Tidak terasa bulan puasa sudah tiba. Saat puasa, kamu diharuskan menahan makan dan minum selama 13 jam. Dalam waktu tersebut, mungkin fungsi tubuhmu dapat mengalami perubahan, salah satunya menurunnya sistem imun. Hal ini dapat mengakibatkan kamu jadi lebih mudah lelah dan rentan terserang berbagai virus penyebab penyakit.

Tapi, jangan khawatir! Kamu bisa mencegahnya dengan memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc selama berpuasa. Berikut ini peran penting vitamin C dan zinc saat berpuasa, dan sumber makanan yang bisa kamu konsumsi untuk memenuhi kebutuhan dua nutrisi tersebut.

Pentingnya Mengonsumsi Vitamin  C dan Zinc Selama Berpuasa

Credit: liputan6.com

Perubahan waktu dan pola makan selama berpuasa dapat menyebabkan kamu menjadi lemas, tidak berenergi, dan kurang bersemangat. Padahal, kamu masih harus melakukan berbagai aktivitas. Asupan nutrisi yang tidak tercukupi dapat menurunkan sistem imun, dan akhirnya kamu menjadi lebih mudah sakit di bulan puasa.

Makanan yang seharusnya menjadi bahan energi mungkin tidak tersedia dalam jumlah yang banyak. Akhirnya, tubuh jadi menggunakan lemak sebagai energi cadangan. Nah, disinilah vitamin C memiliki peran penting. Ketika kebutuhan vitamin C tubuh tercukupi, maka proses perubahan lemak menjadi energi akan berjalan lancar, dan kamu tidak lemas selama berpuasa.

Vitamin C dan zinc akan bekerjasama dalam menjaga sistem imun. Vitamin C merangsang tubuh memproduksi sel darah putih sehingga tubuh jadi lebih kuat dalam melawan virus, serta mengoptimalkan penyerapan zat besi. Sama seperti vitamin C, zinc merupakan mineral yang berperan untuk mengendalikan dan mengatur respon imun terhadap infeksi dan bibit penyakit.

Kedua jenis nutrisi ini juga mampu mengurangi gejala flu dan mempercepat proses pemulihan tubuh. Hal ini memungkinkan kamu tetap sehat dan terlindungi dari berbagai macam virus penyebab penyakit selama berpuasa.

Selain itu, vitamin C dan zinc juga berperan dalam proses penyembuhan luka dan peradangan, meningkatkan fungsi otak, sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas, serta menurunkan risiko penyakit yang terkait penuaan seperti infeksi dan pneumonia.

Menu Sahur atau Berbuka yang Kaya Kandungan Vitamin C dan Zinc

Credit: rouxbe.com

Vitamin C dapat kamu temukan pada berbagai buah- buahan seperti blewah, jeruk, kiwi, mangga, pepaya, nanas, stroberi, tomat, dan semangka. Sedangkan dari sayuran yaitu brokoli, kubis, kembang kol, bayam, kentang dan labu.

Sementara, sumber zinc terbaik dapat diperoleh dari protein hewani, seperti daging sapi dan ayam yang mengandung lebih banyak zinc daripada ikan. Kemudian, zinc juga bisa didapatkan dari kacang almond, sereal, dan juga oatmeal.

Berikut ini beberapa menu sahur yang tinggi vitamin C dan zinc:

  • Oatmeal dan buah- buahan.
  • Sup wortel, buncis, dan kembang kol.
  • Tumis brokoli dengan paprika.
  • Sereal dan susu.
  • Tumis kentang dengan potongan cabai sebagai perasa.
  • Salad buah

Menambahkan makanan- makanan tersebut ke dalam menu sahur atau berbuka  dapat membantumu mencukupi asupan vitamin C dan zinc selama berpuasa, sehingga kesehatan tubuhmu tetap terjaga dan puasa pun menjadi lancar.

Nah, selain mengonsumsi buah dan sayuran, kamu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut dengan rutin minum multivitamin seperti Enervon-C yang mengandung vitamin C dan vitamin B Kompleks. Atau Enervon Active yang mengandung vitamin C, vitamin B Kompleks, dan zinc dua kali sehari, saat sahur dan buka puasa.

Kedua multivitamin ini dapat membantu menjaga daya tahan tubuhmu, serta membantu memaksimalkan proses metabolisme untuk mengubah makanan menjadi energi  yang lebih tahan lama, sehingga kamu jadi tidak mudah lelah saat beraktivitas seharian meskipun sedang berpuasa.

 

Featured Image - fullscript.com