Bagi sebagain orang, gejala long Covid mungkin terasa mirip dengan gejala yang dirasakan ketika saat terinfeksi. Maka dari itu, tidak jarang yang justru mengganggap long Covid adalah reinfeksi. Namun, apa perbedaan di antara keduanya?

Gejala Covid-19 yang menetap gejalanya memang ringan, seperti mudah lelah, batuk berkepanjangan, atau ada pula yang mengalami rambut rontok.

Namun, banyak orang yang masih salah mengira kondisi long Covid. Bahkan, tidak jarang yang berpikir bahwa dirinya tengah kembali terpapar Covid-19. Padahal, baik long Covid maupun reinfeksi memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Berikut perbedaan antara gejala berkepanjangan dan reinfeksi virus corona.

 

 

Reinfeksi Covid-19

Credit Image - nbcchicago.com

Saat seseorang terkena reinfeksi, gejala yang ang dialaminya tidak berbeda dengan Covid-19 yang dialami pertama kali. Biasanya reinfeksi juga tidak akan terjadi dalam waktu yang terlalu dekat setelah dinyatakan negatif.

Ketika dinyatakan kembali positif dengan jangka waktu minimal satu bulanan. Gejalanya bisa ringan atau sama dengan saat pertama Covid-19. Tergantung pada sistem imun pasien. Hal paling menonjol saat terkena reinfeksi adalah hasil tes PCR dinyatakan positif.

 

Long Covid

Gejala long Covid bermacam-macam. Ada yang mengalami kelelahan, batuk, rambut rontok, mudah lupa atau memory loss, hingga kehilangan indera perasa dan penciuman. Gejalanya memang hampir mirip Covid-19, tapi biasanya berjalan tidak lama setelah hasil tes dinyatakan negatif. Pasien akan mengalami long Covid selama 4-12 pekan.

Perbedaan paling menonjol ada di hasil tesnya. Kalau pas tes negatif tapi masih ada gejala, berarti dia long Covid. Jadi lebih baik melakukan pemeriksaan, self diagnosed!
 

Gejala Berkepanjangan yang Sering Dialami Penyintas di Indonesia

Credit Image - klikdokter.com

Hasil studi gejala Long Covid antarnegara berbeda-beda. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Penelitian dari RSUP Persahabatan dengan 385 responden menemukan beberapa gejala umum Long Covid di Indonesia meliputi:
1. Kelelahan
2. Batuk
3. Nyeri otot
4. Sesak napas

Gejala ini bisa menetap bahkan lebih dari enam bulan dan tidak jauh berbeda dengan gejala yang ada di luar negeri.
 

Tetap Lakukan Langkah Pencegahan Virus!

Dalam penyakit apapun, istilah lebih baik mencegah daripada mengobati memang benar adanya. Ini pun berlaku pada Covid-19. Jadi, lakukan langkah pencegahan – dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Optimalkan perlindungan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti Enervon Active dua kali sehari.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra, serta mampu memberikan sensasi rasa segar sepanjang hari. 

Bagi yang memiliki lambung sensitif, direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active – yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat bantu menjaga imun tubuh, sekaligus mengoptimalkan stamina agar tak mudah lelah.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah merasa lemas.

Untuk memperoleh produk Enervon yang asli, kamu bisa segera mengunjungi kunjungi official store-nya di Tokopedia, ya.

 

Itulah perbedaan reinfeksi Covid-19 dengan long Covid. Jadi, jangan sampai keliru lagi!

 

 

Featured Image – sleephub.com.au

Source – cnnindonesia.com