Hingga kini, pasien cacar monyet masih terus bertambah. Begitu pula di Indonesia – yang sudah memiliki satu kasus monkeypox. Menurut data dari CDC, per 30 Agustus 2022, kasus cacar monyet yang terkonfirmasi secara global sudah mencapai 49 ribu lebih kasus.

Ingat, virus monkeypox dapat menyerang siapa saja, apalagi bagi orang yang memiliki imunitas rendah. Dilansir dari IDN Times, cacar monyet lebih mudah menyerang orang-orang dengan faktor risiko tertentu, salah satunya pasien diabetes.

Dipaparkan bahwa orang dengan diabetes memiliki imunitas yang lebih lemah, sehingga rentan terinfeksi virus cacar monyet.

 

 

Faktor Risiko Monkeypox

Credit Image - bbc.com

Secara garis besar, terdapat empat kelompok orang yang rentan terkena virus cacar monyet. Empat kelompok tersebut meliputi ibu hamil, anak berusia di bawah 8 tahun, pekerja yang terpapar dengan hewan, dan orang-orang dengan imun tubuh yang melemah.

Ada dua jenis sistem imun, yaiut innate dan adaptive. Contoh sistem imun innate termasuk yang diperantarai oleh sel makrofag dan lainnya, sedangkan adaptive diperantarai oleh sel B dan sel T. Adanya kelemahan dari imunitas akan menyebabkan virus monkeypox mudah masuk ke dalam tubuh penderita diabetes, sehingga lebih rentan terjadi infeksi dan bermanifestasi menjadi gejala.

 

Hiperglikemia Menjadi Penyebab Fungsi Imun Menurun

Dijelaskan bahwa bahwa orang dengan gangguan kekebalan tubuh, terutama diabetes, memiliki risiko mengalami infeksi yang lebih parah saat terkena cacar monyet. Hal ini disebabkan karena terjadinya hiperglikemia, atau kelebihan gula, yang mengakibatkan gangguan fungsi respons imun saat melawan patogen penyebab penyakit.

Faktor tersebut menjadi alasan utama yang menyebabkan pasien diabetes bisa mengalami gejala yang lebih berat saat terkena cacar monyet.

Penderita diabetes kerap mengalami perubahan dari sel-sel kekebalan yang disebut dengan cell-mediates immunity dan antibodi – atau disebut juga antibody-mediated immunity. Perubahan yang terjadi berupa penurunan pada keduanya.

Untuk cell-mediated tersebut biasanya yang menurun adalah fungsi sel makrofag. Di mana sel tersebut memiliki kemampuan untuk membunuh virus yang masuk, termasuk monkeypox. Jadi, jika sel ini tidak berfungsi maksimal, virus pun lebih mudah menyerang.

 

Komplikasi Pasien Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Credit Image - news.unair.ac.id

Walaupun begitu, pasien diabetes tetap bisa sembuh dari cacar monyet. Akan tetapi, proses pengobatan memerlukan upaya untuk menstabilkan kadar gula darah. Ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol dan fungsi imun yang juga menurun.

Oleh sebab itu, mengontrol kadar gula penting dilakukan untuk mengembalikan imunitas menjadi lebih stabil. Penting untuk mengetahui apakah pasien diabetes sudah mengalami komplikasi organ tubuh lainnya.

kalau terjadi komplikasi atau komorbid, hal ini dapat menyebabkan penderita diabetes lebih sulit dan lebih lama waktu yang diperlukan untuk pulih dibanding biasanya. Hal ini disebabkan adanya gangguan fungsi pada organ-organ dalam sebagai collateral damage, adanya kerusakan ini menyebabkan pemulihannya biasanya lebih lama.

 

Proses Pengobatan Harus Disertai Mengontrol Gula Darah

Jika pasien diabetes terkena cacar monyet, pengobatan yang dilakukan umumnya akan sama dengan pasien tanpa diabetes. Akan tetapi, pasien diabetes harus melakukan kontrol kadar gula darah saat proses pengobatan dilakukan.

Langkah tersebut penting dilakukan untuk menghindari lonjakan sel yang berisiko mengalami kerusakan karena infeksi cacar monyet. Ini bisa dilakukan dengan memberikan antivirus dan insulin secara bersamaan.

Gula darah tinggi harus cepat diatasi untuk mencegah agar tidak terjadi komplikasi ke organ-organ tubuh lainnya.

 

Langkah Pencegahan Cacar Monyet untuk Pasien Diabetes

Credit Image - candorium.com

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi cacar monyet bagi pasien diabetes. Langkah-langkah yang bisa diambil meliputi:

  • Mendapatkan vaksinasi cacar air bagi yang belum.
  • Menghindari kontak dengan hewan yang terinfeksi (khususnya hewan yang sakit atau mati).
  • Menghindari kontak dengan tempat tidur dan objek yang terkontaminasi virus.
  • Memasak makanan yang mengandung daging hingga matang.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.
  • Menghindari kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi virus.
  • Menggunakan masker saat berada di keramaian.
  • Membersihkan dan melakukan disinfeksi pada permukaan yang sering disentuh.
  • Menggunakan alat pelindung diri saat merawat orang yang terinfeksi virus.

Selain itu, hindari kontak cairan tubuh dengan pasien cacar monyet dan memastikan gula darah tetap terkontrol.

Dalam menguatkan imunitas untuk menghindari paparan cacar monyet, pastikan kamu juga sudah mencukupi asupan vitamin dan mineral. Keduanya bisa diperoleh dari menu makanan harian – dan lengkapi dengan mengonsumsi multivitamin.

Kamu direkomendasikan meminum multivitamin dari Enervon secara rutin.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Kamu dapat mengonsumsi dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg vitamin C, atau Enervon-C Effervescent yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg.

Untukmu kaum aktif, maka direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc untuk menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah, sekaligus mengoptimalkan imunitas tubuhmu.

Dan kedua multivitamin ini pun dapat membantu mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga asupan makanan yang kamu konsumsi bisa diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat satu ini berkat kandungan vitamin B kompleks di dalamnya.

Dapatkan produk Enervon pilihanmu dengan segera mengunjungi official store-nya di sini, ya!

Jika kamu penderita diabetes yang ingin mengonsumsi suplemen tambahan, pastikan kamu sudah berkonsultasi dahulu dengan ahlinya.

 

Pasien diabetes rentan terpapar virus monkeypox, karena imunitas yang cenderung lebih lemah. Lakukan langkah pencegahan sebisa mungkin – dan jaga terus kekebalan tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat.

 

 

Featured Image – viva.co.id

Source – idntimes.com