Selama pandemi, masyarakat terus diimbau untuk menjaga kesehatan tubuh – salah satunya, dengan rutin berolahraga. Bahkan, kegiatan satu ini juga sangat direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

Dalam rangka melakukan olahraga secara tepat – WHO baru saja merilis pedoman aktivitas fisik terbaru. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah mengetahui bahwa kelebihan berat badan alias obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien Covid-19.

 

 

 

Sebelum memasuki bahasan pedoman olahraga yang tepat menurut WHO, perlu diketahui bahwa agar kesehatan terjaga secara maksimal. Kamu juga perlu menerapkan berbagai kebiasaan sehat lainnya – ini akan dibahas setelah pedoman olahraga ya!

Nah, biar nggak penasaran, berikut ini ulasan lengkap mengenai pedoman olahraga dari WHO, serta berbagai kebiasaan sehat lainnya yang mampu menjaga kesehatan tubuh selama pandemi.

 

Panduan Olahraga Sesuai Usia Berdasarkan WHO

WHO: Panduan Berolahraga Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh / Credit: ayobandung.com

Anak dan Remaja

Untuk anak-anak berusia hingga 17 tahun membutuhkan waktu setidaknya 60 menit berolahraga intensitas sedang hingga berat. Kegiatan ini dilakukan setiap hari, tetapi aktivitas harus bersifat aerobik seperti jogging atau bersepeda.

Selain itu, olahraga untuk kekuatan otot dan tulang juga sangat diperlukan.

 

Orang Dewasa

Orang dewasa berusia 18-64 tahun disarankan melakukan kegiatan fisik jenis aerobik dengan intensitas sedang, selama 150-300 menit setiap minggunya – ini juga setara dengan 75-150 menit latihan aerobik berat.

Kegiatan olahraga dapat mengurangi risiko timbulnya berbagai macam penyakit kronis – yang juga bisa menyebabkan kematian dini.

Bagi kelompok lanjut usia, direkomendasikan melakukan olahraga setidaknya 150-300 menit dengan intensitas sedang. Atau 75-150 menit latihan aerobik. Lalu, lakukan pula olahraga yang dapat menguatkan otot, setidaknya dua kali dalam seminggu.

 

Ibu Hamil dan Menyusui

WHO: Panduan Berolahraga Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh / Credit: health.detik.com

Bagi ibu hamil dan yang sedang dalam masa menyusui juga perlu melakukan olahraga. Kegiatan fisik ini dapat menurunkan risiko penyakit yang mungkin terjadi selama hamil, seperti risiko diabetes gestasional, komplikasi persalinan, dan depresi postpartum.

Jika ibu hamil dan menyusui tidak memiliki kondisi medis tertentu, direkomendasikan untuk berolahraga 150 menit setiap minggu. Olahraga yang dilakukan bisa berupa aktivitas aerobik, atau olahraga peregangan.

Tetapi, pastikan ibu hamil terus terhidrasi selama berolahraga, menghindari aktivitas yang berisiko tinggi, hingga waspada terhadap berbagai tanda yang mengharuskan untuk berhenti melakukan sesi olahraga – seperti pusing atau kontraksi menyakitkan.

 

Orang Dengan Kondisi Medis Kronis

Memiliki penyakit kronis bukanlah halangan untuk tak berolahraga. Disarankan untuk rutin melakukan aktivitas fisik, tetapi hindari jenis olahraga yang berisiko.

Orang dengan kondisi kronis disarankan berolahraga dengan intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu – atau, 75-150 menit olahraga intensitas tinggi setiap minggunya.

 

Penyandang Disabilitas

Untuk kelompok penyandang disabilitas, aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi fisik, kognitif, kekuatan, dan kualitas hidup. Kelompok ini disarankan melakukan kegiatan fisik jenis aerobik dengan intensitas sedang, selama 150-300 menit setiap minggunya, atau 75-150 menit latihan aerobik berat.

 

 

Kebiasaan Sehat Lainnya Untuk Jaga Kesehatan Tubuh

WHO: Panduan Berolahraga Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh / Credit: sehatq.com

Memang, berolahraga rutin dikenal manfaatnya untuk menjaga kesehatan tubuh – yang juga berpengaruh pada imunitas. Tapi, masih ada kebiasaan sehat lain yang mesti kamu terapkan, sehingga kesehatan makin maksimal.

Apa saja?

Dengan memperhatikan asupan makanan harian – pastikan kamu memilih makanan tinggi gizi dan nutrisi ya, istirahat yang cukup, penuhi kebutuhan cairan tubuh, serta kelola stres dengan baik.

Kamu juga sangat disarankan minum suplemen, terlebih vitamin C. Seperti diketahui, vitamin C berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh, terlebih selama masa pandemi. Tetapi, suplemen vitamin C seperti apa yang baiknya dikonsumsi?

Multivitamin Enervon-C memiliki kandungan Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat bantu menjaga daya tahan tubuh kamu agar tidak mudah sakit.

Tak perlu khawatir untuk minum Enervon-C setiap hari, sebab kandungan vitamin di dalamnya bersifat larut air. Sehingga, zat yang diperlukan akan diserap dengan baik oleh tubuh, sementara sisa zat yang tidak diperlukan dibuang melalui urin.

Enervon-C tersedia dalam dua jenis, yaitu Enervon-C tablet dengan kandungan Vitamin C 500 mg. Dan, Enervon-C Effervescent yang punya kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg. Keduanya bermanfaat baik untuk imunitas tubuh kamu!

 

 

 

Jadi, tunggu apa lagi? Sudah saatnya kamu mulai rutin berolahraga ya – tapi, pastikan kamu mengikuti panduan di atas agar manfaatnya bisa diperoleh secara maksimal!

 

Featured Image - klikdokter.com

Source - cnnindonesia.com