Kenali Flurona, Ketika Flu dan Corona Menyerang Secara Bersamaan

Kenali Flurona, Ketika Flu dan Corona Menyerang Secara Bersamaan

font size A Ǎ

Beberapa waktu silam Israel mencatat adanya kasus terbaru di tengah pandemi. Flurona – atau flu yang dibarengi dengan infeksi virus corona berhasil terdeteksi pada seorang ibu hamil dengan gejala cukup ringan.

Menurut ahli kesehatan dari Universitas Ben-Gurion Israel, Nadav Davidovitch penularan virus influenza dan Covid-19 terbilang tinggi, sehingga ada kemungkinan seseorang terpapar kedua jenis virus tersebut dalam waktu yang bersamaan.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang – dan tidak panik mengenai infeksi keduanya. Asalkan, langkah pencegahan termasuk protokol kesehatan masih harus dijalani secara disiplin.

 

 

Apa Itu Flurona?

Kenali Flurona, Ketika Flu dan Corona Menyerang Secara Bersamaan

Credit Image - euractiv.com

Flurona merupakan gabungan dari kata influenza – atau dikenal juga sebagai flu dan coronavirus Covid-19. Jadi, bisa dikatakan kalau flurona adalah gabungan dari flu dan Covid-19. Ini terjadi ketika kedua virus tersebut menyerang tubuh dalam waktu yang bersamaan.

Ketika dilakukan pemeriksaan, pasien yang terdeteksi positif terinfeksi flu juga turut dinyatakan positif akan Covid-19. Virus influenda dan corona sama-sama menginfeksi tubuh. Bahkan, pada pasien tersebut, tes berulang kali sudah dilakukan.

Hingga kini, para ahli di Israel masih meneliti kombinasi kedua penyakit tersebut untuk melihat apakah dapat menyebabkan kondisi parah atau tidak.

 

Gejala Flurona

Indikasi flurona sama dengan gejala flu dan Covid-19, mulai dari demam, batuk, merasa kelelahan, pilek, sakit tenggorokan, diare, nyeri otot dan juga tubuh. Selain itu, flurona juga menyebabkan sejumlah gejala yang berhubungan dengan pernapasan saluran atas.

Keduanya merupakan penyakit yang sama, bahkan terkadang bisa menyebabkan kesulitan bernapas, karena sama-sama menyerang saluran pernapasan bagian atas.

Flu dan Covid-19 memang virus pernapasan yang ditularkan melalui tetesan serta aerosol yang disebarkan melalui batuk, bersin, berbicara, dan bernapas. Namun, untuk gejala yang sudah disebutkan di atas masih bisa berbeda tergantung dari berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan, usia, dan vaksin.

Meski kasus flurona masih tergolong rendah, bahkan belum dialami banyak negara, namun masyarakat masih harus berhati-hati, karena baik flu maupun Covid-19 dapat berakibat fatal, terutama bagi lansia dan seseorang dengan penyakit bawaan.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Flurona?

Kenali Flurona, Ketika Flu dan Corona Menyerang Secara Bersamaan

Credit Image - nbcnews.com

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) flu dan Covid-1 adalah penyakit pernapasan yang bisa menyebkan gejala serupa seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, dan kelelahan. Keduanya menyebar melalui tetesan droplet ketika orang yang terinfeksi bernapas, berbicara, batuk atau bersin. Terinfeksi Covid-19 dan flu secara bersamaan bisa melumpuhkan sistem kekebalan tubuh.

Kabar baiknya, dikatakan juga bahwa mereka yang telah mendpatkan aksin influenza dan Covid-19 sangat kecil risikonya untuk mengalami gejala parah saat terpapar kedua jenis virus tersebut. Pakar penyakit menular Susan Rehm pun juga menyebutkan, vaksin flu tetap diperlukan meski kini vaksin Covid-19 telah tersedia luas.

Apalagi, vaksin flu sama sekali tidak akan mengganggu efektivitas vaksin Covid-19. Dan, semua vaksin Covid-19 yang tersedia dapat diberikan bersamaan dengan vaksin flu. Walaupun serupa, tapi kamu masih memerlukan vaksin khusus untuk melindungi dari virus. Dengan kata lain, vaksin flu tidak akan melindungi Anda dari Covid19 dan vaksin Covid-19 tidak akan melindungi dari flu.

 

Perkuat Imun Juga Penting Dilakukan!

Guna menghindari berbagai macam penyakit, termasuk flu dan Covid-19 yang mungkin menyerang secara bersamaan, maka kamu disarankan menjaga sistem kekebalan tubuh. Imunitas yang kuat bisa membantu memerangi penyakit yang menyerang.

Masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Setelah mendapat vaksin pun kamu juga masih harus mengonsumsi multivitamin yang bisa membantu meningkatkan pembentukan sistem imun. Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau, bisa kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Itulah informasi mengenai flurona – kondisi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan. Pastikan kamu terus menjalani protokol kesehatan dan menjaga sistem kekebalan tubuh!

 

 

Featured Image – viva.co.id

Source – kompas.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!