Saat ini, sudah ada beragam jenis vaksin Covid-19 yang digunakan dalam Pfizer. Kabar baiknya, akan ada merek vaksin lainnya yang segera digunakan, yaitu Cansino.

Belum lama, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja memberikan izin penggunaan darurat (UEA) untuk vaksin Cansino. Namun, berbeda dari jenis vaksin lainnya yang diberikan dalam dua dosis, vaksin Cansino hanya membutuhkan satu kali suntikan saja.

Tapi, tak perlu khawatir, walaupun cuma satu dosis vaksin saja, tetapi efikasi vaksin Cansino untuk melawan Covid-19 sudah mendekati angka minimal yang ditentukan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 50 persen.

Lebih lanjut mengenai jenis vaksin yang satu ini, berikut 5 faktanya yang diketahui.

 

 

#1 – Teknologi yang Digunakan

Credit Image - theguardian.com

Hal pertama yang perlu diketahui mengenai vaksin Cansino adalah teknologi yang digunakan untuk membuatnya, mengingat jenis vaksin ini cukup berbeda dari yang lainnya, karena hanya memerlukan satu dosis suntikan saja.

Vaksin Cansino dikembangkan dengan menggunakan teknologi non replicating viral vector – atau dikenal juga sebagai vektor Adenovirus (Ad5), mirip dengan teknologi vaksin AstraZeneca. Vaksin besutan farmasi asal China ini sudah didaftarkan sebagai pemegang izin UEA yang bertanggung jawab atas keamanan, mutu, sampai khasiat vaksin di Indonesia.

 

#2 – Bagaimana Dengan Efikasinya?

Hanya membutuhkan satu kali suntik saja, vaksin Cansino efektif untuk mencegah gejala ringan, sampai sedang akibat Covid-19. Efikasi mencegah gejala tersebut juga cukup tinggi, yaitu mencapai 65 persen. Sementara, untuk kasus berat, vaksin Cansino berhasil terbukti 90,1 persen efektif. Angka ini peroleh berdasarkan analisis hasil akhir studi di bulan Februari silam.

Dikutip dari Bloomberg, meskipun data vaksin Cansino sekilas tampak lebih rendah dari vaksin lainnya, seperti Pfizer, Moderna, hingga Sinovac, namun perlu diingat bahwa vaksin ini memang hanya diberikan dalam satu dosis saja. Meski demikian, efikasinya untuk membentuk antibodi, sekaligus meminimalisir risiko Covid-19 juga cukup tinggi.

Sementara ini, vaksin Cansino baru bisa diberikan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Pemberian sekali suntikan – atau dosis tunggal sebanyak 0,5 ml secara intramuskular.

 

#3 – Efek Samping yang Bisa Dialami

Credit Image - tribunnews.com

Lantas, bagaimana dengan efek samping yang dapat dialami usai mendapatkan vaksin Cansino? Perlu diketahui, setiap vaksin dapat menimbulkan KIPI – atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Hal ini wajar saja, jadi tidak perlu khawatir.

Efek samping – atau KIPI vaksin Cansino yang banyak terjadi, yaitu reaksi lokal seperti nyeri di tempat suntikan, kemerahan, dan pembengkakan. Namun, beberapa lainnya melaporkan reaksi efek samping sistemik, seperti:

  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Mengantuk
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Diare

 

#4 – Kelebihan Vaksin Cansino

Dibandingkan vaksin Moderna dan Pfizer yang memerlukan penyimpanan dengan suhu super dingin, vaksin Cansino lebih mudah disimpan. BPOM mengungkap vaksin Cansino perlu disimpan dalam suhu khusus di 2-8 derajat Celcius.

Ditambah lagi, vaksin Covid-19 satu dosis memudahkan proses pelaksanaan vaksinasi khususnya bagi negara-negara berkembang yang masih kesulitan meningkatkan cakupan vaksinasi dosis kedua. Jadi, satu vaksin, satu kunjungan dan logistic yang lebih murah – ini termasuk dalam kelebihan vaksin Cansino.

 

#5 – Hasil Booster Menggunakan Cansino

Credit Image - freemalaysiatoday.com

Dikutip dari NikkeiAsia, orang yang sudah divaksinasi lengkap ditambah dengan vaksin booster dari Cansino memiliki antibodi yang lebih kuat, ketimbang orang yang menerima booster vaksin Sinovac. Hal inilah yang juga menjadi kelebihan dari vaksin Cansino.

Dilansir dari Detik, studi menggabungkan dosis vaksin Covid-19 Sinovac dengan Cansino di China menunjukkan antibodi dengan booster vaksin Cansino melonjak rata-rata 78 kali lipat pasca dua minggu divaksinasi. Ungkapan tersebut juga sudah dijelaskan dalam makalah di awal September kemarin.

Mendapatkan dosis vaksinasi memang penting untuk membantu proses pembentukan antibodi agar perlindungan terhadap Covid-19 semakin maksimal, ya. Namun, jangan sampai lengah, sehabis vaksin kamu juga mesti tetap mematuhi prokes – dan pastinya menjaga sistem imun tubuh, termasuk memenuhi asupan vitamin dengan mengonsumsi suplemen.

Untuk jenis suplemen, kamu dianjurkan memilih dengan kandungan vitamin bersifat imunomodulator, yaitu dapat membantu meningkatkan, sekaligus menjaga kekebalan tubuh. Lantas, apa suplemen yang sebaiknya dikonsumsi?

Direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra bagi tubuh, terutama bagi yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Bagi yang punya masalah lambung sensitif, direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc untuk menjaga sistem kekebalan, sekaligus mempertahankan stamina tubuh biar tidak mudah lelah.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Jadi, itulah kelima fakta mengenai vaksin Cansino yang wajib diketahui. Bagi yang sudah mendapatkan vaksin, pastikan tetap menjalani prokes, dan jaga selalu kekebalan tubuh untuk memaksimalkan perlindungan bagi tubuh!

 

 

Featured Image - news.cgtn.com

Source - detik.com