Generasi Sandwich: Definisi dan Tantangan yang Sering Dihadapi

Generasi Sandwich: Definisi dan Tantangan yang Sering Dihadapi

font size A Ǎ

Belakangan waktu terakhir, seringkali muncul kata generasi sandwich. Apakah kamu sudah pernah mendengarnya? Istilah yang satu ini kerap dikaitkan pula dengan generasi milenial, lho. Meski demikian, ternyata kedua hal tersebut cukup berbeda nih.

Walaupun istilah generasi sandwich semakin marak digunakan. Namun, sudahkah kamu memahami artinya secara benar? Lantas, apa yang perlu dilakukan – jika ternyata kamu salah satu dari generasi tersebut? Konon katanya, generasi sandwich memiliki berbagai tantangan yang berbeda dari generasi lainnya, lho.

Nah, biar nggak penasaran, yuk langsung simak ulasan lengkap mengenai generasi sandwich berikut ini. Simak sampai habis ya!

 

 

Apa Itu Generasi Sandwich?

Generasi Sandwich: Definisi dan Tantangan yang Sering Dihadapi

Credit Image - avrist.com

Biar lebih mudah dipahami, dalam kata mudahnya, generasi sandwich merupakan orang-orang yang harus menjadi orangtua sekaligus anak dalam waktu yang bersamaan. Dilansir dari Huffington Post – istilah yang satu ini pertama kali digunakan oleh seorang pekerja sosial, di tahun 1981 silam.

Kata generasi sandwich digunakan, sebab generasi yang satu ini “terjepit” oleh beban ganda, baik menjadi orangtua, serta menjalani perannya sebagai anak. Beban tersebut dapat berupa tanggung jawab untuk merawat – fisik dan psikologis, serta menanggung sisi finansial.

Bahkan, selain kedua beban tersebut, sudah pasti generasi sandwich juga mesti memenuhi kebutuhannya sendiri ya.

 

Mengapa Sih Ada Generasi Ini?

Generasi Sandwich: Definisi dan Tantangan yang Sering Dihadapi

Credit Image - wolipop.detik.com

Yang masih seringkali dipertanyakan, sebenarnya apa sih yang menyebabkan generasi sandwich muncul? Salah satunya, yaitu kurangnya kebiasaan pendidikan finansial – yang diajarkan dari generasi ke generasi. Misalnya, dari kakek-nenek ke orangtua kamu, lalu dari orangtua kita ke dirimu sendiri.

Ketika masih kecil, kamu terbiasa diberikan uang saku yang semakin lama semakin naik jumlahnya seiring bertambah usia. Benar begitu, kan? Akhirnya, kamu pun terbiasa dengan pendapatan pasif yang didapatkan oleh orangtua, serta membuatmu menjadi orang yang money-oriented. Bahkan, lebih sulit untuk mengatur keuangan, lho.

Selain itu, generasi yang lebih tua juga lebih sulit untuk menyisihkan sebagian pemasukannya untuk tabungan pensiun. Dari sinilah, akhirnya generasi sandwich pun terbentuk.

 

Generasi Sandwich: Tantangan Psikologis yang Dialami

Generasi Sandwich: Definisi dan Tantangan yang Sering Dihadapi

Credit Image - bustle.com

Dengan adanya tanggungan yang berlipat, tentu ada berbagai konsekuensi yang mesti dihadapi oleh generasi sandwich, termasuk dalam urusan psikologis. Tak jarang, generasi ini mengalami stres, karena harus memikul beban ganda.

Generasi sandwich umumnya berada di usia rata-rata 30 sampai 50 tahun. Pada usia ini, seseorang membutuhkan suatu pencapaian untuk dikenang di hari tua dan dibagikan ke generasi selanjutnya. Hal ini bisa menjadi beban tersendiri. Apabila ditambah dengan beban menanggung orangtua dan anak, banyaknya tanggung jawab ini akan memicu stres.

Untuk menghindari stres yang kerap dialami, generasi sandwich dapat melakukan tiga hal, yaitu tetap realistis, mencari bantuan untuk membagi tanggung jawab, dan selalu meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Selain itu, direkomendasikan pula untuk memulai hidup sehat, seperti menjaga pola makan, waktu tidur, serta melakukan olahraga secara rutin.

 

Bagaimana Dengan Tantangan Keuangan?

Generasi Sandwich: Definisi dan Tantangan yang Sering Dihadapi

Credit Image - money.kompas.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, generasi sandwich tak hanya memiliki tanggung jawab untuk merawat, namun juga harus menanggung finansial orangtua dan anak. Untuk itu, tak heran kalau mengatur keuangan – bisa menjadi salah satu tantangan terberat bagi generasi sandwich.

Ada hal yang bisa kamu lakukan dalam penerapan perencanaan keuangan, seperti memiliki prioritas – pilihlah pos dana yang lebih penting, kemudian tunda kebutuhan yang sekiranya belum terlalu mendesak.

Selain itu, kamu juga dapat membantu orangtua merencanakan dana pensiun dengan baik ya. Tapi ingat, jangan sampai melupakan uang pensiun untuk dirimu sendiri ya. Dan, pastikan kamu juga menabung!

Bagi anak, cobalah untuk mempertimbangkan tabungan pendidikan – yang dapat memberi proteksi masa depannya. Apabila memungkinkan, carilah beasiswa sebagai cara untuk menghemat uang lebih banyak.

 

Wah, bagaimana nih? Sudah cukup jelas ya ulasan mengenai serba-serbi generasi sandwich yang penting untuk diketahui. Jadi, apakah kamu termasuk generasi yang satu ini?

 

 

Featured Image - kumparan.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!