Belum lama ini, Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan terbaru mengenai pemberian vaksinasi Covid-19 bagi sasaran drop out. Ini merupakan kelompok masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi kedua lebih dari 6 bulan.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ini menyatakan bahwa masih banyak masyarakat yang sudah vaksin dosis pertama – namun, belum divaksin dosis kedua. Itulah sebabkan aturan mengenai vaksinasi dengan sasaran drop out dikeluarkan.

Lantas, bagaimana dengan aturan vaksinasi tersebut? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

 

 

Jumlah Vaksinasi Dosis Kedua Masih Terbilang Rendah!

Credit Image - halodoc.com

Berdasarkan data Kemenkes, hingga 12 Februari 2022, vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah mencapai 188.168.168 orang. Namun, jumlah vaksinasi dosis kedua masih lebih rendah dibanding vaksinasi dosis pertama. 

Tercatat sekitar 135.537.713 orang baru divaksin kedua. Untuk itu, diperlukan upaya untuk segera melengkapi vaksinasi bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua, kemudian melanjutkan dengan dosis ketiga – atau booster.

 

Untuk Itu, Kemenkes Minta Vaksinasi Ulang

Kemenkes meminta masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua dalam waktu lebih dari enam bulan dari vaksinasi dosis pertama, untuk melakukan vaksinasi primer ulang. Perlu diketahui, tingkat keparahan pasien dan risiko meninggal akibat Covid-19 bisa lebih tinggi apabila pasien tidak disuntik vaksin dosis lengkap. 

Adapun, pelaksanaan vaksinasi ulang ini dapat menggunakan platform berbeda dari vaksin awal. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meminta seluruh pemerintah daerah untuk segera mempercepat pelaksanaan vaksinasi dosis kedua. 

 

Vaksin Pertama Kurang dari 6 Bulan Tak Perlu Vaksin Ulang

Credit Image - suara.com

Sementara itu, bagi sasaran yang mengalami drop out – atau belum vaksinasi kedua dalam rentang waktu kurang dari enam bulan, dapat diberikan vaksin dosis kedua dengan platform yang berbeda dari dosis pertama. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan vaksin di masing-masing daerah. 

Kemenkes menyebut, sasaran yang drop out dapat menggunakan vaksin dengan platform berbeda sesuai ketersediaan di fasilitas kesehatan, namun mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired date terdekat.

 

Sudah Vaksin? Prokes dan Menjaga Imunitas Masih Diperlukan!

Setelah mendapatkan vaksinasi, masyarakat juga masih diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan – dengan demikian, perlindungan terhadap tubuh semakin maksimal, dan risiko tertular virus dapat diminimalisir.

Menjalani protokol kesehatan 5M yang meliputi memakai masker – dapat gunakan masker ganda, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas – hindari bepergian jika bukan untuk urusan mendesak, dan menghindari kerumunan tetap perlu dipatuhi, hingga nantinya pandemi Covid-19 terbukti bisa dikendalikan.

Perlu diketahui bahwa mendapat vaksin – bukan berarti bebas dari ancaman penularan virus corona. Hanya saja, dengan mendapat vaksinasi risiko mengalami gejala berat, hingga harus dirawat di ICU — atau risiko kematian pun sangat dapat diminimalisir.

Tidak hanya protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh juga tetap diperlukan setelah mendapatkan vaksin. Salah satunya, dengan memenuhi asupan vitamin dan mineral, termasuk dengan mengonsumsi suplemen – yang masih sangat direkomendasikan.

Untuk jenis suplemen, dianjurkan memilih dengan kandungan vitamin bersifat imunomodulator, yaitu dapat membantu meningkatkan, sekaligus menjaga kekebalan tubuh. Lantas, apa suplemen yang sebaiknya dikonsumsi?

Direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra bagi tubuh, terutama bagi yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Untuk yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan untuk  minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat membantu mengoptimalkan kinerja kekebalan tubuh dalam melawan virus, sekaligus tetap mempertahankan stamina, sehingga tubuh tidak mudah lelah.

Dan pastinya, kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama. Manfaat ini dapat membuatmu semakin produktif dalam beraktivitas.

 

Itulah informasi mengenai pengulangan vaksinasi bagi masyarakat yang termasuk dalam sasaran drop out. Pastikan kamu sudah mendapat dosis vaksin lengkap, tetap terapkan prokes, dan jaga selalu kekebalan tubuh agar tak mudah terpapar virus corona.

 

 

Featured Image – health.detik.com

Source – popmama.com