Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai

font size A Ǎ

Sekarang ini, istilah mental breakdown mungkin sudah tak lagi asing terdengar. Disebut juga sebagai nervous breakdownmental breakdown merupakan kondisi stres berat yang dialami seseorang, hingga ia tidak bisa menjalankan sejumlah aktivitas, seperti manusia lain pada normalnya.

Kalau dahulu, mental breakdown digunakan untuk menggambarkan sejumlah penyakit mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan stres akut. Tetapi, sekarang istilah tersebut lebih sering digunakan secara awam, untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sedang merasa gejala stres, hingga tidak bisa melakuan apa- apa.

Kondisi mental breakdown kerap dialami oleh para pekerja. Di pengaruhi banyaknya tuntutan pekerjaan, sekaligus tekanan yang kian datang.

Memang, mental breakdown bukanlah kondisi yang spesifik, malah cenderung mirip ke depresi. Jadi, tanda-tanda yang ditimbulkan pun tidak terlalu spesifik pula. Terkadang sulit untuk mengidentifikasinya. Tapi, sebagai gambaran yang mudah dipahami, berikut ini sejumlah kondisi yang dapat dilihat sebagai gejala mental breakdown

 

 

 

7 Ciri Mental Breakdown

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai / Credit: au.reachout.com

Mengalami gejala Anxiety dan Depresi

Seseorang yang mengalami mental breakdown biasanya terlihat mirip dengan penderita gangguan kecemasan dan depresi. Ketika mengalami kondisi ini, perasaan ingin menangis kian muncul. Bahkan, kamu bisa menangis tanpa sebab apapun.

Pada beberapa kasus, rasa percaya diri turun drastis dan merasa dirinya tidak berharga. Dari kondisi ini, seseorang yang mengalami mental breakdown kerap merasa bersalah atas segala hal yang terjadi.

 

Siklus Tidur Berantakan

Perubahan pola tidur yang terjadi juga sering dianggap sebagai ciri mental breakdown. Tidur terus- menerus atau tidak tidur sama sekali, bahkan tidak ingin bekerja dan melakukan aktivitas – merupakan gejala yang mesti diperhatikan.

 

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai / Credit: healthline.com

Selalu Merasa Lelah

Lelah yang dimaksud adalah rasa lelah secara mental, dan cenderung membuat seseorang sulit untuk beraktivitas seperti biasa. Bahkan, hal yang dianggap menyenangkan, akan terasa melelahkan dan tidak menarik lagi.

 

Perubahan Napsu Makan

Perubahan napsu makan secara drastis juga merupakan salah satu tanda mengalami mental breakdown. Napsu makan bisa menurun atau sebaliknya, sangat meningkat.

 

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai / Credit: neurologyadvisor.com

Merasa Sakit Secara Fisik

Meski gangguan ini berasal dari psikis, tapi fisik bisa ikut merasa sakit dan memicu berbagai macam masalah kesehatan. Seperti, sakit kepala dan sakit perut. Sakit fisik ini umumnya datang tiba- tiba dan tidak diketahui apa penyebabnya.

 

Susah Berkonsentrasi

Ketika mengalami mental breakdown, tingkat konsentrasi pun ikut menurun. Seolah-olah, otak tidak dapat berpikir secara jernih. Pada kasus parah, mental breakdown dapat menyebabkan disorientasi dan hilang ingatan sementara.

 

Sesak Napas

Sesak napas – kerap dialami penderita mental breakdown. Biasanya, napas jadi tersengal- sengal secara mendadak.

 

 

Cara Mengatasi Mental Breakdown

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai

Mental Breakdown Rentan Terjadi. Berikut 7 Ciri yang Perlu Diwaspadai / Credit: chopra.com

Agar kondisi kecemasan ini bisa diatasi dengan baik, lakukan langkah- langkah berikut ini:

  • Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan fisik yang dialami.
  • Menjalani terapi kognitif atau konsultasi dengan psikolog maupun psikiater.
  • Lakukan berbagai terapi alternatif, seperti yoga, meditasi, maupun akupuntur agar pikiran lebih rileks.
  • Ambil napas dalam- dalam dan hitung sampai 10 secara perlahan. Lakukan hal ini ketika merasa stres dan cemas.
  • Atur kembali pola tidur, bisa dengan mandi air hangat, mematikan gadget, atau membaca buku sebelum tidur.

 

Dari penjelasan di atas, kondisi mental breakdown memang perlu diwaspadai. Jika, mungkin kamu mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater, ya. Tak perlu malu dan ragu. Karena, semakin cepat diatasi, maka semakin cepat pula hidup bisa kembali seperti biasanya!

 

Featured Image - india.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!