Waspadai 3 Faktor Pemicu Lonjakan Kasus Jelang Libur Nataru!

Waspadai 3 Faktor Pemicu Lonjakan Kasus Jelang Libur Nataru!

font size A Ǎ

Tak bisa dipungkiri, saat ini kasus positif Covid-19 di Indonesia tengah mengalami penurunan. Berkaitan dengan kondisi tersebut, beragam aktivitas pun sudah boleh dilakukan kembali – dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sayangnya, ada kekhawatiran mengenai peningkatan kasus Covid-19, hingga ancaman gelombang ketiga pandemi, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, masyarakat pun diimbau mewaspadai tiga faktor utama pemicu lonjakan kasus.

Lantas, apa saja deretan faktor tersebut? Simak informasinya di bawah ini.

 

 

Ini Bukti Kasus Covid-19 di Indonesia Sudah Menurun!

Waspadai 3 Faktor Pemicu Lonjakan Kasus Jelang Libur Nataru!

Credit Image - covid-19.chinadaily.com.cn

Dilansir dari Detik, salah satu indikasi bahwa Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun, yakni angka reproduksi kasus yang sudah turun di bawah angka satu. Selain itu, positivity rate juga sudah turun ke angka yang cukup rendah, yakni 1,31 persen – ini lebih rendah dari standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 5 persen.

Untuk pertama kalinya reproduksi kasus di Indonesia berada di bawah angka satu. Berarti, risiko penularan sudah mulai menurun. Reproduksi kasus merupakan reproductive number at time – atau bisa disebut sebagai penularan secara rerata. Misalnya, kalau rerata menunjukan angka satu, ini berarti satu orang bisa menularkan ke 4 orang lain – dan begitu seterusnya.

Kalau angka menunjukkan kurang satu satu, berarti risiko penularan sudah semakin melandai, dan diharapkan kasus baru dapat semakin berkurang.

Meski demikian, di sisi lainnya, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyatakan bahwa masyarakat tetap harus waspada akan kemungkinan gelombang ketiga. Jika semula diprediksi muncul di bulan Oktober, kini gelombang ketiga tersebut diperkirakan mundur ke akhir tahun.

Selain itu, dengan adanya penurunan penularan virus sebaiknya tidak dijadikan selebrasi berlebihan, karena hal tersebut akan memicu kelengahan masyarakat. Jadi, protokol kesehatan masih harus diterapkan, lalu testing dan tracing juga harus digencarkan demi semakin terkendalinya kondisi pandemi.

Yang juga penting, program vaksinasi di seluruh Indonesia juga harus dilakukan dengan cepat. Sebab, vaksin dapat membantu menekan angka penularan virus.

 

Jelang Libur Nataru, Waspadai Sejumlah Faktor Ini

Waspadai 3 Faktor Pemicu Lonjakan Kasus Jelang Libur Nataru!

Credit Image - patrolipost.com

Diketahui, menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Indonesia selalu mencatat peningkatan kasus positif Covid-19 yang signifikan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito pun meminta pemerintah daerah untuk siaga, sekaligus mewaspadai empat faktor utama pemicu lonjakan kasus.

Yang pertama, yaitu peningkatan mobilitas selama periode libur yang tidak dibarengi dengan jumlah testing yang masif. Pasalnya, tindakan ini penting dilakukan untuk menekan risiko penularan virus selama perjalanan liburan.

Selain itu, tradisi berkumpul, seperti sesi makan bersama hingga acara keagamaan juga sebaiknya dikurangi terlebih dahulu. Ditekankan bahwa penyebab peningkatan kasus Covid-19 jelang libur Natal dan Tahun Baru cukup kompleks, sehingga masyarakat maupun pemerintah harus memerhatikan setiap risikonya.

Dan, mengurangi mobilitas, seperti mengunjungi tempat belanja, tempat rekreasi, hingga fasilitas publik lainnya – apalagi tidak disertai penerapan protokol kesehatan juga bisa menjadi pemicu lonjakan kasus Covid-19 di kemudian hari.

 

Untuk Itu, Tetap Patuhi Prokes!

Waspadai 3 Faktor Pemicu Lonjakan Kasus Jelang Libur Nataru!

Credit Image - kompas.com

Di masa pandemi Covid-19, cara paling tepat untuk meminimalisir risiko terinfeksi virus, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan – sekaligus menjaga kesehatan tubuh, sehingga kekebalan dapat bekerja secara optimal.

Pastikan sudah memakai masker ketika bepergian – direkomendasikan menggunakan masker ganda, menerapkan jaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta tidak bepergian – kecuali ada urusan yang mendesak.

Selain itu, optimalkan perlindungan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat. Dan, lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C maupun Enervon Active.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk memberikan perlindungan ekstra, sekaligus mampu membuat tubuh terasa lebih segar sepanjang hari.

Untuk yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – yang dapat membantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Meski kasus positif Covid-19 sudah menurun, namun bukan berarti masyarakat boleh lengah, dan mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Jadi, pastikan kamu tetap waspada akan risiko penularan virus – dan lakukan langkah pencegahan yang tepat, ya!

 

 

Featured Image – galamedia.pikiran-rakyat.com

Source – detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!