Perjuangan melawan pandemi Covid-19 masih belum usai. Hingga kini, berbagai subvarian baru masih terus terdeteksi, termasuk yang terbaru Omicron BA.2.75 – atau Centaurus yang juga sudah ditemukan di Indonesia.

Dengan kemunculan berbagai subvarian baru, mungkin sebagian darimu bertanya-tanya, apakah ini artinya vaksinasi tidak berguna? Jawabannya tentu tidak. Justru, selain mencegahm vaksin terbukti ampuh untuk memperkecil risiko Covid-19 parah hingga meninggal dunia.

Untuk membuktikannya, berikut studi yang dilakukan di Indonesia – studi menyatakan bahwa vaksinasi booster pun bisa mencegah kematian pada lansia. Simak informasinya di bawah ini!

 

 

Studi Melibatkan 2 Juta Partisipan

Credit Image - liputan6.com

Berbagai penelitian mencatat pengaruh vaksinasi Covid-19 mencegah keparahan dan mortalitas. Bertajuk "Analisis kematian Covid-19 di Indonesia, 1 Januari –30 Juni 2022", para peneliti dari Universitas Indonesia ingin mengonfirmasi pengaruh vaksinasi terhadap risiko Covid-19 berat hingga meninggal dunia di populasi Tanah Air.

Salah satu peneliti dan ahli epidemiologi UI, dr. Iwan Ariawan, MSPH, menjelaskan bahwa penelitian analisis ini melibatkan data New All Record (NAR) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Data ini mencatat kasus Covid-19 di Indonesia hingga status terakhirnya, antara meninggal dunia atau sembuh. 

Lalu, data tersebut dipadukan dengan data vaksinasi dari Primary Care (PCare) BPJS Kesehatan. Jadi, selain data kasus Covid-19 dan statusnya, penelitian ini mencakup riwayat vaksinasi, dari yang belum hingga sudah booster.

Dilakukan dari 1 Januari hingga 30 Juni 2022, Iwan memprakirakan bahwa penelitian ini dilakukan saat Omicron tengah merebak di Indonesia. Secara total, penelitian ini melibatkan 1.792.360 partisipan. Dari angka tersebut, para partisipan terbagi menjadi empat kelompok:

  • Belum vaksin: 247.674 jiwa.
  • Vaksin 1 kali: 74.892 jiwa.
  • Vaksin 2 kali: 552.794 jiwa.
  • Vaksin 3 kali/booster: 917.001 jiwa.

 

Hasilnya, Vaksinasi Hingga Booster Dapat Mencegah Risiko Berbahaya

Sejak awal Januari sampai akhir Juni, tingkat kematian Covid-19 terpantau rendah di tengah tren kasus yang melandai. Menariknya adalah hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa vaksinasi hingga booster mencegah Covid-19 parah pada para pasien.

Penelitian ini mencatat bahwa mereka yang belum divaksinasi 28 kali lebih berisiko meninggal akibat Covid-19. Pada mereka yang sudah divaksinasi sekali dan dua kali, risiko berkurang masing-masing hanya 15 kali dan 6 kali. Jika sudah booster, maka risiko tersebut turun jadi 0,1 persen atau 1 kali saja.

 

Manfaat Ini Sangat Terlihat pada Lansia

Credit Image - alodokter.com

Kelompok lansia (60 tahun ke atas) adalah salah satu kelompok paling rentan terkena Covid-19 parah hingga meninggal dunia, terutama karena komorbiditas seperti diabetes dan/atau hipertensi. Dari segi proporsi kasus, penelitian ini mencatat bahwa ada 168.956 pasien Covid-19 lansia. Mereka terbagi jadi:

  • Belum vaksin: 43.335 jiwa.
  • Vaksin 1 kali: 9.484 jiwa.
  • Vaksin 2 kali: 44.987 jiwa.
  • Vaksin 3 kali/booster: 71.150 jiwa.

Jika tidak divaksinasi, pasien lansia berisiko 9,3 persen (23 kali) lebih mungkin meninggal dunia akibat Covid-19. Risiko terus menurun saat vaksinasi dosis pertama dan kedua, masing-masin 5,6 persen (14 kali) dan 4,2 persen (11 kali). Lalu, saat sudah booster, risiko menurun hanya 0,4 persen saja.

 

Efektivitas Vaksin Terhadap Subvarian BA.2.75

Kemenkes RI mengumumkan masuknya tiga kasus subvarian BA.2.75 di Indonesia. Apakah patut diteliti untuk selanjutnya?

Mengenai subvarian tersebut, dikatakan bahwa hanya waktu yang bisa memberi tahu apakah varian ini layak diteliti di Indonesia. Karena baru tiga kasus, maka perlu dilihat apakah BA.2.75 akan mendominasi atau tidak, dan dari situ, baru bisa terlihat efek vaksinasi hingga booster terhadap subvarian tersebut.

Dari penelitian ini adalah bukti jelas bahwa vaksinasi hingga booster amat penting untuk kepentingan bersama melawan Covid-19. Efeknya pun besar untuk mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. Oleh karena itu, yang belum di-booster, harus segera menerima booster.

 

Usai Vaksinasi, Langkah Pencegahan Masih Harus Dilakukan!

Credit image - tirto.id

Meskipun sudah divaksinasi, namun bukan berarti 100 persen kebal terhadap ancaman virus corona. Sebab, pada dasarnya vaksin bekerja dengan mengenali sebagian dari virus – yang kemudian akan diidentifikasi oleh sistem imun tubuh. Harapannya, kekebalan dapat dengan cepat mengindentifikasi dan melawan, jika virus aslinya datang menyerang tubuh.

Tapi sekali lagi, tidak ada vaksin yang dapat bekerja dengan memberikan kekebalan seutuhnya terhadap suatu penyakit. Selain itu, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Dari hal ini, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.

Untuk itu, setelah vaksinasi, prokes masih harus dijalani. Namun, bukan berarti vaksin tidak bermanfaat, melainkan dengan vaksin risiko infeksi dapat semakin diminimalisir. Bahkan, kalau terpapar sekalipun makan gejala yang dirasakan tidak berat, atau tidak berisiko mengalami kematian.

Jadi, pastikan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan — atau dapat gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda di ruang publik, dan sebisa mungkin tetap hindari kerumunan, ya.

Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga sangat dianjurkan, termasuk bagi lansia. Untuk suplemen yang direkoendasikan, kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Bagi usia emas, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Gold yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks, Omega-3, Asam Folat, dan Lutein yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh, membentuk energi, hingga menjaga kesehatan otak, kesehatan jantung, dan juga kesehatan mata.

Untuk mendapatkan produk Enervon kamu bisa segera membelinya di official store di Tokopedia, ya.

 

Mendapat vaksinasi Covid-19 memang penting untuk membantu meminimalisir risiko infeksi Covid-19 – dan mengurangi risiko berat jika terinfeksi virus tersebut.

 

 

Featured Image – covid19.go.id

Source – idntimes.com