Sesak napas merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh siapa saja. Kondisi ini dapat menyebabkan dada terasa nyeri, bahkan ada yang merasakan seprti dililit tali yang kuat. Selain itu, napas juga terasa lebih pendek dan terkadang disertai bunyi ngik-ngik.

Jika sudah merasakan demikian, ada beberapa langkah untuk mengatasi sesak napas secara tepat.

Cara mengatasi sesak napas mungkin bisa berbeda setiap orangnya. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar kamu dapat kembali bernapas lega. Apa saja cara tersebut? Berikut ini ulasannya.

 

 

1. Bernapas Lewat Hidung dan Mulut

Credit Image - kumparan.com

Bernapas lewat mulut adalah cara sederhana dan cepat untuk mengatasi sesak napas. Menarik dan membuang napas lewat mulut memungkinkanmu mengambil udara lebih banyak, sehingga setiap embusan napas lebih dalam dan efektif. Membuang napas lewat mulut juga dapat membantu melepaskan udara yang terperangkap di paru-paru.

Namun, melegakan pernapasan dengan cara ini tidak bisa sembarangan. Berikut cara bernapas lewat mulut untuk mengatasi gejala sesak napas.

  • Lemaskan otot bahu dan leher.
  • Perlahan-lahan ambilah napas dari hidung tahan selama beberapa detik.
  • Kerucutkan bibir seolah-olah akan bersiul.
  • Buang napas secara perlahan lewat mulut.

Kamu dapat menggunakan cara ini kapan saja setiap kali mengalami sesak napas. Terutama setiap kali habis mengangkat benda berat, naik tangga, membungkuk, dan lain sebagainya.

 

2. Duduk di Kursi

Cara mengatasi sesak napas lainnya adalah dengan duduk di kursi. Istirahat sambil duduk dapat membantu merilekskan tubuh dan melegakan pernapasan. Ketika dada mulai terasa sesak, segera cari kursi dan duduk dengan kedua kaki mantap memijak ke lantai.

Condongkan dada sedikit ke depan dan letakkan siku di atas kedua lutut. Kamu juga bisa menopang dagu dengan kedua tangan. Pastikan otot leher dan bahu tetap rileks. Kemudian ambil napas dalam pelan-pelan lewat hidung, dan embuskan secara perlahan.

 

3. Merebahkan Kepala di Meja

Credit Image - timesindonesia.co.id

Jika sesak napas kambuh saat sedang duduk berhadapan meja, segera rebahkan kepala di atasnya sebagai cara mengatasi masalah ini. Bagi beberapa orang, posisi duduk seperti ini dinilai lebih nyaman untuk mengatur napas.

Berikut panduannya:

  • Duduk di kursi dengan kaki menapak di lantai dan posisi badan menghadap meja.
  • Lipat kedua tangan di atas meja dan rebahkan kepala pada lengan.
  • Atur napas pelan-pelan lewat hidung, atau bisa juga lewat mulut sampai terasa lebih lega.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan benda-benda empuk yang ada di sekitar sebagai bantalan kepala.

 

4.  Berbaring

Banyak orang yang mengalami sesak napas ketika sedang tertidur. Selain membuat tidak nyaman, hal ini juga dapat mengurangi kualitas tidur. Maka ketika kamu terbangun karena merasa sesak napas, dalam keadaan masih di atas kasur segera atur posisi badan jadi berbaring telentang sebagai cara mengatasi masalah ini.

Sangga kepala dengan bantal agar posisi kepala lebih tinggi dari jantung. Selipkan guling atau bantal tebal di bawah lutut. Pastikan punggung tetap dalam posisi lurus dan kedua tangan lurus di sisi badan.

Posisi rebahan ini membantu melebarkan saluran udara yang terhambat, sehingga kamu jadi bisa bernapas lega.

 

5. Menggunakan Kipas Angin

Credit Image - health.detik.com

Penelitian dari Journal of Pain and Symptom Management melaporkan, aliran udara sejuk dapat membantu melancarkan pernapasan. Nah, kamu bisa mengarahkan kipas angin atau kipas angin portable (genggam) ke wajah sebagai cara mengatasi sesak napas.

 

Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik itu medis maupun non-medis. Jika akibat medis, termasuk karena serangan infeksi virus, maka untuk menghindari risiko sesak napas, pastikan kamu sudah menjaga tubuh dari serangan penyakit dengan menguatkan kekebalan.

Terapkan selalu gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, minum air putih yang cukup, serta mengelola stres dengan baik. Dan, jangan lupa lengkapi gaya hidup sehatmu dengan rutin mengonsumsi multivitamin Enervon Active, ya!

 

 

Featured Image – yesdok.com

Source – hellosehat.com