanya membutuhkan waktu satu sampai tiga hari untuk memicu gejala. Untuk itu, penting sekali menerapkan protokol kesehatan dan mendapatkan vaksinasi guna mencegah perburukan gejala subvarian Omicron ini – jika pada akhirnya terinfeksi.

Tapi, tidak perlu khawatir berlebihan. Meski masa inkubasinya cepat, namun proses recovery juga membutuhkan waktu singkat. Dan para ahli sepakat bahwa laporan-laporan dari berbagai negara, gejalanya hampir sama serta dianggap lebih menular dari BA.2.

 

Bagaimana Meringankan Gejala Omicron?

Credit Image - halodoc.com

Sama seperti mengobati flu biasa, gejala Omicron BA.5 tergolong ringan dan dapat diatasi dengan cara yang mudah di rumah, salah satunya mengonsumsi obat-obatan yang membantu menurunkan demam, tapi dengan dosis yang teratur, ya.

Kemudian, pasien dapat mengonsumsi permen pelega untuk meredakan sakit tenggorokan, mengonsumsi minuman dengan kandungan elektrolit seperti air kelapa, dan asupan cairan secara teratur untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Pasien pun bisa menghirup uap hangat menggunakan baskom yang berisi air panas serta mengoleskan kain lembap ke dahi untuk merasakan rasa tidak nyaman.

Meski demikian, yang perlu diingat bahwa cara-cara tersebut tidak berlaku bagi pengidap yang memiliki gejala sedang hingga berat. Bagi yang mengalami gejala demikian, sebaiknya segera hubungi petugas kesehatan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

 

Tingkatkan Kekebalan untuk Membantu Menghindari Risiko Infeksi!

Tidak hanya menjalani protokol kesehatan, tetapi meminimalisir risiko infeksi perlu dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh, bahkan setelah vaksinasi sekalipun. Dengan imun yang kuat, maka risiko virus menyerang pun dapat diminimalisir.

Untuk meningkatkan kekebalan, kamu disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Untuk melengkapi hidup sehatmu, jangan lupa mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Selain dari makanan bergizi yang dikonsumsi sehari-hari, kedua nutrisi tersebut bisa diperoleh dari multivitamin kandungan lengkap, seperti rangkaian suplemen dari Enervon.

Enervon-C memiliki kandungan lengkap, mulai dari Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang memiliki kandungan vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yakni 1000 mg yang mampu membuat tubuhmu terasa lebih segar selama berkegiatan seharian.

Namun, jika kamu memiliki masalah lambung yang cukup sensitif, maka direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Dengan rutin mengonsumsi Enervon-C maupun Enervon Active, proses metabolisme juga semakin maksimal, berkat kandungan vitamin B kompleks yang akan mengubah makanan menjadi sumber energi untuk beraktivitas seharian penuh.

Untuk anak-anak, dapat diberikan Enervon-C Plus Sirup. Multivitamin andalan ini memiliki kandungan lengkap, seperti Vitamin A, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Vitamin C, dan Vitamin D.

Deretan vitamin tersebut dapat membantu menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak mudah sakit, menjaga anak tetap aktif selama masa pertumbuhan, meningkatkan napsu makan, sekaligus dapat membantu pembentukan tulang dan gigi.

Dan bagi usia lanjut, dapat diberikan multivitamin Enervon Gold yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks, Omega-3, Asam Folat, dan Lutein yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh, membentuk energi, hingga menjaga kesehatan otak, kesehatan jantung, dan juga kesehatan mata.

Untuk mendapatkan produk Enervon pilihan, kamu bisa segera membelinya di official store di Tokopedia, ya.

 

Itulah ulasan mengenai waktu isolasi mandiri yang dibutuhkan pasien subvarian Omicron BA.5. Untuk menghindari risiko infeksi virus, yuk, tetap lindungi diri dengan menguatkan imunitas tubuh!

 

 

Featured Image – npr.org

Source – detik.com