5 Hal yang Harus Diketahui dari Subvarian Baru XBB dan XBC

5 Hal yang Harus Diketahui dari Subvarian Baru XBB dan XBC

font size A Ǎ

Jangan langsung lengah dulu, varian Omicron masih terus bermutasi!

Sampai saat ini, varian virus corona Omicron masih terus bermutasi. Yang tengah menjadi perhatian adalah XBB hingga XBC. Untuk subvarian XBB sendiri pun sudah berhasil masuk ke Indonesia. Jadi, pastikan kamu terus waspada!

Setelah varian Delta yang mengganas di tahun lalu, kini hadir beberapa varian baru yang merupakan turunan dari Omicron, yaitu XBB, pertama kali ditemukan di India – dan varian XBC yang pertama kali ditemukan di Inggris dan sudah sampai ke Filipina.

Meski baru subvarian XBB yang masuk ke Indonesia, tetapi tidak menutup kemungkinan subvarian lainnya, termasuk XBC akan ikut menyusul. Tapi, jangan panik dahulu, ya. Karena, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui terlebih dahulu.

Berikut ini ulasannya.

 

 

1. XBB dan XBC, Kedua Varian Turunan dari Omicron

5 Hal yang Harus Diketahui dari Subvarian Baru XBB dan XBC

Credit Image - halodoc.com

Setelah varian alpha dan delta, kemudian hadir varian omicron. Karena penularan masih cukup tinggi, maka virus pun terus bermutasi dan muncullah varian XBB dan XBC. Keduanya merupakan turunan dari varian omicron, masih dari keluarga yang sama.

Bedanya, XBB merupakan turunan omicron saja, sedangkan XBC merupakan turunan omicron dan delta. Namun, belum ada bukti klinis yang menyatakan gejalanya mirip juga dengan delta. Sampai saat ini pun, belum ada bukti ilmiah bahwa jika terinfeksi varian XBC bisa lebih berat atau bisa anosmia. 

 

2. XBB Sebabkan Gejala Parah pada Orang yang Belum Pernah Covid-19

Setelah 2,5 tahun hidup bersama Covid-19, masih ada orang-orang yang tidak pernah terinfeksi virus tersebut. Orang ini disebut sebagai Covid Naive atau orang-orang yang belum pernah terkena paparan virus corona.

Sayangnya, jika kelompok ini terinfeksi virus omicron varian XBB, gejalanya bisa parah. Menurut laporan di Singapura, kasus XBB yang meninggal didominasi oleh orang yang belum pernah kena Covid-19 – berdasarkan informasi yang dilansir dari PopMama.

 

3. Tetap dapat Terdeteksi Antigen

5 Hal yang Harus Diketahui dari Subvarian Baru XBB dan XBC

Credit Image - alomedika.com

Banyak berita yang beredar di aplikasi chat, seperti WhatsApp grup yang mengatakan bahwa kedua varian ini tidak bisa dideteksi oleh antigen. Hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Karena, ada pasien yang dicek antigen positif dan PCR positif. Kemudian saat dicek whole genom sequencing ternyata terinfeksi varian XBB. 

Jadi hal itu tidak sepenuhnya benar, karena ada yang terdeteksi juga. Sedangkan untuk gejala mereka yang positif antara lain demam, batuk, lemas, sesak, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, mual, muntah, dan diare.

 

4. Gejalanya yang Perlu Diwaspadai

Sejauh ini, gejala subvarian Omicron tampaknya cukup mirip dengan gejala Covid-19 lainnya. Menurut CDC, beberapa gejala yang dimaksud meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Lemas
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot
  • Anosmia, utamanya pada subvarian Omicron XBB
  • Sesak napas pada infeksi yang parah

Jika kamu mengalami deretan gejala di atas, jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

5. Pencegahan yang Dapat Dilakukan

5 Hal yang Harus Diketahui dari Subvarian Baru XBB dan XBC

Credit Image - ottawa.ctvnews.ca

Mutasi bisa saja terjadi, virus turunan baru bisa saja muncul, namun kamu bisa memutus mata rantai tersebut, salah satunya dengan mendapatkan vaksin yang sesuai dengan anjuran pemerintah. Karena, vaksin bisa membantu menjaga tubuh memiliki antibodi untuk melawan virus. 

Selain itu, pastikan kamu selalu menjaga perilaku hidup yang bersih dan sehat. Serta, sadar diri dan bisa menahan diri jika merasa tubuhnya kurang fit. Ingat, beraktivitas boleh saja, namun jangan sampai kendor dengan protokol kesehatan.

Pastikan kamu tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, serta tidak memaksakan diri untuk datang ke acara umum jika merasa sedang sakit.

Dan untuk menghindari infeksi virus, terus optimalkan kekebalan dengan menerapkan pola makan sehat yang dimulai dari mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Serta, lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin Enervon Active.

Enervon Active mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc.

Kandungan vitamin C dan zinc di dalamnya dapat membantu menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Selain itu, kandungan vitamin B kompleksnya akan membantu optimalkan proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama, sehingga tak mudah lelah saat beraktivitas!

Yuk, segera dapatkan multivitamin andalan satu ini dengan mengunjungi official store Enervon, ya.

 

Jadi, itulah berbagai hal yang harus diketahui mengenai subvarian Omicron XBB dan XBC yang menjadi salah satu penyebab kenaikan kasus positif di berbagai negara. Yuk, terus waspada akan penularan virus, ya!

 

 

Featured Image – ilovelife.co.id

Source – popmama.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!