Metode atau pola pengasuhan orang tua terhadap anak-anak akan sangat memengaruhi tumbuh kembang mereka. Baik tumbuh kembang fisik maupun psikisnya. Dari segi perkembangan psikis, orang tua perlu memahami karakter apa yang menonjol dari anak-anak. Mengetahui karakter anak bisa menjadi langkah awal menentukan pola pengasuhan dan pola komunikasi sejak dini. Mari mengenal macam-macam karakter, cara memahami, dan mengasahnya.

4 Macam Karakter Anak

1. Koleris

Anak dengan karakter koleris tahu tujuan atau hal yang mereka inginkan sehingga mereka cenderung kompetitif dan berkemauan kuat untuk mendapatkannya. Mereka akan bergerak dan berpikir secara mandiri untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi tidak heran jika ia memiliki kemampuan berpikir yang cepat, pandai menganalisis, memimpin teman-temannya, hingga menyuarakan pendapat. Meskipun pada beberapa situasi anak koleris juga bisa kesulitan mengatasi emosi yang meledak karena ketidaksabaran mereka dalam mencapai suatu hal. Sehingga penting sekali bagi orang tua untuk mendampingi dan membantu anak-anak menyalurkan energinya.

2. Melankolis

Karakter anak berikutnya adalah melankolis, yaitu karakter yang unggul dalam kecerdasan emosional. Mereka memiliki kemampuan memahami orang lain lebih baik sehingga mendorong sikap suka menolong, sabar, setia, dan rasa empati yang tinggi. Dalam menyelesaikan tugas, mereka juga mampu melakukannya tepat waktu dengan hasil yang sesuai. Karena kemampuan mengelola emosi ini tidak begitu terlihat, orang tua perlu proaktif mendampingi dan mengarahkan. Jika tidak, anak-anak dapat tenggelam dalam sikap pendiam berlebih yang arahnya pada rasa cemas, gugup, panik, gelisah, hingga bersedih.

3. Sanguinis

Lalu ada juga anak sanguinis, yaitu karakter anak dengan kreatifitas dan rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga tidak jarang jika mereka cenderung susah bertahan dalam satu kegiatan dalam waktu yang lama. Mereka akan mengeksplorasi kegiatan tersebut dan bereksperimen serta siap menghadapi berbagai macam risiko yang ada. Dalam bergaul, anak sanguinis akan terlihat mencolok karena sikap mudah berteman dan menjalin hubungan dengan lingkungannya. Sayangnya, mereka cenderung kurang memiliki komitmen dan fokus dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Sehingga orang tua perlu memberikan pengarahan yang tepat agar mereka mampu mengelola waktu dan energi.

4. Plegmatis

Berkebalikan dengan karakter sebelumnya, anak plegmatis cenderung lebih tenang dan suka mengamati. Sehingga dalam membangun pergaulan, mereka akan lebih pendiam pada awalnya untuk melakukan observasi. Keinginan dan kegiatan mereka juga akan lebih sederhana sehingga terkadang dinilai pasif dan kurang antusias. Meski begitu, konsistensi dan kegigihan untuk menjalankan kegiatan sangat unggul. Bila orang tua mengasah kemampuan mereka, anak plegmatis akan lebih mudah beradaptasi pada lingkungan baru. Selain itu, mereka juga bisa diarahkan untuk menemukan minat dan bakat yang bisa dipupuk sejak dini.

 

Cara Memahami Anak-anak

Dari beberapa jenis karakter anak di atas, dapat diambil pelajaran bahwa memahami karakter anak adalah hal yang penting. Selain membantu orang tua menentukan metode dan pola asuh, memahami anak juga mempermudah proses pengasahan.

1. Mengamati Kegiatan Anak

Pertama, cermati dan perhatikan sikap dan pola perilaku anak dalam menghadapi hal-hal di sekitarnya. Termasuk dalam mengambil keputusan, menghadapi perubahan, dan menyelesaikan masalah. Baik masalah yang berkaitan dengan faktor luar maupun masalah dari dalam dirinya sendiri. Cara ini akan maksimal dilakukan jika orang tua memiliki waktu berkualitas yang cukup dengan anak secara konsisten.

2. Mengajak Anak Berdiskusi

Cara kedua adalah mengajak anak berdiskusi secara aktif menanyakan sikap dan penilaian mereka dalam menghadapi sesuatu. Jika anak masih sulit terbuka, tidak ekspresif, atau masih terlalu kecil untuk berkomunikasi langsung, perhatikan bahasa tubuh dan mimik wajah mereka.

 

Cara Mengasah Karakter yang Baik

1. Proaktif Memberikan Rangsangan

Setelah mengetahui dan memahami anak, saatnya kamu dan pasangan membantu mereka mengasah karakter baik agar berkembang ke arah yang positif. Cara pertama adalah dengan memberikan rangsangan, seperti bercerita/mendongeng dan bermain peran di rumah. Semakin beragam nilai moral yang bisa diambil, maka anak akan mendapat penggambaran situasi dan kondisi yang lebih luas.

2. Melalui Contoh di Kehidupan Sehari-hari

Bentuk pembelajaran paling efektif adalah dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari dan orang tua adalah sosok yang paling banyak dilihat anak-anak. Sehingga berusaha menjadi role model yang baik bagi anak akan membantu mereka memahami dan menerapkan hal baik yang sama.

3. Evaluasi dan Mengarahkan

Beriringan dengan poin diskusi sebelumnya, orang tua dapat mengajak anak untuk melakukan evaluasi. Termasuk memberikan nasihat kepada anak saat mereka sudah tenang jika sikap mereka kurang tepat, misal saat bergaul dengan teman. Dengan proses mengarahkan pada situasi dan kondisi yang tepat, anak bisa menerima saran lebih baik. Pada kesempatan berikutnya, anak dapat mengingatkan dirinya sendiri dan tidak melakukan kesalahan yang sama.

Untuk hasil pemahaman dan cara mengasah yang lebih akurat, orang tua sangat disarankan memiliki dan terus memperbaharui pengetahuan parenting secara menyeluruh seiring tumbuh kembang anak. Termasuk tahapan perkembangan fisik dan psikis anak sesuai usia mereka.

Proses menanamkan karakter anak yang baik butuh waktu yang panjang. Dukung juga proses tumbuh kembang fisiknya agar pertumbuhan anak lebih maksimal. Enervon-C Plus Syrup hadir dengan kandungan multivitamin dan mineral yang lengkap siap menemani ayah dan ibu dalam memastikan asupan gizi anak sehari-hari terpenuhi. Selain menjaga daya tahan tubuh, vitamin ini juga terbuat dari bahan non-acidic yang nyaman bagi lambung dan ginjal. Jadi aman dikonsumsi setiap hari. Dapatkan produknya yang asli dengan akses praktis melalui Tokopedia atau Shopee Enervon resmi.