Ingin Belajar Investasi Reksadana? Terapkan 6 Tips Ini, Yuk!

Ingin Belajar Investasi Reksadana? Terapkan 6 Tips Ini, Yuk!

font size A Ǎ

Apakah kamu termasuk yang baru ingin mulai belajar investasi? Dalam kegiatan yang satu ini, ada beragam jenis instrumen yang sebaiknya dipilih bagi pemula, seperti reksadana. Jenis investasi tersebut merupakan cara pengelolaan dana untuk investor melakukan investasi dalam berbagai instrumen yang ada di pasar modal – caranya, yaitu dengan membeli unit penyertaan reksadana.

Biasanya, dana tersebut akan dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk portofolio investasi, mulai dari pasar uang, maupun efek – atau sekuriti, obligasi, dan saham. Cukup membingungkan, ya? Namun, sebenarnya reksadana termasuk mudah dilakukan, termasuk buatmu yang baru mulai belajar investasi, lho.

Nah, untuk memudahkanmu belajar investasi dalam bentuk reksadana, berikut ini ada 6 tips yang bisa diterapkan. Yuk, simak ulasan lengkapnya sampai habis, Enervoners!

 

 

1. Menentukan Tujuan Investasi

Ingin Belajar Investasi Reksadana? Terapkan 6 Tips Ini, Yuk!

Credit Image - unitedconcordia.com

Dalam belajar investasi apapun memang penting menentukan tujuan di awal kegiatan tersebut. Begitu juga dalam investasi reksadana, kamu wajib mengetahui tujuan – dan alasan mengapa memilih jenis investasi yang satu ini.

Kemudian, tentukan juga berapa lama kamu ingin melakukan reksadana, seperti dalam jangka pendek, atau justru untuk jangka panjang. Kalau sudah, kamu akan lebih mudah dalam belajar investasi – dan pastinya kegiatan ini akan lebih terarah, serta bisa dilakukan sesuai kebutuhan, ya.

Sekaligus menentukan tujuan, pastikan juga kamu sudah mengetahui untung dan rugi dari reksadana. Perlu diingat, keuntungan dan kerugian dalam investasi tidak bisa diprediksi, lho. Salah satu indikator dari reksadana yang baik, yakni bisa stabil dalam segala kondisi. Ketika kondisi pasar sedang baik, keuntungan yang diperoleh bisa lebih tinggi, sebaliknya ketika kondisi pasar turun kerugiannya tidak terlalu besar.

 

2. Mengenali Berbagai Jenis Reksadana

Ketika belajar investasi reksadana, kamu juga wajib mengenali beragam jenisnya yang tersedia. Saat ini, reksadana tersedia dalam empat jenis – dan masing-masingnya punya kelebihan maupun kekurangan yang perlu diketahui.

Ada reksadana pasar uang yang dimaksudkan sebagai keseluruhan uang yang disimpan dalam obligasi, deposito, maupun Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Biasanya, jatuh tempo reksadana pasar uang berlaku kurang dari satu tahun dan risikonya kecil. Meski demikian, keuntungan yang diperoleh juga relatif lebih kecil.

Kemudian, tersedia pula reksadana pendapatan tetap. Reksadana jenis ini biasanya disimpan dalam bentuk obligasi minimal 80%. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan tinggi, yakni bisa meraih hingga lebih dari 10% per tahunnya.

Selain itu, kamu bisa memilih reksadana index yang sebenarnya hampir sama dengan saham karena bisa diperjualbelikan di bursa saham dengan harga yang cenderung berubah-ubah. Atau, reksadana campuran di mana jenis ini dijalankan dengan berbagai peraturan dari jenis-jenis reksadana sebelumnya dan memberikan keuntungan yang lebih besar.

 

3. Pahami Mekansimenya

Ingin Belajar Investasi Reksadana? Terapkan 6 Tips Ini, Yuk!

Credit Image - hsbc.co.id

Kalau kamu sudah menentukan jenis reksadana yang ingin dipilih, maka selanjutnya pahamilah mekanismenya. Langkah yang satu ini juga tak kalah pentingnya dalam proses belajar investasi reksadana, lho.

Seperti yang sudah disebutkan di atas jika reksadana memiliki beberapa jenis dan masing-masing punya cara tersendiri untuk bisa menghasilkan keuntungan. Nah, pelajari secara komprehensif mekanisme reskadana yang sudah kamu tentukan, agar bisa memeroleh keuntungan dengan maksimal dan meminimalisir kerugian.

Dalam belajar investasi reksadana pun kamu juga harus tahu apa saja istilah yang biasa digunakan, ya. Hal ini untuk memudahkan kamu agar lebih memahami mekanisme reksadana yang dipilih.

 

4. Lihat Track Record

Dalam belajar investasi reksadana, kamu perlu memeriksa kinerja reksadana dari track recordnya, misal pergerakan return – dan risiko, sekaligus Nilai Aktiva Bersih. Dengan demikian, kamu dapat lebih terbantuk ketika mengambil keputusan investasi.

Durasi penilaian kinerja reksadana dengan menggunakan data historikal sebaiknya dilakukan minimal 5 tahun. Reksadana dikatakan baik, kalau selama 5 tahun terakhir histori dari reksadana cukup stabil dan kerugian yang dialami tidak terlalu besar.

Selain itu, kinerja reksadana yang bagus juga dapat dilihat dari persentase yang naik di atas reksadana sejenis dan IHSG.

 

5. Memahami Isi Prospektus

Ingin Belajar Investasi Reksadana? Terapkan 6 Tips Ini, Yuk!

Credit Image - market.bisnis.com

Nah, sebelum nantinya kamu membeli reksadana, pastikan juga sudah membaca isi dari prospektus terlebih dahulu, ya. Tapi, apa itu prospectus? Ini merupakan  dokumen legal yang berisi penawaran investasi reksadana yang sudah disetujui oleh pihak berewenang. Informasi yang ada di dalamnya sangat menyeluruh soal reksadana.

Dalam belajar investasi reksadana, dengan membaca prospektus sebelum membeli, maka hal ini akan mengurangi terjadinya risiko kerugian yang cukup besar. Jika ingin membaca prospektus, kamu bisa mendapatkannya di bank agen penjual reksadana atau manajer investasi.

 

6. Disiplin dan Sabar

Yang pasti, dalam belajar investasi apa saja kamu harus disiplin dan sabar, apalagi kalau kamu termasuk pemula. Setelah melakukan deretan langkah di atas, pastikan kamu sudah konsisten, disiplin, dan sabar untuk menyisihkan uang di awal bulan berdasarkan perencanaan yang sudah ditentukan.

Sulit dilakukan, ya? Meski demikian, ingatlah bahwa kalau sudah terbiasa, maka akan terasa lebih ringan, lho. Selain itu, ingatlah ada beragam keuntungan yang bisa kamu peroleh di kemudian hari. Tenang, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, kok!

Menerapkan deretan tips di atas dalam belajar investasi reksadana memang penting, kan? Tapi, jangan lupa penuhi kebutuhan vitamin harian biar tetap fokus selama berinvestasi. Hal ini tak kalah pentingnya dibanding tips lainnya, lho.

Untuk itu, kamu direkomendasikan mengonsumsi suplemen multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon Active yang mengandung non-acidic 500 mg Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah, sekaligus menjaga daya tahan tubuhmu. Multivitamin tepat untuk menemani rutinitas harian – dan pastinya nyaman di lambung sensitif.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa memperoleh sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini bisa membuat kamu makin produktif, serta bisa mempertahankan tingkat fokus selama berinvestasi, lho.

Tak hanya baik untuk menjaga stamina tubuh, namun kombinasi kandungan vitamin di dalam Enervon Active juga ampuh dalam menjaga sistem kekebalan agar tidak mudah terserang berbagai macam penyakit. Jadi, kamu dapat tetap aktif, tanpa harus takut mudah jatuh sakit.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon Active, pastikan kamu mendapatkannya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Jadi, itulah keenam tips belajar investasi reksadana yang cocok buat pemula. Untuk kamu yang ingin mulai berinvestasi, yuk coba lakukan deretan cara sederhana di atas, ya!

 

 

Featured Image - bions.id


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!