Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, maka setiap individu perlu tidur selama 7 sampai 9 jam setiap malamnya. Hal ini termasuk dalam pola hidup sehat – yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk menguatkan kekebalan.

Tapi, bagaimana kalau kamu kurang tidur? Jika dibiarkan, kondisi kesehatan perlahan bisa terganggu, bahkan rusak, lho. Tak hanya itu, berbagai macam penyakit juga dapat menjangkit, tak terkecuali diabetes.

Berikut ini informasi lengkapnya.

 

 

Kurang Tidur Dikaitkan dengan Masalah Kesehatan Lainnya

Credit Image - alodokter.com

Kurangnya tidur memang sering dikaitkan dengan kurangnya konsentrasi, perubahan suasana hati, serta masalah kesehatan lainnya. Sebuah penelitian terbaru yang terbit di PubMed Central mengklaim, bahwa kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko diabetes.

Menurut penelitian, ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa durasi tidur yang tidak cukup, salah satunya memiliki kualitas yang buruk dan punya gangguan tidur seperti insomnia dan sleep apnea yang telah dikaitkan dengan risiko diabetes.

 

80 Persen Penderita Diabetes Memiliki Masalah Tidur

Masalah kurang tidur dan risiko kesehatan lainnya ini telah diungkap oleh Kepala Departemen Psikologi dan Kesejahteraan Neha Verma. Ia mengatakan, orang dengan diabetes memiliki masalah kurang tidur.

Beliau menyebutkan bahwa “Dalam praktik klinis saya, saya melihat bahwa sekitar 80 persen populasi diabetes menghadapi masalah tidur, mulai dari insomnia, sleep apnea, sindrom kaki gelisah, dan lain-lain,”.

Selain itu, gangguan tidur juga dikaitkan dengan beberapa gejala lainnya, salah satunya sering terbangun untuk buang air kecil.

 

Kurang Tidur Berhubungan dengan Perubahan Metabolisme Tubuh

Credit Image - kompas.com

Kurang tidur disebut dapat menyebabkan perubahan metabolisme dalam tubuh, di mana ini akan mengakibatkan peningkatan kadar glukosa dan meningkatkan risiko diabetes.

Menurut ahli, sangat penting untuk menjaga kualitas tidur. Bila kurang itudr, ini dapat meningkatkan kadar gula lebih banyak, bahkan belum ada obat yang membantu kecuali dengan memperbaiki kualitas tidur.

 

Rasa Lelah Fisik Pun Kerap Menghampiri

Secara mental, kurang tiidur dapat meningkatkan rasa lelah secara fisik. Dan ini akan memengaruhi kadar glukosa seseorang, sehingga berdampak pada peluang peningkatan diabetes.

Maka dari itu, jalan satu-satunya caranya adalah dengan memperbaiki kualitas tidur, dan kurangi begadang yang tidak perlu.

 

Cara Memperbaiki Kualitas Tidur

Credit Image - liputan6.com

Ada beberapa cara untuk memperbaiki kualitas tidur agar tidak meningkatkan risiko atau masalah kesehatan, antara lain:

  • Perbaiki waktu tidur.
  • Jadikan lingkungan tidur sebagai tempat yang nyaman.
  • Kurangi konsumsi kopi atau teh.
  • Kurangi stres.
  • Kurangi waktu layar atau menatap smartphone dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, untuk mengatasi masalah susah tidur, ada asupan nutrisi yang dapat membantu, lho. Yaitu, vitamin C dan vitamin B kompleks.

Dikutip dari sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014 – dalam Jurnal PLOS One menunjukkan bahwa seseorang dengan kadar vitamin C rendah dalam tubuhnya, punya kecenderungan alami masalah sulit tidur. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kekurangan vitamin C memiliki kaitan erat dengan insomnia.

Peroleh asupan vitamin C dari berbagai sumber tinggi nutrisi, seperti jeruk, jambu biji, pepaya, stroberi, kiwi, dan nanas.

Selain itu, kamu bisa mengonsumsi vitamin B kompleks, lebih tepatnya vitamin B6. Jenis vitamin yang satu ini dapat membantu mengurangi stres yang kamu rasakan – dengan membuat saraf-saraf tubuh lebih rileks. Artinya, rutin mengonsumsi asupan vitamin B6, maka kualitas tidur kamu pun bisa semakin baik.

Nah, cobalah rutin mengonsumsi makanan kaya vitamin B6, seperti pisang, yogurt, atau oat – kamu bisa konsumsinya sebelum tidur, lho. Sejumlah makanan ini diyakini membantu meningkatkan kualitas tidur, sehingga lebih segar keesokan harinya.

Nah, tak hanya dari sumber makanan saja, namun, sejumlah vitamin di atas bisa kamu penuhi, hanya dengan rutin mengonsumsi multivitamin saja! Tak perlu repot lagi, kan? Cocok untukmu yang punya aktivitas padat – atau sering bolong-bolong dalam mengonsumsi makanan sehat.

Konsumsi Enervon-C mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat. Multivitamin ini tersedia dalam bentuk tablet yang mengandung vitamin C 500 mg maupun effervescent dengan kandungan 1000 mg vitamin C.

Kandungan vitamin C di dalamnya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, terutama mempertahankan imunitas.

Selain dapat menjaga imun, kandungan vitamin B kompleks di dalamnya dapat membantu proses proses metabolisme tubuh sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah jadi sumber energi bagi tubuh.

Baik Enervon-C tablet maupun effervescent, keduanya sama-sama memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh, kok. Jadi, apapun pilihanmu, semuanya sama baiknya, ya. Untuk segera mendapatkan produk Enervon pilihanmu, yuk, segera klik di sini!

 

Jadi, kurang tidur sering dikaitkan dengan meningkatkan kadar glukosa – dan akhirnya menjadi penyebab diabetes. Untuk itu, jangan sepelekan lagi urusan tidur. Pastikan kamu sudah beristirahat yang cukup setiap malamnya.

 

 

Featured Image – yesdok.com

Source – popmama.com