Kemenkes RI Ungkap Kapan Bisa Tak Pakai Masker, Akhir Maret Ini?
Saat ini, sudah banyak negara yang telah menerapkan aturan bebas masker. Lalu, kapan Indonesia bisa nyusul menerapkan kebijakan tersebut? Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa kesiapan pemerintah terkait transisi menuju endemi Covid-19 tengah dibahas – sembari melihat beberapa indikasi.
Sejumlah indikator yang dimaksud tersebut, yaitu transmisi komunitas pada level 1, cakupan vaksinasi minimal 70 persen, serta ketepatan testing dan tracing. Sayangnya, protokol kesehatan seperti memakai masker belum bakal diperlonggar, begitu pula dengan prokes lainnya.
Namun, tetap tidak menutup kemungkinan di kemudian hari aturan pemakaian masker akan diperlonggar. Tapi, kapan kira-kira kebijakan tersebut diterapkan? Simak informasinya di bawah ini!
Masker Masih Perlu Digunakan Selama Pandemi

Credit Image - health.detik.com
Sejak pandemi Covid-19, menggunakan masker jadi salah satu syarat wajib bagi siapapun yang akan melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker bertujuan untuk menyelamatkan diri sendiri dan juga orang lain, dari penyebaran virus Covid-19 termasuk varian barunya yakni Omicron.
Kewajiban menjalani protokol kesehatan tentunya membuat penggunaan masker sehari-hari jadi satu hal yang normal dilakukan. Dimana mulai dari penggunaan, penyimpanan, pembersihan hingga pembuangan masker bekas pakai, juga sangat perlu untuk diperhatikan guna menghindari kemungkinan tertularnya Omicron.
Namun, satu hal yang tidak kalah penting yaitu mengetahui jenis masker apa yang ampuh untuk mencegah penularan Omicron. Apalagi virus Covid-19 Omicron diyakini jauh lebih cepat menular dibandingkan dengan varian lainnya.
Kapan Syarat Wajib Masker Dicabut?
Meskipun saat ini aturan masker belum akan diperlonggar, apalagi dicabut, namun tidak menutup kemungkinan kebijakan tersebut diterapkan dikemudian hari. Pelonggaran protokol kesehatan tetap direncanakan dilakukan jika situasi sudah jauh membaik.
Contohnya, jaga jarak yang dahulu diberlakukan saat salat berjamaah di masa Ramadhan, mungkin saja bisa dilonggarkan. Memasuki bukan Ramadan, mungkin aturan jaga jarak sudah dapat dijadikan salah satu indikator, sehingga aturan tersebut dapat dikurangi, tetapi tetapi tetap misalnya dengan menggantikan semua jemaah harus membawa sajadah.
Begitu pula dengan aturan pelonggaran pemakaian masker yang mungkin akan diterapkan ketika situasi pandemi sudah benar-benar terbukti terkendali.
Cara Tepat Menggunakan Masker

Credit Image - dream.co.id
Aturan bebas masker masih belum akan diterapkan di Indonesia. Untuk itu, pastikan kamu tetap memakai masker secara tepat. Ingat, efektivitas penggunaan masker tentunya tidak terlepas dari bagaimana caramu menggunakannya. Untuk itu selain menggunakan masker sesuai dengan yang direkomendasikan, dirimu dan keluarga juga harus memastikan masker digunakan dengan baik dan benar.
Berikut ini cara menggunakan masker yang baik dan benar menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):
- Pastikan kamu membersihkan tangan sebelum menggunakan masker, sesudah melepaskannya, dan setelah menyentuhnya setiap saat.
- Pastikan masker menutupi hidung, mulut dan dagu.
- Setelah menggunakan masker medis, lepaskan dan simpan masker bekas ke dalam kantong plastik bersih kemudian buang ke tempat sampah.
- Setelah menggunakan masker kain, pastikan masker dicuci setiap hari.
- Hindari penggunaan masker dengan katup.
Penerapan Prokes Secara Lengkap dan Menjaga Kekebalan Masih Diperlukan
Selain menggunakan masker, beragam upaya lainnya juga perlu turut diterapkan untuk menghindari penyebaran virus corona. Bagaimana caranya? Pastikan kamu rutin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan kurangi bepergian – kecuali karena hal penting.
Lalu, jaga terus kesehatan tubuh – dengan menerapkan pola hidup sehat. Ini bisa dioptimalkan dengan minum multivitamin dari Enervon setiap hari yang dapat bantu tingkatkan imun tubuh.
Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
Bagi yang menginginkan perlindungan ekstra, bisa mengonsumsi Enervon-C Effervescent yang mengandung Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg. Cocok diminum bagi masyarakat yang sudah sering beraktivitas di luar rumah!
Selain itu, direkomendasikan pula untuk minum Enervon Active – mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuh tetap optimal agar tak mudah lelah, sekaligus menjaga imunitas tubuh.
Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.
Jadi, aturan bebas masker sepertinya belum dapat diterapkan oleh Indonesia dalam waktu dekat. Untuk itu, guna menghindari risiko paparan virus, tetap lakukan prokes secara lengkap – dan jaga kekebalan tubuh agar tidak gampang terserang berbagai penyakit, termasuk Covid-19 dan beragam variannya!
Featured Image – mainmain.id
Source – detik.com





