Sistem Imun Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Kok Bisa?

Sistem Imun Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Kok Bisa?

Enervoners, tahukah kamu bahwa seiring bertambahnya usia, organ-organ di dalam tubuh akan ikut menua? Ya, sistem tubuh ternyata tidak bisa berjalan efektif seperti ketika usia muda – dan saat kondisi tubuh lebih bugar.

Untuk itu, tak heran kalau memasuki usia emas – atau 50 tahun ke atas, tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit. Pasalnya, sistem ketahanan tubuh turut menurun seiring berjalannya waktu.

Tak hanya soal mudah sakit, tapi imunitas yang melemah pun dapat membuat seseorang mudah merasa lelah. Sepertinya, faktor “U” memang susah untuk dibohongi, ya? Nah, biar tetap sehat hingga tua nanti, ada baiknya sediakan bekal sedini mungkin agar kekebalan tetap terjaga kualitasnya.

 

 

Sistem Imunitas Menurun Setelah di Usia 40 Tahun

Sistem Imun Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Kok Bisa?

Credit Image - halodoc.com

Menurut ahli, sistem imun seseorang bisa saja menurun lebih cepat dari semestinya. Tentunya hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Contohnya, seseorang dengan usia 50 tahun bisa saja punya sistem imun yang sama dengan orang berusia 80 tahun.

Melansir Daily Mail, ketika seseorang berada di usia 40 tahun ke atas, sistem kekebalan tubuh yang menua semakin tak mampu untuk menangkal penyakit baru. Imunitas ini hanya mampu bertahan dari penyakit yang sudah menyerang.

Contohnya, penelitian dari Austria menemukan bahwa efektivitas vaksin anti-tetanus akan menurun sejak usia 40 tahun.  Bahkan, di usia 60 tahun, 16 persen dari mereka yang divaksinasi, tak lagi terlindungi.

Kata ahli dari Imperial College, London, UK, setelah usia mencapai 65 tahun, seseorang tidak mempunyai berbagai jenis sel yang dibutuhkan untuk melawan infeksi baru, sebab kualitas sel yang dimilikinya telah menurun.

Sel di sini contohnya adalah naive T-Cell, yaitu kelompok sel kekebalan. Biasanya sel ini akan berkeliling dan memberi peringatan ketika mereka menemukan infeksi. Namun, ketika sel telah menua, naive T-Cell yang akan terbentuk semakin sedikit. Kok bisa?

Nah, hal ini disebabkan karena kelenjar kecil di belakang tulang dada (thymus) tempat mereka berkembang, telah menyusut. Inilah yang membuat berkurangnya sistem ketahanan tubuh. Singkatnya, sistem imun jadi kurang efisien, terutama menghadapi virus baru.

 

Hindari Penyebab yang Melemahkan Kekebalan

Sistem Imun Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Kok Bisa?

Credit Image - cnnindonesia.com

Tak perlu langsung panik berlebihan, karena sistem imunitas bisa menurun seiring bertambahnya usia, ya. Karena, kamu masih bisa mencegahnya sebelum terlambat, kok. Agar sistem kekebalan tetap terjaga kualitasnya, selain faktor usia, yuk, coba hindari keempat hal di bawah ini!

1. Kurang aktif secara fisik

Bukan rahasia lagi kalau malas berolahraga jadi biang keladi timbulnya berbagai masalah kesehatan. Menurut studi di American Journal of Preventive Medicine, terlalu banyak duduk dan malas berolahraga bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 

Sedentary lifestyle atau gaya hidup tanpa aktivitas fisik ini akan menyebabkan terganggunya sistem imun, peradangan, dan penyakit kronis lainnya.

 

2. Kesepian

Ternyata, kesepian tidak hanya berdampak negatif bagi kesehatan mental saja, namun berpengaruh terhadap kualitas kekebalan tubuh, lho. Tak percaya?

Menurut studi dalam Journal of Neuroimmunology kesepian juga bisa merusak sistem kekebalan tubuh. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa peningkatan kecemasan terkait dengan kesepian, sehingga menyebabkan tekanan pada sistem imunitas – dan kerusakan tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas.

 

3. Stres berkepanjangan

Sama halnya dengan kesepian, stres juga bisa menimbulkan rentetan masalah kesehatan fisik. Menurut American Psychological Association, stres jangka panjang bisa melemahkan respon kekebalan tubuh seseorang. Kata ahli, ketika kamu stres dan tubuh mengidap flu, bisa dipastikan gejalanya yang dialami akan lebih buruk lagi.

 

4. Nikotin

Baik itu, rokok nikotin organik atau elektronik, perokok pasif atau aktif, terpapar nikotin amat merugikan bagi sistem kekebalan tubuh. Nikotin bisa meningkatkan kadar kortisol – atau hormon stres – yang mengurangi pembentukan antibodi sel B dan respon antigen sel T yang merupakan kelompok sel dalam sistem imun tubuh.

 

Usia Emas, Yuk, Tingkatkan Imunitas dengan Cara Ini!

Sistem Imun Menurun Seiring Bertambahnya Usia, Kok Bisa?

Credit Image - parapuan.co

Dari penjelasan di atas, memasuki 40 tahun hingga usia emas, kekebalan tubuh cenderung menurun, ya. Tapi tenang, masih ada berbagai cara yang patut kamu lakukan untuk meningkatkan imunitas di usia emas, lho.

Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Istirahat yang cukup. Tidur menjadi salah satu langkah penting dalam mengembalikan imunitas, khususnya bagi usia emas yang lebih mudah merasa lelah. Apalagi, jika sistem kekebalan sedang berusaha keras untuk melawan infeksi penyakit.
  • Mengonsumsi makanan bergizi. Ingat, kekurangan nutrisi pada usia emas akan mengganggu kinerja kekebalan tubuh. Untuk itu, cobalah tingkatkan asupan vitamin dan mineral, seperti seng, zat besi, tembaga, asam folat, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin A, dan vitamin E.
  • Rutin berjemur. Rutin berjemur dapat membantu meningkatkan imunitas – dan sangat bermanfaat bagi usia emas yang kekurangan vitamin D.
  • Olahraga secara rutin. Tidak hanya membantu menjaga berat badan tetap ideal, namun olahraga pada usia emas dapat memberikan banyak manfaat baik, mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung, menjaga kualitas tidur, menjaga kekuatan tulang, hingga mengurangi rasa nyeri – yang sering dialami usia emas.

Untuk melengkapi hidup sehat di usia emas – dan tentunya biar imunitas terjaga – kamu dianjurkan mengonsumsi multivitamin yang memiliki kandungan vitamin dan mineral lengkap.

Akan lebih baik lagi, kalau multivitamin untuk usia emas juga memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti vitamin C, maupun jenis nutrisi yang bisa membantu menjaga kesehatan mata dan daya ingat.

Tak perlu bingung lagi, kok, dalam memilih multivitamin lengkap untuk usia emas, kamu dapat mengonsumsi multivitamin Enervon Gold yang mengandung deretan nutrisi yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan di usia lanjut.

Enervon Gold mengandung vitamin C yang dapat menjaga daya tahan tubuh, vitamin B kompleks untuk membantu proses metabolisme yang berperan penting untuk pembentukan energi sehingga usia emas dapat tetap aktif, dan vitamin B9 – atau asam folat yang berperan untuk menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, Enervon Gold juga punya kandungan Omega-3 yang dikenal untuk menjaga kesehatan otak, mempertahankan fungsi kognitif, serta mengurangi risiko kehilangan memori. Dan tak ketinggalan kandungan lutein yang baik untuk mendukung kesehatan mata.

Nah, multivitamin andalan usia emas yang satu ini dapat kamu peroleh di sini, ya.

 

Waspadai, ya, sistem kekebalan tubuh memang bisa menurun seiring bertambahnya usia. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kamu menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin!

 

 

Featured Image – yalemedicine.org

Source – halodoc.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!