Awas Terkecoh! Ini Lho Perbedaan Hiking dan Trekking

Awas Terkecoh! Ini Lho Perbedaan Hiking dan Trekking

font size A Ǎ

Suka menikmati alam terbuka untuk menghilangkan penat? Sepertinya, liburan yang satu ini kerap menjadi pilihan banyak orang. Mungkin termasuk kamu yang tengah membaca artikel ini.

Jika kamu termasuk pecinta alam terbuka, pasti sudah tidak asing dengan istilah hiking dan trekking. Kedua aktivitas tersebut identik dengan berjalan. Namun, ternyata keduanya adalah hal yang berbeda, lho.

Memang sih keduanya sama-sama menantang, tetapi tingkat kesulitannya dan persiapannya tentu berbeda. Biar tak lagi terkecoh dalam menggunakan istilah tersebut, berikut ini perbedaannya yang perlu kamu ketahui.

Simak informasinya sampai tuntas, ya!

 

 

Perbedaan Durasi, Salah Satunya Lebih Lama, Lho!

Awas Terkecoh! Ini Lho Perbedaan Hiking dan Trekking

Credit Image - unsplash.com

Kamu perlu memahami bahwa trekking diartikan sebagai perjalanan jauh atau sulit, terutama dengan berjalan kaki. Sedangkan hiking berjalan jauh untuk tujuan mencari kesenangan. Sekilas memang mirip, tetapi kamu dapat membedakan dari durasinya.

Trekking biasanya berlangsung setidaknya dua hari dan bahkan berbulan-bulan. Tujuannya tidak hanya untuk kesenangan dan mencapai tujuan tertentu, tetapi lebih menikmati perjalanan ribuan kilometer selama trekking.

Sedangkan hiking, memiliki durasi yang lebih pendek, mulai beberapa jam hingga seharian. Selain itu, kegiatan yang satu ini juga dapat menjadi perjalanan dua hari semalam, tapi tidak memakan waktu berhari-hari seperti trekking.

 

Jalur Trekking Lebih Sulit

Durasi trekking yang lebih lama dapat disebabkan oleh medan yang dilalui. Perjalanan saat trekking tidak selalu menggunakan jalur yang sering dilalui maupun telah ditandai.

Kerap kali mereka menjelajah atau bahkan membuka jalur baru di gunung, pantai, hutan, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, trekker cenderung lebih leluasa dengan cara unik mereka menikmati alam yang belum tersentuh. Selain tingkat kesulitannya, jarak yang ditempuh untuk trekking sekitar 50 km hingga 1.000 km.

Berbeda lagi dengan hiking yang sering menggunakan jalur yang telah ditandai. Hiking menjadi perjalanan yang lebih menyenangkan dan tidak terlalu menegangkan dibandingkan trekking. Jaraknya pun lebih dekat, sekitar 30 km dan gak lebih dari 100 km.

 

Hiker dan Trekker Punya Referensi Akomodasi yang Berbeda

Awas Terkecoh! Ini Lho Perbedaan Hiking dan Trekking

Credit Image - kompas.com

Hiker dapat memanfaatkan tempat pemberhentian yang telah disediakan. Karena jalur yang dilalui telah dibuka untuk umum, sehingga mudah menemukan pos peristirahatan. Jika harus bermalam, biasanya juga tersedia petunjuk atau tempat yang cukup aman untuk mendirikan tenda.

Berbeda dengan trekker yang berfokus pada tujuan tertentu. Biasanya tidak melalui jalur yang sama saat berangkat dan pulang. Dengan begitu, mereka cenderung memanfaatkan berbagai akomodasi di sepanjang rute trekking dan menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

 

Trekking Membutuhkan Lebih Banyak Peralatan, Nih!

Kedua aktivitas ini memang mengharuskanmu untuk berjalan kaki di alam terbuka. Sebenarnya, peralatan yang digunakan untuk melakukan kedua aktivitas tersebut tidak jauh berbeda. Hanya saja, saat trekking memerlukan carrier dan kebutuhan logistik yang lebih banyak dibandingkan dengan hiking.

Peralatan lain, seperti tenda, kompas, peta medan, sleeping bag, dan survival emergency kit, penting banget saat trekking. Kamu juga perlu merencanakan dengan matang, ada kalanya di alam terbuka memerlukan peralatan khusus. Hal ini tergantung medan, aksesibilitas ke tempat berlindung, kondisi cuaca, dan kebutuhan fisikmu.

Untuk trekking, setidaknya kamu membutuhkan ransel berukuran 60-80 liter untuk menampung keperluanmu selama perjalanan. Sedangkan untuk hiking cukup membawa ransel berukuran 25-50 liter.

 

Kamu Pemula? Ada Baiknya Mencoba Hiking Dulu

Awas Terkecoh! Ini Lho Perbedaan Hiking dan Trekking

Credit Image - monkeysandmountains.com

Semua perbedaan sebelumnya dapat memberikanmu gambaran kalau trekking lebih sulit dibandingkan hiking. Kesiapan fisik dan latihan untuk melakukan perjalanan berhari-hari tanpa henti, menjadi hal penting sebelum trekking.

Nah, selain kesiapan fisik, mentalmu pun perlu dipersiapkan sebelum memutuskan untuk trekking.

Sedangkan hiking, dianggap lebih mudah dan tepat untuk para pemula, karena jalur yang ada sudah kerap dilalui dan dilengkapi tanda tertentu. Hal ini membuat kegiatan ini dianggap sebagai kegiatan rekreasi yang menantang sekaligus menyenangkan.

Jika tertarik untuk trekking, kamu dapat menjelajahi Kepulauan Mentawai yang memiliki flora dan fauna yang beragam. Bahkan, Kepulauan Mentawai kerap disejajarkan dengan Madagaskar untuk primata endemi.

Kalau kamu suka trekking dengan view pegunungan, ikuti saja Java Four Volcano Summit. Perjalanan ini dimulai dari Yogyakarta dan berakhir di Pantai Pemuteran, Bali. Ada empat gunung berapi yang dilalui, yakni Merbabu, Semeru, Bromo, dan Ijen dengan durasi waktu sekitar 11 hari 10 malam.

Sedangkan untuk hiking, lebih banyak pilihan dan mudah diakses. Seperti perjalanan menuju Air Terjun Tumpak Sewu di Jawa Timur. Tingkat kesulitannya sedang dan membutuhkan waktu 1 jam 20 menit untuk perjalanan pergi dan pulang.

Tempat lainnya adalah Campuhan Ridge Walk, Ubud, Bali dengan jarak sekitar 40 km untuk pergi dan pulang. Tempat ini cocok untuk pemula dengan jalurnya yang mudah. Durasi yang diperlukan sekitar 1-2 jam.

 

Biar Kegiatan Hiking Maupun Trekking Makin Menyenangkan, Jangan Lupa Jaga Kesehatan, Ya!

Untukmu yang tertarik melakukan salah satu dari aktivitas tersebut – atau bahkan keduanya, ingat, jangan lupa untuk menjaga kesehatan tubuhmu. Karena, baik itu hiking maupun trekking, sama-sama bisa menguras tenaga, lho.

Nah, biar kondisi kesehatanmu tetap terjaga, pastikan kamu tetap mendapat waktu istirahat yang cukup – dan menjaga kekebalan tubuh dengan mengonsumsi multivitamin Enervon Active!

Enervon Active mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc.

Deretan vitamin tersebut dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar tak gampang terkena penyakit. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga bisa mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga makanan yang dikonsumsi bisa diubah menjadi energi yang lebih tahan lama, sehingga kamu tak mudah lelah saat beraktivitas.

Untuk mendapatkan produk Enervon Active, kamu bisa mendapatkannya dengan klik di sini, ya.

 

Sekarang, kamu sudah tidak lagi keliru dengan hiking dan trekking, kan? Jadi, jangan sampai tertukar lagi!

 

 

Featured Image – theguardian.com

Source – idntimes.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!