Diet buah merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Dalam menjalani diet buah, kamu harus mencukupi 50 sampai 75 persen kebutuhan kalori harian dari mengonsumsi buah- buahan segar. Sementara kebutuhan kalori 25 sampai 50 persen lagi dicukupi dari sayuran, kacang- kacangan, biji- bijjan, dan gandum.

Buah- buahan sendiri memang seharusnya menjadi bagian dari menu makan sehat sehari- hari. Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan vitamin, mineral dan serat.

Jika kamu tertarik menjalani diet buah, yuk kenali manfaat dan risikonya terlebih dahulu!

1. Sumber serat

Credit: inquirer.com

Buah adalah sumber serat yang bermanfaat untuk memperlancar pencernaan dan membantu dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

2. Mengandung potassium atau kalium

Credit: hellosehat.com

Banyak buah yang mengandung potassium. Zai ini dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah tetap normal dan mengatur keseimbangan kadar cairan tubuh. Buah yang mengandung potassium antara lain adalah pisang, jambu, mangga, dan blewah.

3. Mengandung asam folat

Credit: momjunction.com

Asam folat dibutuhkan untuk membantu produksi sel darah merah serta mencegah terjadinya kecacatan pada janin. Nutrisi ini juga bisa didapatkan dengan menjalani diet buah, khususnya dari buah- buahan jenis jeruk dan mangga.

4. Mengandung vitamin C

Credit: liputan6.com

Pada umumnya buah mengandung vitamin C, yang berfungsi untuk meningkatkan imunita tubuh, dan menjaga kesehatan gigi serta gusi. Kamu bisa menemukan vitamin C yang tinggi dalam buah jeruk, stroberi, dan tomat.

5. Sumber antioksidan

Credit: hellosehat.com

Buah- buahan bisa menjadi sumber antioksidan yang memiliki banyak manfaat. Mulai dari melindungi kesehatan tubuh, menurunkan risiko penyakit kanker, dan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel- sel tubuh.

Kamu bisa menemukan kandungan antioksidan tinggi pada buah plum hitam, buah prune, dan berbagai jenis buah beri.

Risiko dari menjalani diet buah

Diet buah ala frutarian biasanya memiliki batasan ketat soal jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Kekhawatiran utama bagi orang yang menjalani diet buah ini adalah kekurangan gizi.

Jika asupan nutrisi kurang, maka tubuh akan mengalami starvation mode atau kelaparan. Artinya, tubuh akan memperlambat metabolisme untuk menghemat cadangan nutrisi dan mengemat energi. Kondisi ini tentunya tidak menguntungkan bagi kamu yang menjalani diet buah untuk menurunkan berat badan. Karena, metabolisme melambat berarti berat badan semakin susah untuk turun.

Selain itu, kekurangan kalsium dan zat besi karena diet buah dalam jangka panjang juga perlu dipertimbangkan. Jika terus berlangsung, kurangnya asupan kalsium dan zat besi dapat menyebabkan osteoporosis, anemia, dan kelelahan terus menerus.

Sebenarnya, batasan apa yang harus diterapkan dalam menjalani diet buah harus ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan masing- masing orang. Bagi kamu yang ingin mencoba pola makan ini, boleh saja mengadaptasikan diet buah agar bisa mencukupi semua kebutuhan nutrisi. Misalnya, menjadikan buah- buahan sebagai 50% sumber kalori dan sisanya dipenuhi melalui sumber protein nabati dan suplemen.

Kamu bisa melengkapi diet buah ini dengan ditambah mengonsumsi suplemen vitamin C dari Enervon-C yang mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks untuk membantu jaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Atau Enervon Active yang mengandung non acidic vitamin C serta Zinc yang membuatmu tidak mudah lelah dan selalu aktif.

 

 

 

Featured Image - berries.com