Sudah sembuh dari infeksi Covid-19? Ini bukan berarti kamu sudah selesai berurusan dengan virus tersebut. Meski telah dinyatakan negatif, tapi masih ada gejala yang membandel dalam waktu lama – ini juga disebut sebagai long Covid.

Menurut Badan Kesehatan Dunia, long Covid bisa terdeteksi minimal tiga bulan pasca infeksi Covid-19 dan berlangsung minimal selama dua bulan. Ada pun beberapa gejala berkepanjangan yang paling umum, seperti kelelahan, sesak napas, brain fog, gangguan tidur, batuk membandel, nyeri dada dan otot, anosmia, gangguan mental, dan kesulitan berbicara.

Sayangnya, gejala long Covid tersebut bisa mengganggu aktivitas harian, termasuk olahraga. Katanya, dari hasil penelitian terbaru mencatat bahwa pasien gejala berkepanjangan bisa dirugikan karena menjadi sulit berolahraga. Kok bisa?

Berikut ini ulasannya.

 

 

Studi Libatkan Ribuan Pasien Long Covid

Credit Image - davincikliniek.nl

Apakah kemampuan olahraga berkurang lebih dari tiga bulan pascainfeksi SARS-CoV-2 di kalangan pasien long Covid? Dimuat dalam jurnal JAMA Network Open pada 12 Oktober 2022, para peneliti Amerika Serikat (AS) dari University of California San Francisco dan Zuckerberg San Francisco General Hospital mencari tahu hal tersebut.

Para peneliti meneliti 38 studi dengan menggunakan metode cardiopulmonary exercise testing (CPET) untuk mengetahui bagaimana pasien gejala berkepanjangan bisa berolahraga setelah pulih dari Covid-19. Lewat treadmill dan sepeda statis, CPET mengukur oksigen yang digunakan (Vo2) untuk berolahraga, sebagai ukuran kinerja jantung dan paru-paru.

Awalnya, penelitian ini mencakup 2.160 partisipan. Lalu, penelitian ini diperkecil menjadi analisis 9 studi dengan total partisipan sebanyak 823 partisipan dengan usia rata-rata 39–56 tahun dan indeks massa tubuh (IMT) kelebihan berat badan (IMT 26) sampai obesitas (IMT 30). Para partisipan ini terbagi menjadi dua kelompok:

  • Sebanyak 464 partisipan dengan gejala long Covid
  • Sebanyak 359 partisipan tanpa gejala long Covid

 

Hasilnya, Long Covid Bikin Fisik Kurang Optimal

Para peneliti menemukan bahwa Vo2 maksimal kelompok pasien long Covid adalah 4,8 ml/kg/menit lebih rendah dibanding mereka yang telah pulih. Apa maksudnya?

Para pasien long Covid menunjukkan pengurangan ekstraksi oksigen di otot, pola napas tak teratur, dan ketidakmampuan meningkatkan detak jantung untuk menyesuaikan curah jantun (cardiac output) atau inkompetensi kronotropik.

Selain itu, ada jejak deconditioning, kondisi setelah sakit yang menyebabkan tubuh jadi tidak aktif.

 

Gejala Berkepanjangan Bikin Fisik Mudah Jompo

Credit Image - suara.com

Dalam pernyataan resmi, pemimpin penelitian tersebut, Matthew S. Durstenfeld, MD, MAS, mengibaratkan perbedaan Vo2 antara pasien long Covid dengan tanpa gejala setara dengan 1,4 metabolic equivalent of tasks (METs), ukuran energi yang terbakar selama aktivitas fisik.

Penurunan Vo2 ini bisa diibaratkan seperti seorang berusia 40 tahun dengan kapasitas yang seharusnya 9,5 METs, tetapi turun ke 8,1 METs, ukuran aktivitas fisik yang dipatok untuk perempuan berusia 50 tahun.

Selain itu, Matthew memberikan contoh lain. Dengan perubahan akibat long Covid, pemain tenis ganda mungkin harus beralih ke golf yang didahulukan dengan latihan peregangan, dan perenang yang biasa bisa beberapa kali putaran harus beralih ke aerobik.

 

Tapi, Studi Ini Harus Diteliti Lebih Lanjut!

Para peneliti mencatat ada beberapa kekurangan dalam penelitian tersebut. Pertama, beberapa studi belum menjalani ulasan sejawat (peer review). Selain itu, bias seleksi membuat para peneliti tidak bisa mengestimasi prevalensi berkurangnya kapasitas olahraga akibat long Covid.

Sementara penelitian ini menemukan bahwa long Covid mengurangi kapasitas olahraga para pasiennya, para peneliti tidak yakin bahwa penelitian ini bisa dipukul rata ke semua pasien gejala berkepanjangan. Sampel sedikit (dengan mayoritas dirawat inap) hingga variasi definisi long Covid dan model CPET, hal-hal ini dikatakan bisa memengaruhi hasil.

 

Untuk Itu, Kuatkan Imunitas untuk Menghindari Infeksi Virus

Credit Image - kumparan.com

Untuk menghindari risiko infeksi virus corona – dan beragam variannya, maka kamu dianjurkan tetap menerapkan protokol kesehatan serta mendapatkan vaksinasi yang berperan untuk membentuk antibodi terhadap Covid-19.

Jika infeksi virus corona bisa dihindari sejak awal, maka beragam dampak buruknya pun bisa kamu hindari, ya.

Namun yang tidak kalah pentingnya, yaitu menguatkan kekebalan tubuh yang berperan sebagai pelindung utama agar virus tidak mudah menyerang. Dalam menjaga imunitas, kamu disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Lengkapi hidup sehatmu dengan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Selain dari makanan bergizi yang dikonsumsi sehari-hari, kedua nutrisi tersebut bisa diperoleh dari multivitamin kandungan lengkap, seperti Enervon-C.

Enervon-C memiliki kandungan lengkap, mulai dari Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang memiliki kandungan vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yakni 1000 mg yang mampu membuat tubuhmu terasa lebih segar selama berkegiatan seharian.

Untuk mendapatkan produk multivitamin Enervon, kamu bisa segera membelinya di official store di Tokopedia.

 

Mengalami long Covid memang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk berolahraga. Hal ini pun bukanlah hal baru. Jadi, untuk menghindari risiko buruk dari Covid-19 terus lakukan langkah pencegahan, sehingga kamu tak perlu terinfeksi virus ini!

 

 

Featured Image – indosport.com

Source – idntimes.com