Kasus Covid-19 masih terus mengalami peningkatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan, yang semakin mengkhawatirkan, yaitu adanya mutasi virus yang kian mengkhawatirkan. Laporan dari World Health Organization – atau WHO menyebutkan bahwa varian virus baru umumnya memiliki ciri unik, seperti lebih cepat menular.

Saat ini, sudah ada empat jenis varian yang menjadi perhatian atau variant of concern dari WHO, di antaranya varian terbaru asal India, yaitu B1617.

Untuk itu, WHO pun memperingatkan kepada masyarakat dunia untuk lebih waspada – Indonesia juga sudah memberikan perhatian khusus akan masalah mutasi ini. Lantas, solusi apa yang dapat diambil untuk meminimalisir risiko tertular mutasi Covid-19?

Berikut ini sejumlah hal yang wajib kamu ketahui!

 

 

Perlu Diketahui, Adanya Perubahan Karakteristik Virus

Credit Image - health.detik.com

Dilansir dari Pop Mama, Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa adanya perubahan karakteristik pada varian baru virus corona. Dari penelitian ilmiah ditemukan, varian baru tersebut bersifat lebih menular, menimbulkan gejala lebih parah atau menurunkan efikasi vaksin, kendala pengobatan serta akurasi alat uji.

Terkait temuan tersebut, mungkin ada beberapa dampak yang mungkin dialami, termasuk pada efektivitas vaksin. WHO menyebutkan, berdasarkan berbagai studi yang dilakukan beberapa peneliti menyatakan bahwa beberapa varian memiliki besaran pengaruh yang sedikit sampai sedang terhadap angka efikasi tiap vaksin pada kasus positif dengan varian tertentu

 

Hati-Hati, Mutasi Virus Sudah Ditemukan Hampir di Seluruh Indonesia

Hingga saat ini, varian Covid-19 masih terus bermutasi. Berdasarkan Whole Genum Sequencing – atau disebut juga dengan WGS menyebutkan bahwa mutasi virus sudah terdeteksi sebarannya hampir di seluruh pulau di Indonesia, tapi didominasi oleh Pulau Jawa.

Hal tersebut diperkuat oleh data yang diperoleh dari WGS, disebutkan per tanggal 30 Mei 2021 silam, diketahui penularan akibat varian baru sudah terdeteksi hampir di semua pulau di Indonesia. Untuk itu, kamu mesti semakin waspada akan adanya risiko penularan!

 

Program Vaksin Masih Terus Berlangsung

Credit Image - farmalkes.kemkes.go.id

Meski ada varian yang disebut kebal dengan vaksin Covid-19, vaksinasi harus tetap dilakukan. Satgas Penanganan Covid-19 kembali menegaskan masyarakat, bahwa fungsi vaksin Covid-19 untuk mencegah penularan.

Ataupun untuk mencegah seseorang yang sudah tertular agar tidak mengalami gejala yang buruk akibat terinfeksi virus. Bahkan, untuk menjamin keamanannya, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan uji keamanan dan mutu sebelum vaksin diberikan kepada masyarakat.

 

Langkah Tepat Mencegah Penyebaran Varian Baru Covid-19!

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 harus melakukan langkah secara paralel dan kolektif, yaitu:

  • Mengefektifkan testing dan karantina pelaku perjalanan demi menekan bertambahnya varian yang masuk. Karena, saat ini yang terdeteksi berdasarkan WGS ialah 4 dari 8 varian akibat mutasi Covid-19.
  • Juga menggiatkan Whole Genum Sequencing secara komplit untuk mengetahui distribusi secara tepat, dan dapat menjadi dasar kebijakan pengendalian yang spesifik sesuai risiko per daerah.
  • Penegakan protokol kesehatan di semua sektor dan kini kegiatan demi menurunkan peluang kemunculan varian baru atau gabungan dengan kasus-kasus yang ada di Indonesia. Karena pada prinsipnya, mutasi akan menjadi lebih masif, saat penularan di masyarakat juga tinggi.
  • Melanjutkan vaksinasi. Karena vaksin yang digunakan saat ini masih tergolong efektif. Baik untuk mencegah penyakit, maupun menghindari gejala parah pada kasus positif.

Perlu ditekankan kembali, bahwa usai mendapat vaksinasi – kamu juga masih harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Sebab, divaksinasi bukan berarti kebal dari risiko infeksi Covid-19! Jadi, ketika bepergian, pastikan rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Selain menerapkan protokol kesehatan, sekaligus mendapat vaksin — tak boleh dilupakan, menjaga imunitas tubuh juga mesti dijalani. Bagaimana caranya?

Mudahnya, masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Selain itu, penuhi juga kebutuhan vitamin harian — terutama vitamin C yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Vitamin yang satu ini juga bisa didapat dengan rutin mengonsumsi suplemen multivitamin.

Direkomendasikan untuk minum Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Dan, untuk yang memiliki aktivitas padat, direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah, sekaligus mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Selain untuk mendukung imun tubuh, kandungan Vitamin B Kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active, dapat bantu optimalkan proses metabolisme. Sehingga, makanan yang dikonsumsi bisa diubah menjadi sumber energi untuk tubuh — yang tentunya dapat bertahan lebih lama.

 

Dengan adanya varian mutasi Covid-19, kamu diimbau untuk terus waspada akan risiko penularan. Jangan lupa, tetap terapkan protokol kesehatan, serta menjaga imunitas secara maksimal!

 

 

Featured Image - wowkeren.com

Source - popmama.com