Sebenarnya, Vaksin Booster Minimal Usia Berapa Sih? Ini Aturan Pastinya

Sebenarnya, Vaksin Booster Minimal Usia Berapa Sih? Ini Aturan Pastinya

font size A Ǎ

Program vaksinasi booster masih terus berlangsung hingga kini. Namun, masih sering timbul pertanyaan mengenai vaksin tersebut, salah satunya booster minimal bisa diperoleh umur berapa? Ini pun merupakan informasi penting yang mesti diketahui masyarakat.

Vaksin booster berguna untuk meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan Covid-19, serta melindungi diri – dan keluarga, terutama jika sedang melakukan perjalanan. Vaksinasi ini bisa diperoleh di tempat atau wilayah yang memenuhi syarat vaksin, baik rumah sakit, puskesmas, dan tempat lainnya.

Jadi, berapa usia minimal untuk mendapatkan vaksin booster? Berikut ulasannya.

 

 

Minimal Usia Untuk Vaksin Booster

Sebenarnya, Vaksin Booster Minimal Usia Berapa Sih? Ini Aturan Pastinya

Credit Image - money.kompas.com

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemenkes RI Nomor HK.02.02/II/252/2002 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster), serta SE Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor SR.02.06/II/1180/2022 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat Umum, ada poin yang menjelaskan vaksin booster minimal usia berapa, yaitu:

  1. Calon penerima vaksin harus menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi.
  2. Berusia 18 tahun ke atas (prioritas lanjut usia dan komorbid)
  3. Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 3 bulan sebelumnya
  4. Ibu hamil juga bisa mendapatkan vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna sesuai dengan aturan yang ditetapkan

 

Jenis Vaksin yang Tersedia

Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes nomor SR.02.06/II/1188/2022, Kementerian Kesehatan RI menetapkan 6 kombinasi booster dengan 4 jenis vaksin yang digunakan, yaitu:

  • Pfizer
  • AstraZeneca
  • Moderna
  • Sinopharm

Namun, belum lama ini, Kemenkes resmi mengizinkan warga memilih vaksin booster dengan jenis Sinovac, bagi mereka yang khusus memikirkan kehalalan vaksin Covid-19. Untuk itu, masyarakat yang merasa nyaman menggunakan Sinovac, maka vaksin tersebut bisa digunakan juga sebagai vaksinasi booster.

 

Kombinasi Vaksin Terbaru

Sebenarnya, Vaksin Booster Minimal Usia Berapa Sih? Ini Aturan Pastinya

Credit Image - pharmaceutical-technology.com

Pemberian dosis booster dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu homolog – atau pemberian jenis vaksin booster yang sama dengan vaksin primer dan heterolog – atau pemberian jenis vaksin booster yang berbeda dengan vaksin primer.

Berikut update lengkap jenis vaksinasi booster yang disetujui Kemenkes RI:

Vaksin primer Sinovac

  • Vaksin Sinovac full dosis
  • Vaksin AstraZeneca setengah dosis
  • Vaksin Pfizer setengah dosis
  • Vaksin Moderna dosis penuh
  • Vaksin Sinopharm dosis penuh


Vaksin primer AstraZeneca

  • Vaksin Moderna setengah dosis
  • Vaksin Pfizer setengah dosis
  • Vaksin AstraZeneca dosis penuh.


Vaksin primer Pfizer

  • Vaksin Pfizer dosis penuh
  • Vaksin Moderna setengah dosis
  • Vaksin AstraZeneca dosis penuh


Vaksin primer Moderna

  • Vaksin Moderna setengah dosis


Vaksin primer Janssen atau Johnson and Johnson

  • Vaksin Moderna setengah dosis


Vaksin primer Sinopharm

  • Vaksin Sinopharm dosis penuh
     

Usai Vaksin, Tetap Lakukan Langkah Pencegahan

Meskipun sudah divaksinasi, namun bukan berarti 100 persen kebal terhadap ancaman virus corona. Sebab, pada dasarnya vaksin bekerja dengan mengenali sebagian dari virus – yang kemudian akan diidentifikasi oleh sistem imun tubuh. Harapannya, kekebalan dapat dengan cepat mengindentifikasi dan melawan, jika virus aslinya datang menyerang tubuh.

Tapi sekali lagi, tidak ada vaksin yang dapat bekerja dengan memberikan kekebalan seutuhnya terhadap suatu penyakit. Selain itu, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Dari hal ini, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.

Untuk itu, setelah vaksinasi, prokes masih harus dijalani. Namun, bukan berarti vaksin tidak bermanfaat, melainkan dengan vaksin risiko infeksi dapat semakin diminimalisir. Bahkan, kalau terpapar sekalipun makan gejala yang dirasakan tidak berat, atau tidak berisiko mengalami kematian.

Jadi, pastikan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan — atau dapat gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda di ruang publik, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas – hindari bepergian kecuali untuk urusan mendesak.

Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga masih sangat dianjurkan. Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.

Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.

Untuk mendapatkan produk Enervon, kamu bisa segera kunjungi e-commerce di Tokopedia, ya!

 

Jadi, itulah informasi mengenai usia minimal mendapatkan vaksin booster. Berdasarkan aturan pemerintah, vaksin lanjutan bisa diperoleh minimal umur 18 tahun ke atas.

 

 

Featured Image – voanews.com

Source – detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!