Tahukah kamu bahwa regenerasi tubuh merupakan proses alami berupa pembentukan kembali sel-sel tubuh yang sudah rusak? Ya, bahkan aktivitas tersebut bisa memperbaiki sebanyak 400 miliar sel setiap harinya, lho. Proses regenerasi sendiri dapat terjadi secara alami, karena ada jaringan tubuh yang rusak atau mati.

Tidak hanya berkaitan dengan sel yang rusak saja, namun aktivitas regenerasi sel juga dapat terjadi tanpa harus ada jaringan tubuh yang cedera atau mengalami kerusakan. Bisa dibilang, regenerasi merupakan kegiatan rutin.

Misalnya, usus kecil mengalami regenerasi setiap 2-4 hari, sel darah putih 2-5 hari, sel darah merah 5 bulan, sel kulit epidermis 10-30 hari, dan lain-lain. Namun, tidak semua sel-sel tubuh mengalami regenerasi sehingga begitu mengalami kerusakan, maka kerusakan tersebut sifatnya permanen. 

Nah, masih berkaitan dengan regenerasi tubuh, setidaknya ada beberapa hal tak terduga yang nyatanya mampu mendukung proses ini, lho. Apa saja?

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

 

 

Asupan Nutrisi

Credit Image - halodoc.com

Dalam laporan berjudul “Perspective: Neuroregenerative Nutrition” dalam jurnal Advances in Nutrition tahun 2017, pendekatan nutrisi dapat digunakan untuk mengatasi penurunan kapasitas regenerasi sel tubuh. 

Protein merupakan salah satu asupan nutrisi yang tak boleh terlewatkan karena berperan penting dalam proses pembaruan sel atau regenerasi sel. Sel-sel yang mengalami pembaruan otomatis akan berfungsi lebih optimal dan mempengaruhi daya tahan tubuh yang lebih baik.

Laporan berjudul "Proteins and Small Molecules for Cellular Regenerative Medicine" dalam jurnal Physiological Reviews tahun 2013 bahwa protein membantu regenerasi jaringan yang hilang dan bahkan pada beberapa kasus efektif untuk pengobatan penyakit degeneratif.

Kalaupun gagal dalam meregenerasi, paling tidak bisa memulihkan sebagian fungsi organ sehingga sedikit banyak membantu perkembangan dalam pengobatan penyakit.

Asupan protein dari makanan bisa diperoleh melalui aneka daging, ikan, telur, tahu, kedelai, susu, daun singkong, dan sebagainya. Untuk pengolahan makanannya, baiknya hindari suhu yang terlalu tinggi atau kebanyakan minyak, karena bisa merusak kandungan protein di dalamnya. Jadi, cobalah untuk mengolah makanan berprotein dengan cara dikukus atau dipanggang, ya!

 

Berpuasa

Valter Longo, seorang profesor gerontology dan biological sciences menyebutkan ahwa puasa dalam jangka waktu yang cukup panjang berdampak pada regenerasi sel punca (sel induk) yang berperan memproduksi sel darah putih, mengutip USC News.

Ia menambahkan, saat berpuasa dan merasa lapar, sistem tubuh menghemat energi melalui proses daur ulang – atau regenerasi sel-sel darah putih yang telah rusak atau mati. Berpuasa menyebabkan sel darah putih dalam tubuh berkurang dan saat berbuka puasa sel-sel yang hilang diproduksi kembali.

Kemudian, Prof. Valter juga menyebut bahwa puasa dalam jangka waktu panjang menurunkan kadar hormon pertumbuhan yang menyebabkan penuaan, menurunkan perkembangan tumor, serta risiko kanker. 

 

Tidur yang Cukup di Malam Hari

Credit Image - kompas.com

Menurut banyak penelitian, tidur malam bermanfaat untuk regenerasi sel-sel tubuh. Di antaranya seperti penemuan para ilmuwan dari University of Wisconsin, Amerika Serikat, yang menemukan bahwa tidur pada malam hari dapat meregenerasi sel-sel yang membentuk mielin di otak, mengutip Medical News Today.

Fungsi mielin salah satunya membantu dalam proses mengingat data-data yang tersimpan dalam memori di otak. Makin sering proses mengingat dan berpikir diulang, makin tebal lapisan mielin yang terbentuk, sehingga makin tinggi pula kemampuan untuk mengingat. Bila tidak diulang atau digunakan, lapisan mielin bisa hilang.

Sebuah studi berjudul "Tissue regeneration: Impact of sleep on stem cell regenerative capacity" dalam jurnal Life Sciences tahun 2018 mengatakan bahwa perubahan fisiologis selama tidur mendorong lingkungan mikro yang cocok bagi sel punca untuk berkembang biak, bermigrasi, dan melakukan diferensiasi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, sel punca berperan dalam regenerasi sel-sel dalam tubuh. 

Selain itu, dalam laporan yang sama disebutkan bahwa ritme sirkadian mengatur banyak fungsi biologi selama tidur, termasuk mengatur regenerasi jaringan yang berbeda, termasuk tulang, tulang rawan, kulit, dan usus. 

 

Kegiatan Donor Darah

Dilansir National Health Service, saat kamu mendonorkan darah, maka kamu akan kekurangan sel darah merah. Kekurangan sel darah merah dalam tubuh ini kemudian dirasakan oleh sel khusus dalam ginjal, yang kemudian mengirimkan sinyal kepada sumsum tulang agar memproduksi sel induk yang berperan untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dengan jumlah sel darah merah yang lebih banyak. 

Nantinya, kegiatan regenerasi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit darah ini kemudian berdampak langsung pada tubuh, yaitu kekebalan tubuh meningkat, awet muda, serta membuat tubuh terasa lebih segar.

 

Regenerasi Sel Bisa Membantu Jaga Kesehatan, Tapi Jangan Lupakan Hal Ini!

Credit Image - investor.id

Memang, memaksimalkan proses regenerasi sel, seperti tidur yang cukup, rutin melakukan puasa, hingga mengonsumsi asupan makanan bernutrisi sangatlah disarankan. Namun, jangan sampai melupakan hal lainnya, yaitu rajin meminum multivitamin dengan kandungan lengkap – yang pastinya bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

Disarankan mengonsumsi multivitamin Enervon-C, baik dalam bentuk tablet maupun tablet effervescent, ya.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra, serta mampu memberikan sensasi rasa segar sepanjang hari. 

Atau, bagi kamu yang punya masalah lambung sensitif direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active – yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat bantu menjaga imun tubuh, sekaligus mengoptimalkan stamina agar tak mudah lelah.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah merasa lemas, ya!

 

Itulah beragam faktor yang ternyata dapat membantu memaksimalkan proses regenerasi tubuh. Pada intinya, kamu disarankan terus menjaga pola hidup yang sehat, sehingga fungsi tubuh bisa bekerja secara optimal.

 

 

Featured Image – medium.com

Source – idntimes.com