Waspadai! Gelombang 3 Corona Diprediksi Meledak Datang Tiba-Tiba

Waspadai! Gelombang 3 Corona Diprediksi Meledak Datang Tiba-Tiba

font size A Ǎ

Kasus positif virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia memang pernah mengalami peningkatan drastis, meski demikian hal tersebut sudah dapat teratasi. Sayangnya, prediksi gelombang ketiga tetap mengintai – untuk itu, masyarakat tak boleh langsung lengah begitu saja.

Seorang Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Hermawan Saputra mengungkapkan bahwa ada kemungkinan besar Indonesia akan menghadapi ledakan kasus gelombang ketiga Covid-19 secara mendadak.

Namun, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apa penyebabnya? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

 

 

Pemicu Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19

Waspadai! Gelombang 3 Corona Diprediksi Meledak Datang Tiba-Tiba

Credit Image - mediaindonesia.com

Menurut seorang epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, lonjakan angka kasus positif Covid-19 dapat terjadi akibat tingginya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Mengingat, kenaikan angka virus corona terjadi di bulan Juli silam – yang beriringan dengan mobilitas masif masyarakat selama momen libur lebaran.

Risiko penyebaran pun akan semakin meningkat ketika mobilitas masyarakat terus bertambah. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya kerumunan, sehingga penularan virus lebih mudah terjadi. Belajar dari kasus sebelumnya, beberapa lonjakan kasus di tanah air terjadi setelah melewati libur panjang – yang mengakibatkan mobilitas dan kerumunan semakin bertambah banyak.

Diingatkan pula bahwa sebentar lagi masyarakat Indonesia akan menyambut momen Natal dan Tahun Baru di penghujung 2021. Pastinya, di waktu tersebut akan tinggi risiko mobilitas masyarakat, terlebih sudah banyak tempat publik yang sudah kembali beroperasi.

 

Gelombang Lanjutan Bisa Terjadi Secara Mendadak

Waspadai! Gelombang 3 Corona Diprediksi Meledak Datang Tiba-Tiba

Credit Image - iprahumas.id

Seperti yang sudah disebutkan, gelombang ketiga pandemi Covid-19 dapat terjadi secara mendadak. Alasannya, karena peningkatan mobilitas yang sudah semakin tinggi, bahkan seperti sebelum pandemi. Tak dipungkiri, berbagai pihak pun disebut tidak lagi memerhatikan aturan protokol kesehatan, misalnya tidak menjaga jarak.

Diprediksikan akan ada kenaikan kasus yang sporadis – jadi secara mendadak, serta sulit untuk diprediksi sebelumnya. Ini terjadi akibat dua kemungkinan, yaitu kemungkinan munculnya varian baru, karena kerumunan dan keramaian. Belum lagi, wisatawan mancanegara yang juga akan datang.

Selain itu, cakupan vaksinasi, termasuk lansia juga masih belum merata. Berdasarkan data dari Kemenkes RI yang diakses per Jumat 5 November 2021, vaksinasi dosis pertama lansia baru mencapai 41,47 persen, rentangnya lebih jauh dengan cakupan dosis kedua – yaitu, 25,65 persen, atau baru ada 5 juta lansia yang divaksinasi secara lengkap.

Bahayanya, lansia termasuk kelompok rentan yang memiliki risiko kematian Covid-19 tinggi. Nantinya, hal ini bisa berpengaruh terhadap case fatality rate Indonesia.

Kemudian, disinggung pula potensi munculnya varian baru di Indonesia – sampai turunan varian yang lebih berbahaya. Hal ini pun akan menyulitkan pemerintah jika cakupan vaksin masih rendah, serta testing dan tracing belum diperbaiki.

 

Tetap Jalani Langkah Pencegahan Guna Minimalisir Paparan Virus

Waspadai! Gelombang 3 Corona Diprediksi Meledak Datang Tiba-Tiba

Credit Image - sains.kompas.com

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan merupakan hal paling berharga. Untuk itu, istilah lebih baik mencegah daripada mengobati – sangat benar adanya. Masyarakat diminta agar terus menerapkan upaya pencegahan, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pastikan sudah memakai masker ketika bepergian, menerapkan jaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta tidak bepergian – kecuali ada urusan yang mendesak. Sejumlah langkah pencegahan tersebut pun masih harus diterapkan, meskipun nanti sudah memperoleh vaksinasi Covid-19.

Selain itu, optimalkan perlindungan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat.

Dan, yang tak boleh dilupakan – lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C yang memiliki kandungan vitamin lengkap. Multivitamin yang satu ini dianjurkan dikonsumsi dua kali sehari.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra.

Atau, bisa juga minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Itulah alasan mengapa gelombang ketiga pandemi Covid-19 dapat datang secara mendadak. Untuk meminimalisir risiko paparan virus berbahaya tersebut, tetap jalani langkah pencegahan secara disiplin, ya!

 

 

Featured Image – tirto.id

Source – detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!