Sisi Positif dan Negatif Diberlakukannya PSBB Untuk Menekan Penularan Covid-19

Sisi Positif dan Negatif Diberlakukannya PSBB Untuk Menekan Penularan Covid-19

font size A Ǎ

Sampai sekarang ini, karantina wilayah mandiri atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinilai menjadi salah satu langkah yang cukup efektif untuk menekan angka penularan virus corona atau Covid-19. Namun dalam penerapannya, tentu ada sisi positif dan negatif dari sistem ini.

Melonjaknya angka yang menunjukan orang positif virus corona tentu membuat siapapun yang mengetahuinya mendapatkan tekanan tersendiri. Menjadi lebih berhati-hati dalam ruang publik dengan menjaga jarak, dan tentu menjadi lebih memerhatikan kebersihan dan kesehatan.

Terkait dengan kebersihan dan kesehatan, banyak orang sekarang ini sudah menerapkan beberapa langkah untuk tetap bersih. Seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker ketika berada di ruang publik, sampai memastikan apa yang mereka konsumsi tetap bisa membantu mereka menjaga daya tahan tubuh untuk terus optimal.

 

 

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya kalau orang yang memiliki daya tahan tubuh optimal, tentu akan sulit untuk terjangkit virus tersebut. Oleh karena itu kamu mesti memastikan daya tahan tubuh terus terjaga dengan mengonsumsi makanan bernutrisi dan multivitamin secara rutin.

Terlepas dari penjagaan yang dimulai dari diri sendiri – kamu juga mesti mentaati sistem social distancing serta physical distancing yang sekarang dibungkus dengan payung lebih besar seperti PSBB ini. Tetap berada di rumah, dan tidak keluar jika tidak darurat adalah langkah penting untuk menekan angka penularan virus corona.

Namun seperti yang sudah dijelaskan atau disebutkan di atas sebelumnya, dalam penerapannya tentu ada sisi positif serta negatif. Penasaran apa saja dua sisi tersebut? Secara informatif – berikut dua sisi dibalik diterapkannya sistem PSBB di berbagai daerah di Indonesia.

 

Dua Sisi Dibalik Penerapan PSBB

Sisi Positif dan Negatif Diberlakukannya PSBB Untuk Menekan Penularan Covid-19

credit: tempo.co

 

Sisi Positif Penerapan PSBB

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, pelaksanaan karantina wilayah atau PSBB dengan sistematis dan terencana, bisa efektif menangkal masuknya kasus baru atau memperlambat penularan virus corona yang ada di daerah tersebut.

Hal ini terkait dengan penelitian yang ada di Tiongkok, tepatnya di kawasan Hubei yang melakukan karantina wilayah selama 2 bulan, dan akhirnya paparan virus tersebut tidak meluas ke kota lainnya.

Kesuksesan tersebut juga terdapat di benua Australia yang dinilai cukup sukses untuk menekan angka terjangkitnya positif virus corona dan angka kematian yang rendah. Australia menerapkan kombinasi isolasi wilayah, karantina mandiri dan penjagaan jarak yang sistematis dan terencana dengan baik.

Hal ini membuat negara tersebut mempunyai data angka kematian terkait paparan virus corona cukup rendah. Warga negaranya cukup kompak untuk disiplin tidak keluar rumah, saling membantu dengan penyediaan bahan pokok sampai sterilisasi tempat-tempat umum.

Terlepas dari berbagai hal positif di atas – seperti uang koin, ada satu sisi yang tidak bisa lepas juga, sisi negatif. Penasaran apa sih sisi negatifnya dari penerapan PSBB atau karantina mandiri wilayah ini? Sila simak terus bahasan ini sampai habis.

 

Sisi Negatif Penerapan PSBB

Percaya atau tidak – kalau penerapan PSBB atau karantina wilayah yang mandiri atau wilayah tersebut tiba-tiba mengisolasi diri tanpa ada persetujuan pihak terkait, ini menjadi bentuk ketidakpuasan atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini.

Mereka akhirnya mengambil langkah ini karena tidak mau warga di dalamnya terjangkit virus berbahaya itu. Untuk menerapkan PSBB – membutuhkan banyak persetujuan pihak. Salah satunya pihak Kementerian Kesehatan yang beberapa hari lalu baru memberikan persetujuan untuk PSBB di Jakarta.

Hal lain dibalik penerapan PSBB adalah dampak ekonomi yang diterima warga daerah tersebut. Sekarang sudah cukup banyak berita para pegawai yang akhirnya di rumahkan. Hal ini tentu berpengaruh kepada tingkat kesejahteraan masyarakat.

Lamanya durasi PSBB atau karantina wilayah mandiri itu juga bisa memicu permasalahan sosial atau konflik. Hal ini terkait dengan kepercayaan masyarakat dengan pemerintah dalam upaya menyelesaikan pandemi ini.

 

 

Nah bagaimana? Kamu sudah paham dua sisi dibalik penerapan PSBB? Hal ini sepertinya tidak bisa dihindari karena memang sangat berkaitan. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan kita semua bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

 

Feature Image – detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!