Menjaga sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh – menjadi hal yang sangat dianjurkan selama masa pandemi Covid-19. Sebab, virus corona merupakan jenis penyakit self limiting disease, yang bisa sembuh dengan sendirinya. Asalkan, didukung oleh sistem imun tubuh yang kuat.

Selama pandemi, alhasil sebagian besar masyarakat semakin rajin dalam mengonsumsi suplemen, terutama Vitamin C. Jenis nutrisi yang satu ini – berperan penting dalam menjaga kekebalan, sehingga dapat bekerja secara optimal.

Saat ini, vaksinasi virus corona pun semakin gencar dilakukan. Tapi sayangnya, masih banyak yang beranggapan bahwa vaksin mampu menghindari seseorang dari terjangkit virus di kemudian hari – padahal, hal tersebut salah! Sudah vaksin belum tentu bisa kebal dari virus.

Bahkan, tak sedikit pula orang yang menghentikan asupan suplemen penambah daya tahan tubuh usai divaksinasi. Nyatanya, suplemen masih sangat dibutuhkan – meskipun sudah mendapat dosis vaksin. Mengapa demikian?

 

 

Asupan Suplemen Masih Dibutuhkan Meski Sudah Vaksin

Credit Image - okezone.com

Dilansir dari CNN Indonesia – berdasarkan informasi dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Gatot Soegiarto mengatakan bahwa meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga teratur dan telah divaksin, namun konsumsi suplemen sebaiknya masih terus dilanjutkan. Dengan demikian, perlindungan optimal pun bisa didapatkan tubuh.

Hal ini juga diperlukan karena adanya faktor usia yang bisa menurunkan sistem imun tubuh. Jadi, organ tubuh tetap membutuhkan suplemen sebagai penunjang kekebalan tubuh.

Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, termasuk setelah mendapat vaksin Covid-19, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.

Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Atau, kamu dapat konsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

 

Protokol Kesehatan Juga Masih Harus Diterapkan

Credit Image - farmaku.com

Perlu diketahui bahwa mendapat vaksin – bukan berarti bebas dari ancaman penularan virus corona. Hanya saja, dengan mendapat vaksinasi risiko mengalami gejala berat, hingga harus dirawat di ICU — atau risiko kematian pun sangat dapat diminimalisir.

Melindungi diri tetap jadi prioritas utama dalam rangka pemutusan mata rantai penularan virus. Dengan demikian, protokol kesehatan masih harus dijalani secara maksimal, termasuk bagi orang yang sudah memperoleh vaksin.

 

Ingat, Dapat Vaksin Bukan Berarti Sudah Kebal Dari Paparan Virus Corona!

Credit Image - pikiran-rakyat.com

Faktanya, vaksin yang kini sudah digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia pun belum terbukti 100 persen ampuh mencegah seseorang terinfeksi virus. Berdasarkan kutipan dari BMJ; Sinovac Press Release; AstraZeneca Press Release – vaksin Sinovac yang kini digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia belum terbukti kemampuannya untuk mencegah seseorang terinfeksi virus.

Meski demikian, berdasarkan informasi Data Pemerintah Chili tahun 2021, dengan memperoleh vaksin Sinovac ada sejumlah risiko yang dapat berkurang — seperti, 67 persen mencegah Covid-19 dengan gejala, 85 persen mengurangi risiko jalani rawat inap, 89 persen mencegah masuk ICU akibat infeksi virus corona, dan 80 persen mencegah risiko kematian.

Sementara, untuk vaksin merek AstraZeneca dapat melindungi dari infeksi Covid-19 tanpa gejala sebesar 50%-67%. Jadi, sama seperti vaksin Sinovac — seseorang yang sudah mendapat vaksin AstraZeneca masih berpotensi terkena virus corona. Hal tersebut juga disebutkan dari BMJ; Sinovac Press Release; AstraZeneca Press Release.

Kemudian, informasi dari Vasileiou, 2021; Voysey 2021 menyebutkan bahwa vaksin AstraZeneca mampu mengurangi beberapa risiko berbahaya ketika terinfeksi virus — seperti, mencegah Covid-19 sebesar 63%-79%, serta mengurangi risiko mengalami gejala berat dan harus dirawat inap sebesar 88%-100%.

Jadi, dalam kata lain – kedua vaksin tersebut belum dapat melindungi seutuhnya dari ancaman virus, namun vaksin tetap dapat mengurangi sejumlah risiko berbahaya ketika terinfeksi virus corona.

 

Selama pandemi, pastikan kamu dan keluarga terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, serta jalani gaya hidup yang sehat – meskipun sudah mendapat vaksin. Ingat, jangan sampai lengah!

 

 

Featured Image - jovee.id

Source - cnnindonesia.com