Si Kecil sering merasa kebingungan ketika moms maupun dads sedang tak berada di dekatnya? Atau, ia enggan bermain sendiri, bahkan sampai tidak membiarkanmu untuk pergi ke kamar mandi sekalipun? Wah, tandanya buah hatimu termasuk yang clingy, lho.

Clingy artinya hal yang terjadi ketika Si Kecil merasa tertekan dan cemas ketika dipisahkan oleh moms maupun dads. Biasanya, anak pun akan menjadi kesal, karena muncul wajah-wajah baru di dalam kehidupan mereka.

Semakin moms dan dads ingin memberi jarak dengannya, maka semakin nempel-lah Si Kecil. Lalu, kalau sudah begini, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, ya? Nah, di ulasan kali ini, Enervon akan membeberkan tips mengatasi anak yang clingy. Simak informasi lengkapnya, yuk!

 

 

1. Bangun Kemandirian

Credit Image - halodoc.com

Mendidik anak jadi mandiri merupakan tujuan utama agar Si Kecil tidak clingy lagi. Membangun kemandirian dapat dilakukan dengan memberikan Si Kecil tugas yang sesuai dengan usianya untuk diselesaikan sendiri, seperti membereskan mainan atau merapikan meja.

Selain itu, baik moms maupun dads juga bisa melakukannya dengan memberi pujian saat Si Kecil berhasil melakukan sesuatu sendiri, misalnya pada waktu makan atau menggunakan kamar mandi.

 

2. Biarkan Anak Main Sendiri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, clingy artinya Si Kecil sulit sekali lepas dari orangtuanya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, maka moms dan dads dapat membiarkan ia untuk bermain sendiri sesekali waktu.

Jika Si Kecil tidak menyukai bermain sendiri, tidak apa-apa jika awalnya kamu ikut menemani. Namun, setelah 15 menit, moms dan dads bisa mengurangi intensitas interaksi sedikit demi sedikit. Cukup awasi saja dan perlahan-lahan coba untuk berikan jarak. Apabila Si Kecil sudah mulai nyaman dan sibuk dengan permainannya, maka kamu meminta izin untuk melakukan pekerjaan lain.

 

3. Menjaga Rutinitas

Credit Image - akurat.co

Cara mengatasi anak clingy selanjutnya adalah dengan menjaga rutinitas. Orangtua dianjurkan untuk membuat daftar kegiatan sehari-hari agar Si Kecil menjadi aktif dan produktif. Berikan waktu kapan anak bisa bermain sendiri dan kapan saat bermain dengan orangtua.

Menjaga rutinitas berarti memberikan rasa aman terhadap Si Kecil. Menurut psikologis klinis dari Los Angeles, Jenny Yip, rutinitas bersama orangtua dapat dilakukan misalnya dengan bermain puzzle atau duduk bersama mendiskusikan buku yang dibaca.

 

4. Berani Mengucapkan Selamat Tinggal

Kadang-kadang, ada orangtua yang memilih untuk meninggalkan rumah tanpa berpamitan dengan anak. Niatnya tidak ingin anak menangis, tetapi nyatanya kebiasaan ini malah membuat anak jadi lebih clingy, lho!

Mengucapkan selamat tinggal dapat menjadi cara yang baik untuk mengatasi anak yang clingy. Sebab, dengan ucapan selamat tinggal, anak jadi tahu bahwa orang tuanya hanya pergi sementara dan akan kembali lagi nanti.

Ketika mau pergi, moms maupun dads dapat mengatakan pada Si Kecil kapan akan kembali dan gunakan ucapan selamat tinggal yang lembut, seperti “Nanti malam kita main lagi ya, Nak!”

 

5. Jangan Merasa Bersalah, Ya!

Credit Image - parenting.co.id

Menjadi orangtua berarti moms dan dads telah memberikan banyak waktu untuk merawat Si Kecil. Maka, penting juga bagi orangtua untuk memiliki me time atau refreshing sendirian. Jangan merasa bersalah ketika meninggalkan anak, sebab rasa bersalah ini malah akan membuatmu tanpa sadar memanjakan anak.

Tapi yang perlu kamu ketahui, mengatasi anak yang terlalu clingy memang tidaklah mudah. Tentunya, dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kekompakkan kedua orangtua.

 

Jadi, apakah sang buah hati termasuk yang clingy – dan rasanya tak mau lepas dari moms maupun dads? Untuk mengatasinya, kamu dapat mencoba terapkan tips di atas, ya!

 

 

Featured Image – verywellfamily.com

Source – orami.co.id