Virus corona yang berasal dari Wuhan, China diprediksi bisa menghilang menjelang musim panas. Penyebaran virus ini juga diduga berkaitan dengan kondisi iklim di dunia.

Dilansir dari Channel News Asia, seorang peneliti dari Sekolah Kedokteran Yong Loo Lin Lin National University of Singapore mengatakan bahwa virus corona bisa menghilang seiring dengan meningkatnya suhu di China menjelang musim panas.

Asumsi ini berasal dari teori bahwa mewabahnya virus corona memiliki pola musiman seperti penyakit influenza dan SARS. Menjelang musim panas, penyakit- penyakit seperti ini menurun ketika suhu udara mulai memanas. Di negara- negara iklim sedang seperti China dan Amerika Serikat, musim flu biasanya dimulai pada bulan Desember dengan puncaknya pada bulan Januari sampai Februari. Dan setelah bulan Februari, kasus flu pun biasanya akan menurun.

Credit: health.detik.com

SARS menghilang di musim panas utara tahun 2003 dan tidak muncul lagi secara signifikan sejak itu. Musim flu dan virus pernapasan lainnya dianggap berhubungan dengan faktor- faktor yang mempengaruhi infeksi orang ke orang, hingga terkair dengan iklim seperti kekeringan, suhu udara sekitar, dan radiasi matahari.

Selain itu, faktor manusia juga berkontribusi terhadap penyebaran influenza selama musim dingin, karena banyak orang yang lebih menghabiskan waktunya di dalam ruangan, dan mungkin memiliki kontak yang lebih dekat dengan orang lain di ruangan yang sama.

Virus corona sangat mirip dengan virus yang menyerang saluran pernapasan lainnya seperi flu biasa, yang disebabkan oleh air liur atau dahak dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung melalui bersin atau batuk, maupun melalui kontak.

Penyebaran terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, sehingga secara tidak sengaja menularkan virus.

Penelitian telah menunjukkan bahwa tetesan pernapasan ini menyebar lebih jauh ketika udaranya dingin dan kering. Virus corona disebutkan bisa bertahan 30 kali lebih lama di tempat- tempat dengan suhu 6 derajat celcius dibandingkan dengan tempat yang suhunya mencapai 20 derajat celcius.

Asia Tenggara Dengan Iklim Tropis Kuat Lawan Virus Dibandingkan China

Credit: kompas.com

Belum lama ini, para ilmuwan dari Universitas Hong Kong (HKU) menunjukkan bahwa suhu rendah dan kelembaban yang relatif rendah memungkinkan virus corona bertahan lebih lama daripada suhu dan kelembaban tinggi. Dan ini mungkin mengapa negara- negara Asia Tenggara yang hangat belum terjangkit.

Jadi, sama seperti influenza, virus corona dapat melambat ketika matahari mulai bersinar lebih banyak dan memiliki cuaca yang lebih hangat.

Meskipun sampai saat ini di Indonesia belum ada yang terjangkit virus corona, tetapi kamu tetap harus menjaga kesehatan agar sistem imun terjaga. Kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat dan bersih, seperti:

  • Pertama, yang paling penting adalah menjaga sistem imun tubuh, dengan mengonsumsi multivitamin dari Enervon-C yang mengandung vitamin C dan B kompleks untuk membantu jaga daya tahan tubuh, agar tidak mudah sakit.
  • Ketika sistem imun tubuhmu tinggi, maka tubuh pun akan terhindar dari berbagai macam virus maupun penyakit.
  • Sering mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Pastikan kuku dan jari bersih.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak bersih.
  • Tutup mulut dan hidung ketika bersin dengan menggunakan tisu atau masker, setelah itu buang tisu atau masker dan cuci tangan. Jika tidak ada tisu, gunakan lengan untuk menutupi hidung dan mulut ketika bersin. Hindari menutup hidung dan mulut dengan menggunakan telapak tangan.
  • Bersihkan benda- benda yang ada di sekitarmu.
  • Terapkan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, cukupi kebutuhan air, dan olahraga rutin.

 

 

Featured Image - jakartanotebook.com