Vaksin Booster dan Tes Swab Boleh Dilakukan Selama Puasa? Begini Penjelasannya!

Vaksin Booster dan Tes Swab Boleh Dilakukan Selama Puasa? Begini Penjelasannya!

font size A Ǎ

Diketahui, tahun ini pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik lebaran, asalkan sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis booster. Dengan aturan ini, tak heran jika banyak sekali orang yang mengantre untuk mendapat vaksin lanjutan meski sedang berpuasa.

Vaksinasi sendiri dapat membantu merangsang pembentukan antibodi terhadap Covid-19. Namun, apakah hal ini tidak akan membatalkan ibadah puasa? Biar tak penasaran, yuk, simak informasinya di bawah ini!

 

 

Hukum Vaksin Ketika Puasa

Vaksin Booster dan Tes Swab Boleh Dilakukan Selama Puasa? Begini Penjelasannya!

Credit Image - dinkes.acehprov.go.id

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021, pemberian vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa. Alasannya, karena vaksin diberikan melalui otot – atau injeksi intramuskular. Jadi, tidak melalui rongga yang terbuka.

Vaksinasi diperbolehkan selama puasa selama tidak menyebabkan bahaya. Dalam panduan ibadah Ramadan teranyarnya, MUI juga memperbolehkan umat Islam yang sedang berpuasa untuk melakukan vaksinasi dengan vaksin yang halal demi mencapai kekebalan kelompok – atau herd immunity.

Hal yang sama juga berlaku pada tes swab atau pengambilan sampel liur melalui rongga hidung dan mulut. Umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab. Tes baik dari hidung maupun mulut untuk mendeteksi virus corona tidak membatalkan puasa.
 

Tips Aman Vaksinasi Saat Berpuasa

Vaksin Booster dan Tes Swab Boleh Dilakukan Selama Puasa? Begini Penjelasannya!

Credit Image - merdeka.com

Agar vaksin bisa berjalan dengan lancar selama berpuasa, ada baiknya kamu memerhatikan kebutuhan asupan ketika sahur dan berbuka. Hal ini cukup penting. Sebab, makan dengan benar saat sahur dan berbuka akan membuat tubuh menjadi lebih siap ketika vaksin disuntikkan. Dalam arti, kondisi badan menjadi bugar dan siap untuk menangani tingkat stres yang tinggi karena adanya dosis vaksin dalam darah.

Berikutnya, jika hendak mendapatkan vaksin saat puasa, pastikan sebelumnya kamu sudah beristirahat dengan cukup. Hal satu ini penting untuk kamu lakukan agar daya tahan tubuh tidak turun dan menimbulkan efek samping vaksinasi.

Nah, apabila kamu khawatir terhadap reaksi tubuhmu pada vaksin, cobalah untuk memilih jadwal vaksinasi beberapa jam sebelum buka puasa. Menurut GoodRX, hal ini akan memberikanmu kesempatan untuk segera beristirahat, lalu kemudian berbuka puasa.

Bahkan, jika memungkinkan, pilihlah jadwal vaksinasi setelah waktu berbuka puasa. Dengan itu, kondisi tubuh akan menjadi lebih bugar dan kamu tak perlu khawatir akan berbagai risiko efek samping. Langkah ini bisa kamu ambil jika petugas atau layanan vaksinasi melayani penyuntikan di sore atau malam hari, ya.

 

Usai vaksinasi, Tetap Lakukan Langkah Pencegahan, Ya!

Vaksin Booster dan Tes Swab Boleh Dilakukan Selama Puasa? Begini Penjelasannya!

Credit Image - paho.org

Setelah mendapatkan vaksinasi, masyarakat juga masih diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan – dengan demikian, perlindungan terhadap tubuh semakin maksimal, dan risiko tertular virus dapat diminimalisir.

Menjalani protokol kesehatan 5M yang meliputi memakai masker – dapat gunakan masker ganda, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas – hindari bepergian jika bukan untuk urusan mendesak, dan menghindari kerumunan tetap perlu dipatuhi, hingga nantinya pandemi Covid-19 terbukti bisa dikendalikan.

Perlu diketahui bahwa mendapat vaksin – bukan berarti bebas dari ancaman penularan virus corona. Hanya saja, dengan mendapat vaksinasi risiko mengalami gejala berat, hingga harus dirawat di ICU — atau risiko kematian pun sangat dapat diminimalisir.

Tidak hanya protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh juga tetap diperlukan setelah mendapatkan vaksin. Salah satunya, dengan memenuhi asupan vitamin dan mineral, termasuk dengan mengonsumsi suplemen – yang masih sangat direkomendasikan.

Untuk jenis suplemen, dianjurkan memilih dengan kandungan vitamin bersifat imunomodulator, yaitu dapat membantu meningkatkan, sekaligus menjaga kekebalan tubuh. Lantas, apa suplemen yang sebaiknya dikonsumsi?

Direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra bagi tubuh, terutama bagi yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Untuk yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan untuk  minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat membantu mengoptimalkan kinerja kekebalan tubuh dalam melawan virus, sekaligus tetap mempertahankan stamina, sehingga tubuh tidak mudah lelah.

Dan pastinya, kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama. Manfaat ini dapat membuatmu semakin produktif dalam beraktivitas.

 

Jadi, melakukan vaksinasi dan tes swab ketika berpuasa tidak akan membatalkan ibadahmu di bulan Ramadan, ya!

 


Featured Image – sehatnegeriku.kemkes.go.id

Source – cnnindonesia.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!