Berbeda dari orang dewasa, gejala infeksi Covid-19 pada anak-anak cenderung sulit terdeteksi, karena umumnya relatif ringan, bahkan banyak pula yang tanpa gejala. Meski demikian, berdasarkan studi terbaru masih ada ciri-ciri yang wajib diperhatikan oleh orangtua.

Biasanya, virus corona Covid-19 menyebabkan berbagai indikasi, seperti batuk kering, sakit tenggorokan, demam, hingga anosmia. Tetapi, sejumlah hal tersebut mungkin tidak dialami oleh anak-anak. Menurut jurnal Pediatrics, berikut ini ciri-ciri yang bisa diperhatikan.

 

 

Gejala Khas Covid-19 pada Anak

Credit Image - inews.id

Dilansir dari Detik, anak balita yang terinfeksi virus corona dapat mengalami penurunan nafsu makan. Anak dapat tiba-tiba menjadi susah makan – atau menghindari makanan padat. Hal tersebut terjadi karena dampak virus terhadap indera penciuman dan pengecap, sehingga rasa makanan pun ikut berubah.

Gejala tersebut berdasarkan dokter yang mengamati dua balita berusia di bawah 18 bulan – dan terinfeksi Covid-19. Saat mengonsumsi makanan padat, kedua balita sulit mengunyah, kemudian akhirnya memuntahkan kembali makanannya.

Kondisi tersebut berlanjut bahkan setelah 6-8 bulan dari sejak awal diagnosis. Kedua anak tersebut memerlukan waktu sampai bisa kembali mengonsumsi makanan padat dalam porsi, sama seperti sebelum infeksi Covid-19.

 

Anak juga Berisiko Mengalami Long Covid

Credit Image - chla.org

Tak hanya saat terinfeksi Covid-19 saja, namun berbagai gejala tetap dapat dirasakan usai dinyatakan negatif. Kondisi ini disebut juga sebagai long Covid – yang juga dapat dialami oleh anak-anak. CDC mengatakan bahwa siapa pun yang pernah menderita virus corona, termasuk gejala ringan tetap berpotensi mengalami efek jangka panjang.

Konsep long Covid sendiri mengacu pada subkelompok orang yang tertular virus, namun alih-alih pulih dalam waktu beberapa minggu setelah terinfeksi, pasien justru mengalami gejala secara terus-menerus – bahkan, sampai berminggu-minggu, atau beberapa bulan kemudian. Tak sedikit pula anak-anak yang mengalami kondisi serupa.

Dari studi Long Covid Kids – sebuah penelitian independen yang dipelopori oleh kelompok advokasi menunjukkan bahwa, pada anak-anak gejala virus corona jangka panjang dapat berupa:

  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Masalah pencernaan
  • Mual
  • Perubahan suasana hati
  • Pusing
  • Muncul ruam

Namun, sampai saat ini belum diketahui mengapa – atau seberapa sering anak mengalami efek jangka panjang. Sebab, sejumlah gejala tersebut dapat tumpang tindih dengan berbagai kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Untuk Itu, Langkah Pencegahan Masih Harus Digencarkan!

Credit Image - suara.com

Untuk menghindari anak terinfeksi virus corona, orangtua perlu mengajak anak lakukan protokol kesehatan 5M – yang meliputi, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Lalu, jaga selalu kesehatan tubuh dan imunitas si kecil – dengan mengajak anak hidup sehat, seperti memberi makanan bergizi dan bernutrisi, rutin melakukan aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

Optimalkan pula hidup sehat Si Kecil dengan rutin memberinya multivitamin lengkap, seperti Enervon-C Plus Sirup yang mengandung Vitamin A, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Vitamin C, dan Vitamin D.

Deretan kandungan vitamin tersebut mampu menjaga daya tahan tubuh anak agar tidak mudah sakit, membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, mengoptimalkan proses tumbuh kembangnya, memelihara kesehatan tulang dan gigi, sekaligus meningkatkan nafsu makan Si Kecil.

 

Jadi, itulah informasi mengenai gejala khas Covid-19 pada anak-anak. Guna menghindari risiko infeksi virus, yuk, terus terapkan langkah pencegahan secara disiplin!

 

 

Featured Image – honestdocs.id

Source – detik.com