Covid-19 Bisa Picu Gejala dari Ujung Kepala Sampai Kaki, Kok Bisa Ya?

Covid-19 Bisa Picu Gejala dari Ujung Kepala Sampai Kaki, Kok Bisa Ya?

font size A Ǎ

Ketika terinfeksi virus corona, setiap pasien akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Ada yang tak merasa gejala apapun – disebut juga sebagai OTG, ada pula yang hanya mengalami indikasi ringan saja, namun tak sedikit pasien yang justru mengeluhkan kondisi lebih berat, bahkan sampai sesak napas – serta tubuhnya alami kondisi badai sitokin.

Tak bisa dipungkiri, sejumlah gejala yang ditimbulkan dari Covid-19 memang bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh. Bukan hanya paru-paru saja – atau saluran pernapasan, seseorang yang terkena virus corona bisa mengalami gejala dari ujung kepala, sampai kaki. Tapi, mengapa hal tersebut dapat terjadi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini ulasan lengkapnya!

 

 

Gejala Umum Covid-19 yang Perlu Diperhatikan

Covid-19 Bisa Picu Gejala dari Ujung Kepala Sampai Kaki, Kok Bisa Ya?

Credit Image - klikdokter.com

Sebelum memasuki ulasan mengenai gejala Covid-19 yang bisa dirasakan dari ujung kepala sampai kaki – alias hampir seluruh tubuh, ada baiknya kamu perlu mengenali kembali deretan gejala umum yang paling sering dialami oleh pasien.

Perlu diketahui, gejala infeksi virus corona dapat muncul di periode inkubasi, yakni sekitar 2 sampai 14 hari setelah terpapar virus. Ada pun tanda-tanda yang mungkin dikeluhkan pasien, seperti:

  • Batuk yang cukup mengganggu, seolah berasal dari sesuatu yang jauh di dalam dada. Umumnya, pasien mengalami batuk kering.
  • Napas pendek, dialami oleh pasien yang sudah mengalami gejala berat. Gejala sesak napas bisa muncul tanpa adanya batuk.
  • Demam, namun suhu tubuh sering naik di sore menjelang malam hari. Ini merupakan cara umum virus menghasilkan demam.
  • Menggigil, terasa sakit, dan demam di malam hari.
  • Merasa lelah ekstrem, bahkan bisa berlanjut lama sampai virus hilang. Dalam sejumlah laporan, pasien menyebutkan masih merasa kelelahan dan kurang energi setelah dinyatakan negatif.
  • Kehilangan bau dan rasa – atau disebut juga anosmia. Kondisi ini biasanya dapat mengakibatkan pasien tidak napsu makan.

Sejumlah gejala tersebut memang bisa saja disebabkan oleh penyakit lainnya, seperti flu, pilek, maupun batuk biasa. Meski demikian, tetap perhatikan gejala yang menetap dalam waktu lama – sehingga, tindakan tepat bisa segera dilakukan.

 

Virus Corona Sebabkan Gejala di Seluruh Tubuh, Kok Bisa?

Covid-19 Bisa Picu Gejala dari Ujung Kepala Sampai Kaki, Kok Bisa Ya?

Credit Image - alodokter.com

Dilansir dari Detik, virus corona disebut bisa menyebabkan gejala yang dirasakan di hampir seluruh bagian tubuh. Tapi, mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal, umumnya Covid-19 menginfeksi lewat saluran pernapasan saja.

Tetapi, menurut juru bicara pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menyatakan bahwa virus SARS-CoV-2 – atau virus penyebab Covid-19 dapat menginfeksi reseptor yang ada di dalam tubuh. Perlu diketahui, reseptor tersebut terdapat di hampir seluruh organ tubuh.

Virus dapat masuk ke hampir bisa memasuki seluruh organ di dalam tubuh, karena seluruh organ punya reseptor masing-masing. Jadi, di mana Covid-19 menyerang yang paling hebat, maka di situlah gejala yang cukup berat bisa dirasakan pasien.

Mungkin, awal pandemi orang-orang berpikir kalau Covid-19 hanya bisa menyerang paru-paru – atau saluran pernapasan saja, tetapi hal tersebut ternyata salah. Justru, hampir seluruh organ tubuh dapat terpengaruhi oleh virus tersebut. Untuk itu, tak heran kalau ada beragam dampak fatal yang dapat terjadi ketika terinfeksi virus corona.

 

Tetap Lakukan Langkah Pencegahan!

Covid-19 Bisa Picu Gejala dari Ujung Kepala Sampai Kaki, Kok Bisa Ya?

Credit Image - herstory.co.id

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan merupakan hal paling berharga. Untuk itu, istilah lebih baik mencegah daripada mengobati – sangat benar adanya. Masyarakat diminta agar terus menerapkan upaya pencegahan, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pastikan sudah memakai masker ketika bepergian, menerapkan jaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta tidak bepergian – kecuali ada urusan yang mendesak. Sejumlah langkah pencegahan tersebut pun masih harus diterapkan, meskipun nanti sudah memperoleh vaksinasi Covid-19.

Selain itu, optimalkan perlindungan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat.

Dan, yang tak boleh dilupakan – lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C yang memiliki kandungan vitamin lengkap. Multivitamin yang satu ini dianjurkan dikonsumsi dua kali sehari.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra.

Atau, bisa juga minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Dari penjelasan di atas, virus corona memang bisa menyebabkan risiko buruk terhadap hampir seluruh organ tubuh. Jadi, masyarakat tetap harus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan agar meminimalisir risiko penularan, serta menghindari dampak negatif dari Covid-19.

 

 

Featured Image - jovee.id

Source - detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!