5 Rekomendasi Museum di Jakarta, Sayang Kalo Gak Dikunjungi

5 Rekomendasi Museum di Jakarta, Sayang Kalo Gak Dikunjungi

Masih bingung mau melakukan apa di akhir pekan nanti? Kalau kamu bosan jalan-jalan ke mall, mengunjungi museum di Jakarta bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik dan pastinya menyenangkan, lho.

Jakarta memiliki banyak museum yang dapat kamu kunjungi. Yap, setidaknya ada 30 museum dengan berbagai tema, mulai dari kedokteran, perbankan, dan keuangan. Saking banyaknya, mungkin saja banyak orang belum mengetahui keberadaan tempat tersebut – atau bahkan belum pernah mengunjunginya.

Untuk kamu yang ingin berkunjung ke salah satu museum di Jakarta, berikut 7 rekomendasi yang wajib disimak secara seksama. Yuk, baca tuntas informasi di bawah ini, ya!

 

 

1. Museum Kebangkitan Nasional

5 Rekomendasi Museum di Jakarta, Sayang Kalo Gak Dikunjungi

Credit Image - kabare.id

Museum di Jakarta satu ini berlokasi dekat dengan RSPAD Gatot Soebroto. Bangunannya pun khas – dan dilengkapi dengan pintu masuk mirip benteng kerajaan. Maklum saja, dulunya museum ini merupakan bekas sekolah kedokteran STOVIA pada zaman penjajahan Belanda.

Museum yang buka mulai jam 08:00 hingga 16:00 ini akan membuatmu merinding sekaligus bersemangat saat menyaksikan beragam benda koleksinya.

Museum Kebangkitan Nasional memiliki sejumlah ruangan dengan masing-masing benda koleksi. Salah satu benda koleksi yang paling bikin bergidik adalah alat kedokteran yang berfungsi membelah kepala manusia.

Alat yang ditempatkan di dalam lemari kaca ini terbuat dari besi yang memanjang dengan pemutar mirip roda di bagian ujungnya. Jika dibandingkan dengan masa sekarang, alat kedokteran yang dimiliki sekolah STOVIA memang sangat konvensional. Kamu juga bisa melihat deretan pisau bedah dengan bentuknya yang sudah sulit ditemukan di masa sekarang.

Bergeser ke ruangan lain di sebelahnya, terdapat diorama ruangan asrama kedokteran. Saat masuk, ruangan ini membuat pengunjung seperti kembali ke masa lalu. Ruangan besar itu berisi banyak tempat tidur yang diatur berbaris beriringan, dengan meja kecil, lemari kecil dan jas putih milik dokter yang digantung di setiap sisinya. Ya, ruangan itu adalah contoh asrama kedokteran pada masa itu.

Harga tiket masuk: Rp2.000 untuk dewasa, dan Rp1.000 untuk anak-anak.

 

2. Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti yang berada di Jalan Tanah Abang ini sebelumnya merupakan area pemakaman elite di masa kolonial Belanda. Koleksi museum ini cukup menyeramkan, atau bahkan justru menarik untuk sebagian orang, mulai dari batu nisan hingga peti jenazah yang pernah membawa Presiden ke-1 RI dan wakilnya.

Di bagian depan museum, kamu bisa melihat sebuah tiang dengan lonceng yang tergantung di atasnya. Dulunya, lonceng ini biasa dibunyikan jika ada orang meninggal yang akan dimakamkan di sini.

Sejumlah tokoh berpengaruh dimakamkan di sini, sebut saja Olivia Raffles yang merupakan istridari Thomas Raffles, yang dikenal sebagai penemu Singapura. Selain itu, kamu juga bisa menemukan makam Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa yang terkenal dari Universitas Indonesia.

Kamu tertarik mengunjungi museum di Jakarta satu ini, gak?

Harga tiket masuk: Rp5.000 per orang.

 

3. Museum Hakka Indonesia

5 Rekomendasi Museum di Jakarta, Sayang Kalo Gak Dikunjungi

Credit Image - flickr.com

Museum Hakka adalah museum di Jakarta yang berisi beragam informasi mengenai kaum Tionghoa di Indonesia. Kata “hakka” sendiri berasal dari sebuah suku di Tiongkok yang melakukan perjalanan ke nusantara ratusan tahun lalu, yaitu suku Han yang dikenal dengan kemahirannya meracik obat-obatan tradisional. “Hakka” bisa berarti tamu atau pendatang.

Berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, museum ini terdiri dari tiga lantai dan dibagi menjadi tiga sub museum, yaitu Museum Hakka Indonesia, Museum Tionghoa Indonesia, dan Museum Yodding Hakka Indonesia.

Di dalamnya, kamu bisa melihat perabot rumah tangga khas suku Han di masa lalu seperti perlengkapan tidur. Ada juga stoples dan botol dalam berbagai ukuran yang digunakan untuk meramu obat-obatan, serta deretan foto suku Han dari masa ke masa.

Harga tiket masuk: Gratis, sudah termasuk tiket masuk TMII

 

4. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum di Jakarta yang satu ini berlokasi di tengah kota, tidak jauh dari Bundaran Hotel Indonesia. Tepatnya, di sebelah gedung Bappenas, Taman Suropati. Apa yang menarik? Museum ini banyak menceritakan sejarah kemerdekaan Indonesia, termasuk bagaimana naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.

Kalau sudah puas menjelajah, cobalah ke taman belakang museum. Di taman belakang ini ada sebuahbunkerbawah tanah yang digunakan sebagai tempat persembuyian jika ada serangan dari pihak musuh.

Maklum, gedung ini dulunya adalah kantor pemerintahan di era kolonial, jadi dibutuhkanbunkersebagai pengaman. Terdapat anak tangga ke bawah yang bisa digunakan untuk memasukibunker. Sayangnya, bagian jalan tembusan bunker sudah ditutup, sehingga hanya tersisa sedikit ruang.

Harga tiket masuk: Rp2.000 per orang.

 

5. Museum Bank Indonesia

5 Rekomendasi Museum di Jakarta, Sayang Kalo Gak Dikunjungi

Credit Image - alacasa.id

Rekomendasi museum di Jakarta yang terakhir, yaitu museum bank Indonesia. Tempat ini pun pasti sudah sangat terkenal di kalangan penikmat wisata Jakarta.

Selain lokasinya yang berdekatan dengan beberapa museum lainnya, museum ini juga dekat dengan kota tua. Sebenarnya, tidak ada yang istimewa jika berkunjung pada jam dan hari biasa. Yang istimewa adalah jika kamu bisa ikut jadwal kunjungan pada malam hari.

Museum Bank Indonesia yang memiliki arsitek kuno khas zaman Belanda akan lebih menantang jika dikunjungi pada malam hari. Apalagi, jika kamu menelusuri area brankas tempat penyimpanan uang. Suasana malam dan siang akan sangat terasa perbedaannya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal kunjungan malam ini bisa kamu tanyakan kepada pihak museum sehingga bisa kamu bisa siap-siap meluangkan waktu dari jauh-jauh hari.

Harga tiket masuk: Rp5.000 per orang, dan gratis untuk pelajar dan mahasiswa.

 

Berkunjung ke museum di Jakarta pada akhir pekan memang pilihan yang menyenangkan, ya? Namun, biar kegiatan lebih maksimal, yuk, konsumsi multivitamin Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc.

Deretan vitamin tersebut dapat membantu menjaga daya tahan tubuh agar tak gampang terkena penyakit. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga bisa mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga makanan yang dikonsumsi bisa diubah menjadi energi yang lebih tahan lama, sehingga kamu tak mudah lelah saat berkendara.

Untuk mendapatkan produk Enervon Active, kamu bisa mendapatkannya dengan klik di sini, ya!

 

 

Featured Image – arsitag.com

Source – Traveloka.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!