Seperti diketahui, napsu makan pasien dapat menurun.

Selain tidak bisa mencium bau, umumnya pasien juga turut merasakan gangguan pada indera perasa. Jadi, jika mendapati tubuh mengalami gejala anosmia, secara otomatis selera makan akan berkurang. Hal ini harus diwaspadai, sebab asupan makanan yang bernutrisi penting diperoleh pasien Covid-19 agar cepat pulih, lho.

Dalam membantu mengatasi anosmia, ada pula berbagai makanan yang sebaiknya dihindari terlebih dahulu, sehingga tubuh benar-benar bisa memperoleh gizi yang cukup. Lantas, apa saja sih jenis makanan yang harus dihindari dulu?

Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini ya!

 

 

1. Makanan yang Digoreng

Credit Image - today.com

Makanan pertama yang perlu dihindari ketika terinfeksi virus corona, terutama saat mengalami anosmia, yakni makanan yang diolah dengan cara digoreng. Kalau kamu pecinta gorengan, namun tengah positif Covid-19 – ada baiknya tak mengonsumsi gorengan dahulu, setidaknya sampai dikonfirmasi negatif, maupun sudah pulih.

Bukan tanpa alasan, tekstur gorengan dapat memicu tenggorokan gatal. Hal ini bisa menyebabkanmu semakin sulit untuk menelan makanan. Sebagai gantinya, coba pilih makanan yang cenderung segar dan mudah dikunyah, seperti buah-buahan. Yang penting, konsumsi makanan sehat favoritmu, serta tak harus memaksakan diri untuk mengunyah makanan yang tidak kamu sukai, ya!

 

Makanan Tinggi Garam

Anosmia dapat membuat pasien Covid-19 kebingungan dengan respon indera pengecap. Biasanya, ketika makan, lidah pun lebih terasa aneh. Selain itu, tak jarang pasien merasakan sesuatu yang tidak seharusnya, seperti makanan menjadi lebih pahit, atau bahkan hambar.

Untuk mengatasi hal tersebut, mungkin ada keinginan untuk menambahkan bumbu masakan lebih banyak, salah satunya garam. Tapi sebaiknya hindari mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan garam. Mengapa demikian?

Alasannya, semakikn asin, maka lidah semakin merasakan pahit. Jadi, ada baiknya kamu menambahkan rasa pedas ke dalam menu makanan, seperti sambal. Namun, jangan berlebihan juga, ya. Karena makanan yang terlalu pedas dapat menyebabkan iritasi pada usus.

 

Makanan Dengan Tekstur Kasar

Credit Image - eatthis.com

Selanjutnya, ada pula makanan dengan tekstur kasar yang perlu dihindari ketika sedang terinfeksi Covid-19, apalagi mengalami gejala anosmia. Lebih baik, kamu memilih jenis makanan yang mudah dicerna, serta tidak mengiritasi usus.

Misalnya, kamu bisa memilih makanan yang lebih mudah ditelan, seperti makanan berkuah. Selain itu, disarankan memilih makanan kaya akan serat, seperti buah dan sayur yang baik untuk kesehatan, sekaligus mudah dicerna.

 

Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji biasanya dimasak dengan metode deep fry. Alhasil, makanan tersebut jadi berminyak. Untuk menambah kelezatannya, ditambahkan pula gula, garam, dan penyedap rasa dalam jumlah banyak.

Jenis makanan seperti ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi orang yang sedang sakit, apalagi bila sedang sakit tenggorokan dan batuk. Apalagi, bagi orang yang menderita anosmia akibat indera pengecap hilang. Makanan cepat saji justru bikin tenggorokan makin tidak nyaman.

 

Kurangi Minuman Berkafein

Credit Image - thejakartapost.com

Selama masa infeksi virus, ada baiknya menghindari konsumsi kopi atau teh secara berlebihan. Perlu diketahui bahwa asupan kafein yang terlalu tinggi dapat mengganggu pola tidur, seperti susah mengantuk, hingga menimbulkan perasaan cemas. Padahal, kamu perlu waktu tidur lebih banyak untuk pulih, lho.

Sebaiknya, pilihlah jenis minuman lain yang lebih sehat, seperti air putih, susu, air kelapa, atau jus buah yang rendah akan kandungan gula. Jika merasaka mual, kondisi ini bisa diredakan dengan jus lemon – atau minuman hangat lainnya.

 

Yuk, Tetap Jalani Berbagai Langkah Pencegahan!

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan merupakan hal paling berharga. Untuk itu, istilah lebih baik mencegah daripada mengobati – sangat benar adanya. Masyarakat diminta agar terus menerapkan upaya pencegahan, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pastikan sudah memakai masker ketika bepergian, menerapkan jaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta tidak bepergian – kecuali ada urusan yang mendesak. Sejumlah protokol kesehatan tersebut pun masih harus diterapkan meskipun sudah mendapatkan vaksinasi! Ingat, lengah usai vaksin justru dapat meningkatkan risiko tertular virus.

Selain itu, Optimalkan perlindungan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat.

Dan, yang tak boleh dilupakan – lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon Active yang memiliki kandungan vitamin lengkap. Kedua multivitamin tersebut dianjurkan dikonsumsi dua kali sehari.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra.

Dan, bagi yang memiliki lambung sensitif, direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

 

Jadi, itulah kelima makanan yang sebaiknya dihindari ketika mengalami gejala anosmia akibat Covid-19. Untukmu yang sedang dalam proses pemulihan, sebaiknya perbanyak konsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah, ya!

 

 

Featured Image - salud-america.org

Source - popmama.com