Semua orang tua pasti ingin anak-anaknya tumbuh dengan tubuh yang sehat dan kemampuan berpikir yang berkembang sesuai dengan usianya. Hal ini sering kali dikaitkan dengan karakter anak aktif, baik itu ketika sendiri maupun saat bertemu dengan teman-temannya. Pada level yang perlu dikhawatirkan, anak-anak juga bisa memiliki gangguan hiperaktif. Sayangnya, masih ada orang tua yang menganggap anak aktif itu sama dengan hiperaktif dan menjadikannya masalah yang harus diatasi. Untuk itu, mari mengenal ciri-ciri anak aktif dan bedanya dengan anak hiperaktif.

Karakter Anak Aktif

1. Memiliki Kemampuan Fokus yang Lebih Baik

Anak aktif memiliki fokus atau mampu memusatkan perhatian pada satu hal jauh lebih baik. Misalnya pada mainan atau aktivitas belajar favorit mereka. Bila anak-anak memiliki fokus yang mudah teralihkan dan cenderung cepat berubah, hal tersebut adalah normal. Sedangkan anak hiperaktif tidak mampu fokus pada satu hal meskipun dia suka pada hal tersebut. Mereka cenderung banyak bergerak sehingga fokus dan perhatian sulit didapatkan.

2. Mampu Memproses Informasi Lebih Cepat dan Tepat

Karena fokusnya mudah didapatkan, anak yang aktif juga mampu memproses informasi lebih cepat dan akurat. Biasanya hal ini diimbangi dengan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga pendekatan cara belajar yang sesuai akan meningkatkan daya kerja otaknya. Sedangkan anak hiperaktif kurang bisa menerima informasi dengan tepat sehingga cara belajar mereka juga berbeda dengan anak aktif.

3. Mudah Diajak Bicara dan Menangkap Kosakata

Dalam berbicara, anak aktif mampu menangkap maksud dari lawan bicaranya lebih mudah. Bahkan ketika diajarkan dengan kosakata yang baru, mereka relatif lebih mudah menerima. Sedangkan anak hiperaktif cenderung sulit diajak berbicara meskipun mereka banyak berbicara. Hal ini karena anak hiperaktif sering teralihkan dengan topik lain atau lawan bicara yang lain.

4. Mampu Menjalankan Instruksi dengan Baik

Berkaitan dengan poin sebelumnya, mereka mampu menjalankan instruksi dari lawan bicara lebih baik karena mudah memahami ucapan orang lain. Tidak hanya instruksi tunggal, mereka juga mampu menyusun, merencanakan, dan mengelola beberapa aktivitas sekaligus. Bahkan hal detail mampu mereka perhatikan dalam menyelesaikan masalah. Sehingga meski terlihat memiliki energi yang meledak, mereka tetap mampu menyelesaikan sebuah tugas. Sedangkan anak hiperaktif kurang bisa menjalankan hal-hal tersebut akibat beberapa faktor yang telah dijelaskan di atas.

5. Bisa Mengontrol Emosi Lebih Baik

Selain menangkap informasi, anak yang aktif juga mampu meluapkan emosinya secara terkontrol. Mereka akan menangis, sedih, marah, atau tantrum ketika ada pemicu yang jelas, seperti mainannya rusak, makanannya tumpah, dan sebagainya. Hal ini wajar karena mereka sedang dalam tahap awal perkembangan emosional. Namun pada anak hiperaktif, mereka cenderung mudah kewalahan mengelola emosi sehingga lebih sensitif. Ketika emosinya tidak stabil, anak hiperaktif tidak mampu mengontrol perilakunya. Contoh kecil saat tantrum, mereka terlihat merengek dan menangis tanpa mengeluarkan air mata.

6. Memahami Waktu Istirahat ketika Lelah

Anak aktif juga bisa memiliki banyak aktivitas yang membutuhkan kemampuan fisik dan daya pikir. Meskipun begitu, mereka memahami apa yang harus dilakukan ketika tubuh sudah lelah. Baik itu berupa mengistirahatkan seluruh anggota badan sejenak maupun dalam bentuk tidur. Hal ini juga memengaruhi tercukupinya kebutuhan waktu istirahat mereka sehari-hari. Namun pada anak hiperaktif sering kali tetap memiliki gerakan-gerakan kecil meski sedang istirahat. Contoh kecilnya adalah terus menggerakkan kaki dan/atau kepala saat duduk. Ketika tiba saatnya tidur, mereka cenderung memiliki jam tidur yang lebih singkat dibanding kebutuhan normalnya.

7. Lebih Mudah Membangun Hubungan Sosial

Karena kontrol emosi dan kemampuan berbicara yang baik, anak aktif lebih mudah membangun hubungan sosial. Baik itu dengan teman sebayanya maupun dengan orang yang lebih tua seperti guru. Hal ini juga akan berpengaruh dalam jangka panjang sampai mereka tumbuh dewasa. Sedangkan anak hiperaktif sedikit kesulitan dalam hal ini sehingga membutuhkan perlakuan khusus agar gangguan bersosialisasinya dapat diatasi.

Tips Memenuhi Kebutuhan Energi Anak Aktif

Terlihat bukan bahwa anak aktif pun membutuhkan energi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Dengan mengenali karakter anak aktif di atas, kamu bisa lebih tepat dalam memenuhi kebutuhan hariannya. Selain membantu pertumbuhan, kebutuhan energi yang cukup dapat mencegah anak aktif terserang penyakit. Ikuti beberapa tips memenuhi kebutuhan energi anak di bawah ini.

1. Memiliki Pola Makan Teratur

Pola makan yang teratur dapat meningkatkan fungsi sistem metabolisme dalam tubuh. Hal inilah yang akan mendukung lancarnya aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan anak-anak memiliki jam makan yang kurang lebih sama setiap harinya. Mengonsumsi snack sehat dianjurkan karena tubuh yang sehat memang butuh asupan setiap 4-5 jam sekali.

2. Jangan Meninggalkan Sarapan

Untuk mendukung konsentrasi dan daya ingat anak aktif, jangan sampai melewatkan sarapan. Setelah tidak makan semalaman saat tidur, tubuh memiliki kadar gula darah yang rendah sehingga membutuhkan kalori cukup sebelum memulai hari. Selain itu, aktivitas fisik juga akan lebih maksimal dan penuh energi jika anak-anak telah makan pagi.

3. Asupan Makan Seimbang

Tidak boleh asal kenyang, menu makannya pun harus mampu memenuhi kebutuhan gizi seimbang setiap hari. Mulai dari karbohidrat, protein, serat, hingga lemak diberikan dengan komposisi yang tepat. Usahakan dalam sekali makan, mereka mendapatkan asupan 50% karbohidrat, 10-15% protein, 10% vitamin dan mineral, dan 30% lemak. Bagi anak-anak, lemak tidak jenuh dibutuhkan sebagai sumber energi.

Meski termasuk dalam nutrien mikro karena hanya perlu 10% setiap harinya, vitamin dan mineral memiliki manfaat yang sama besarnya dengan nutrien makro (karbohidrat, lemak, dan protein). Buah dan sayuran hijau memiliki kandungan vitamin dan mineral yang banyak sehingga pastikan mereka mendapatkannya, ya.

4. Konsumsi Vitamin Pendukung

Sayangnya, anak-anak terkadang sulit makan sayuran karena berbagai alasan. Maka dari itu, jangan ragu memberikan anak aktif multivitamin tambahan jika memang diperlukan. Saat ini sudah banyak vitamin bagi anak, yang bisa menjadi bahan campuran saat masak atau dikonsumsi langsung. Jadi, meskipun tidak suka makan sayur dan buah, anak-anak tetap memiliki energi yang cukup.


Berkaitan dengan tips terakhir, pastikan kamu memilih jenis dan karakter vitamin tambahan yang sesuai dengan kebutuhannya ya. Enervon-C hadir dengan kandungan vitaminnya yang lengkap dan rasa sirup yang mudah dinikmati anak-anak. Selain menjaga daya tahan tubuh, makanan tambahan ini juga membantu anak tetap aktif selama masa pertumbuhan. Dapatkan produk yang original melalui toko official sekarang juga.