Kasus Corona di Indonesia Sudah Menurun, Ini Deretan Buktinya!

Kasus Corona di Indonesia Sudah Menurun, Ini Deretan Buktinya!

font size A Ǎ

Beberapa waktu silam, diketahui Indonesia mengalami kondisi kritis selama pandemi Covid-19. Dalam kondisi tersebut, berbagai daerah mengalami peningkatan kasus positif secara drastis, bahkan membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani pasien virus corona. Selain itu, tak sedikit pula pasien yang akhirnya meninggal dunia.

Meski demikian, badai pasti berlalu, kondisi kritis tersebut berhasil dilewati. Seorang ahli epidemiologi Universitas Indonesia pun meyakini bahwa Covid-19 mulai melandai. Tetapi, bukan berarti boleh lengah, karena masih ada ancaman gelombang ketiga yang bakal terjadi di kemudian hari.

Untuk meyakinimu, berikut ini bukti kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun. Simak informasinya sampai habis, ya!

 

 

Kasus Covid-19 Sudah Melandai, Ini Buktinya

Kasus Corona di Indonesia Sudah Menurun, Ini Deretan Buktinya!

Credit Image - suara.com

Dilansir dari Detik, salah satu indikasi bahwa Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun, yakni angka reproduksi kasus yang sudah turun di bawah angka satu. Selain itu, positivity rate juga sudah turun ke 1,31 persen – ini lebih rendah dari standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 5 persen.

Untuk pertama kalinya reproduksi kasus di Indonesia berada di bawah angka satu. Berarti, risiko penularan sudah mulai menurun. Reproduksi kasus merupakan reproductive number at time – atau bisa disebut sebagai penularan secara rerata. Misalnya, kalau rerata menunjukan angka satu, ini berarti satu orang bisa menularkan ke 4 orang lain – dan begitu seterusnya.

Kalau angka menunjukkan kurang satu satu, berarti risiko penularan sudah semakin melandai, dan diharapkan kasus baru dapat semakin berkurang.

Meski demikian, di sisi lainnya, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyatakan bahwa masyarakat tetap harus waspada akan kemungkinan gelombang ketiga. Jika semula diprediksi muncul di bulan Oktober, kini gelombang ketiga tersebut diperkirakan mundur ke akhir tahun.

Selain itu, dengan adanya penurunan penularan virus sebaiknya tidak dijadikan selebrasi berlebihan, karena hal tersebut akan memicu kelengahan masyarakat. Jadi, protokol kesehatan masih harus diterapkan, lalu testing dan tracing juga harus digencarkan demi semakin terkendalinya kondisi pandemi.

Yang juga penting, program vaksinasi di seluruh Indonesia juga harus dilakukan dengan cepat. Sebab, vaksin dapat membantu menekan angka penularan virus.

 

Meski Sudah Vaksin, Prokes Juga Tak Boleh Dilupakan!

Kasus Corona di Indonesia Sudah Menurun, Ini Deretan Buktinya!

Credit Image - klikdokter.com

Seperti yang disebutkan sebelumnya, memang vaksinasi penting didapatkan oleh masyarakat. Meski demikian, angka vaksinasi yang sudah cukup tinggi pun tidak boleh membuatmu lengah. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya vaksin bekerja dengan mengenali sebagian dari virus – yang kemudian dapat diidentifikasi oleh sistem kekebalan tubuh. Harapannya, imunitas dapat dengan cepat mengenali serta melawan, ketika virus aslinya datang menyerang tubuh.

Namun, tidak ada vaksin yang dapat bekerja 100 persen efektif, lho. Dalam hal ini, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Untuk itu, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.

Kondisi tersebut pun dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan. Sebagian besar alasannya berkaitan dengan seberapa besar paparan seseorang terhadap patogen. Mungkin saja ada yang sudah terpapar, tapi hanya dosis kecil patogen saja.

Dalam proses imunitas mengenai virus penyebab penyakit, tubuh bisa saja membutuhkan paparan dosis yang lebih banyak dan konstan. Meski akhirnya vaksin bukanlah kunci utama tubuh terhindar dari Covid-19 – namun, dengan mendapat vaksinasi tetap bisa mengurangi kemungkinan tingkat keparahan penyakit. Jadi, bisa tetap terinfeksi, namun dengan gejala yang ringan.

Itulah alasan mengapa setelah mendapatkan vaksin, prokes masih harus dijalani. Namun, bukan berarti vaksinasi tidak bermanfaat, melainkan dengan vaksin risiko terinfeksi dapat semakin diminimalisir – dan, jika pun terkena penyakit maka gejala yang dirasakan tidak berat, atau bahkan tidak berisiko mengalami kematian.

Jadi, tetap jalani protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas – hindari bepergian kecuali untuk urusan mendesak.

 

Jaga Pertahanan Tubuh Untuk Hindari Risiko Paparan Virus!

Kasus Corona di Indonesia Sudah Menurun, Ini Deretan Buktinya!

Credit Image - realfood.co.id

Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Intinya, masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga masih sangat dianjurkan, meskipun sudah mendapatkan vaksinasi. Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.

Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Jadi, itulah bukti yang menunjukkan bahwa kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mulai melandai. Agar pandemi bisa segera berakhir, tetap patuhi protokol kesehatan, peroleh vaksinasi, dan terus jaga imunitas tubuh agar tak mudah jatuh sakit!

 

 

Featured Image - perumahan.pu.go.id

Source - detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!