Sering Dilakukan, Multitasking Ternyata Dapat Sebabkan Dampak Buruk!

Sering Dilakukan, Multitasking Ternyata Dapat Sebabkan Dampak Buruk!

font size A Ǎ

Banyaknya tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas, membuat banyak pekerja menerapkan metode multitasking. Selain itu, perusahaan di zaman sekarang, juga cenderung mencari pekerja yang memiliki kemampuan multitasking.

Multitasking sendiri merupakan kondisi di mana kamu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Misalnya, mengerjakan pekerjaan dari beberapa proyek yang berbeda, mengelola beberapa akun media sosial sembari mengerjakan tugas lainnya, atau melakukan revisi sembari membicarakan pekerjaan dengan rekan kerja.

Meski dapat membuatmu terlihat sebagai karyawan potensial, tapi multitasking ternyata memiliki dampak negatif. Apa saja dampak tersebut? Berikut ini ulasannya.

 

5 Dampak Negatif Multitasking

Sering Dilakukan, Multitasking Ternyata Dapat Sebabkan Dampak Buruk!

Sering Dilakukan, Multitasking Ternyata Dapat Sebabkan Dampak Buruk! / Credit: wooclap.com

Produktivitas Menurun

Multitasking dianggap dapat mempercepat proses pengerjaan tugas, tapi ternyata hal ini salah, lho. Multitasking justru bisa menurunkan produktivitas karyawan.

Selain itu, karyawan juga membutuhkan lebih banyak waktu dalam menyelesaikan satu tugas ketika menerapkan multitasking. Bahkan, karyawan lebih berpotensi melakukan banyak kesalahan.

Merusak Memori Otak

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa karyawan akan lebih disibukkan oleh hal- hal yang kurang penting, karena terlalu banyak informasi yang perlu dikelola secara bersamaan. Bekerja multitasking merupakan salah satu metode kerja yang dianggap dapat menurunkan kecerdasan, hingga memori pada otak.

Rentan Mengalami Stres

Menerapkan metode multitasking terlalu sering ditambah beban kerja yang cukup berat, dapat memicu timbulnya stres, lho. Jika dibiarkan, hal ini bisa memicu sindrom burnout dan rasa cemas berlebihan. Kalau sudah begini, kamu juga mungkin saja bisa jatuh sakit!

Stres dapat memicu produksi hormon kortisol yang dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti sakit dan produktivitas menurun. Tentu saja ini juga dapat merugikan pihak perusahaan.

Sering Dilakukan, Multitasking Ternyata Dapat Sebabkan Dampak Buruk!

Sering Dilakukan, Multitasking Ternyata Dapat Sebabkan Dampak Buruk! / Credit: idntimes.com

Kualitas Kerja Menurun

Multitasking dapat menyebabkan kesulitan mengatur pikiran dan mengelola informasi yang ada. Tanpa disadari, pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan menjadi tidak efisien dan hasilnya kurang maksimal.

Sebagian besar karyawan mengganggap bahwa dengan menerapkan multitasking, pekerjaan bisa lebih cepat selesai. Tapi ini tidak benar, karena setiap manusia hanya dapat fokus untuk melakukan satu pekerjaan saja.

Menurunnya Tingkat Konsentrasi

Multitasking dapat menurunkan tingkat konsentrasi dan fokus karyawan. Karyawan yang multitasking lebih sulit untuk konsentrasi dan mudah terganggu oleh hal disekitarnya. Seperti yang diketahui, otak hanya dapat mengolah informasi secara efektif untuk satu hal saja dan tidak bisa secara bersamaan.

 

Nah, bagaimana nih? Berdasarkan penjelasan di atas, meskipun dianggap sebagai nilai lebih, tapi multitasking sebaiknya dihindari, karena dapat memberikan berbagai dampak negatif. Jadi, coba usahakan untuk fokus pada satu pekerjaan dahulu ya, baru mengerjakan tugas lainnya!

 

 

Featured Image - lifepal.co.id


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!