Campak pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Campak pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Siapa sih yang tidak mengenal penyakit campak? Terlebih orangtua, pasti sudah paham betul bahwa penyakit ini seringkali menyerang anak-anak, bahkan bisa berbahaya dan berisiko menyebabkan kematian.

Untuk mencegah infeksi campak pada anak – atau mengurangi risiko berbahayanya, pastikan Si Kecil sudah mendapatkan imunisasi campak, ya!

Virus campak sendiri penularannya bisa dari mana saja, seperti udara, batuk atau bersin seseorang yang terinfeksi, dan benda-benda yang mungkin sudah terkontaminasi. Kalau sudah tertular, nantinya virus akan menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Biasanya penderita campak harus melakukan isolasi mandiri di rumah, sebisa mungkin tidak keluar atau bepergian hingga benar-benar sembuh, ya. Hal ini dilakukan agar virus tidak menular ke orang di sekitar.

Nah, biar moms dan dads bisa melakukan penanganan yang tepat, berikut ini gejala dan cara mengatasi campak pada anak yang harus diketahui.

 

 

Gejala Campak pada Anak

Campak pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Credit Image - health.grid.id

Campak adalah infeksi pernapasan yang sangat menular. Ini menyebabkan ruam kulit total dan gejala mirip flu. Dilansir dari Kids Health, campak atau rubeola disebabkan oleh virus, jadi tidak ada perawatan medis khusus untuk mengatasinya.

Karena itu, jika terjadi campak, maka Si Kecil harus minum banyak cairan, banyak istirahat, tinggal di rumah dan tidak ke sekolah atau tempat penitipan anak untuk mencegah penyebaran infeksi.

Mengutip Journal of American Medical Association, gejalanya bisa termasuk konjungtivitis, yang kadang-kadang disebut pinkeye. Si Kecil juga biasanya akan mengalami batuk, pilek, dan demam tinggi.

Campak yang dialami anak dapat menyebabkan gejala seperti diare atau infeksi telinga. Setelah anak dengan campak sakit selama 2 sampai 3 hari, biasanya muncul ruam.

Ruam dimulai pada wajah dan menyebar ke kulit bawah menuju kaki. Ruam ini bisa bertahan lebih dari seminggu sebelum hilang. Selain itu, anak-anak juga mungkin memiliki bintik-bintik merah kecil dengan warna biru-putih di bagian tengahnya di dalam mulut sebelum muncul ruam. Dan, ruam biasanya akan pecah 3-5 hari setelah gejala mulai.

Penting dicatat, bahwa penyakit campak sangat menular. Faktanya, 9 dari 10 orang yang tidak divaksinasi campak akan terinfeksi campak jika berada di dekat orang yang terinfeksi.

Campak bisa berbahaya, terutama jika terjadi pada bayi dan anak kecil. Konsekuensi negatif dari campak dapat mencakup pneumonia (infeksi paru-paru yang serius), kerusakan otak, tuli, atau bahkan kematian.

 

Berbagai Penyebabnya

Campak pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Credit Image - lifepack.id

Mengutip Mayo Clinic, campak pada anak adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus yang bereplikasi di hidung dan tenggorokan anak, atau orang dewasa yang terinfeksi.

Bila Si Kecil yang terinfeksi campak batuk, bersin atau berbicara, tetesan atau droplet yang terinfeksi bisa menyemprot ke udara, di mana orang lain dapat menghirupnya.

Tetesan yang terinfeksi ini juga dapat jatuh di permukaan, di mana virusnya tetap aktif dan menular selama beberapa jam. Orang lain dapat tertular virus dengan meletakkan jari-jari di mulut atau hidung atau menggosok mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.

Selain itu, ada kelompok yang termasuk rentan terinfeksi campak, seperti:

  • Tidak divaksinasi
  • Sering bepergian ke luar negeri, terlebih negara-negara berkembang yang lebih rentan menginfeksi campak pada anak
  • Kekurangan vitamin, terutama vitamin A, kemungkinan besar anak bisa memiliki gejala dan komplkasi campak yang lebih parah

 

Cara Tepat Atasi Campak

Campak pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Cara Atasinya

Credit Image - alodokter.com

Saat ini memang masih belum dijumpai terapi spesifik untuk campak pada anak. Biasanya, campak tanpa komplikasi akan hilang dengan sendirinya, dalam waktu 7-10 hari setelah infeksi terjadi. Meski demikian, ada sejumlah obat-obatan serta langkah yang bisa moms dan dads coba sebagai terapi untuk mengatasi dan mencegah virus satu ini.

1. Memberi obat penurun demam

Moms dan dads dapat memberikan obat yang berfungsi menurunkan demam dan meringankan nyeri badan. Namun, sebelum memberikannya kamu bisa berkonsultasi dahulu dengan dokter, ya.

 

2. Minum air putih

Perawatan campak pada anak akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak. Bentuk pengobatan juga tergantung pada seberapa parah kondisinya. Mengutip Stanford Children's Health, moms dan dads dapat memastikan agar Si Kecil minum lebih banyak cairan, setidaknya minum air putih 6-8 gelas per hari, untuk mencegah dehidrasi.

 

3. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup juga dapat membantu sistem pertahanan tubuh jika mengalami campak pada anak.

Sebagai tips, kamu bisa menggunakan humidifier untuk mengurangi batuk dan nyeri tenggorokan. Bila tidak memiliki humidifier, letakkan semangkuk air hangat, lalu campur satu sendok teh perasan air lemon dan dua sendok madu.

 

4. Mengobati sakit mata

Karena gejala mata merah atau pinkeye, moms dan dads bisa melakukan pengobatan terhadap mata merah sebagai gejala campak pada anak.

Mengutip National Health Service, lakukan dengan lembut ketika hendak membersihkan kerak dari kelopak mata dan bulu mata Si Kecil dengan menggunakan wol kapas yang dibasahi air. Selain itu, tutup tirai atau redupkan lampu untuk membantu jika cahaya terang menyakiti mata anak.

 

5. Mengobati gejala seperti pilek

Jika Si Kecil memiliki gejala seperti pilek atau batuk karena campak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu ia merasa lebih nyaman. Misalnya, mungkin membantu anak untuk duduk di kamar mandi yang panas dan beruap, atau meletakkan handuk basah untuk melembapkan udara, yang dapat membantu meredakan batuk.

Si Kecil juga bisa minum minuman hangat, terutama yang mengandung lemon atau madu, sehingga dapat membantu merelaksasi saluran udara, mengendurkan lendir, dan meredakan batuk karena campak pada anak.

Tetapi ingat, penggunaan madu tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah 12 bulan, ya!

 

6. Melihat tanda-tanda yang lebih serius

Jika Si Kecil menderita campak, kamu harus mengawasi tanda-tanda komplikasi serius pada campak yang kadang-kadang dapat terjadi. Tanda-tanda masalah yang lebih serius termasuk sesak napas, sakit dada yang tajam dan terasa lebih buruk saat bernapas, batuk darah, rasa kantuk, kebingungan, kejang.

 

Jadi, itulah berbagai informasi mengenai campak pada anak yang perlu diketahui. Jika anak mulai menunjukkan gejala dari penyakit ini – dan tak kunjung membaik, maka sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan tepat.

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – orami.co.id


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!