Saat ini, sudah banyak yang telah mendapatkan dosis vaksinasi Covid-19, baik itu vaksin Moderna – yang sudah mulai diberikan ke petugas kesehatan dan akan segera diedarkan bagi masyarakat umum.

Namun, setelah vaksinasi Covid-19, masyarakat diimbau untuk terus menjalani protokol kesehatan 5M. Pasalnya, kemungkinan terinfeksi virus corona masih tetap ada meskipun sudah diberi vaksin dosis penuh. Untuk itu, jangan sampai lengah! Dari sikap lengah tersebut ada kemungkinan infeksi virus yang mengintai, lho.

Sebelumnya, disebutkan bahwa vaksin diberikan dalam dua dosis. Namun, berbeda bagi petugas medis yang perlu mendapatkan booster – alias vaksin dosis ketiga. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan antibodi, mengingat nakes merupakan garda terdepan, serta sering berhadapan dengan pasien Covid-19, sehingga risiko terpapar virus sangatlah tinggi.

Akan tetapi, apakah hanya nakes saja yang diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga? Selain nakes, siapa saja yang butuh memperoleh booster guna meningkatkan antibodi, sehingga risiko terinfeksi virus semakin rendah?

Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

 

Selain Nakes, Siapa yang Membutuhkan Vaksin Dosis Ketiga?

Credit Image - alodokter.com

Dilansir dari Detik, menurut seorang pakar penyakit menular ternama di Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci menyebut bahwa suntikan vaksin dosis ketiga juga perlu diberikan kepada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan lebih lemah. Pendapat ini dicetuskan karena adanya varian Delta yang lebih mudah menular – serta membutuhkan strategi penanganan khusus.

Jadi, seharusnya booster mesti diberikan kepada kelompok rentan. Hal ini pun dianjurkan dilakukan sebelum memberikan dosis ketiga pada populasi masyarakat umum – yang sebelumnya sudah mendapat vaksin dua dosis.

Terkait perlu atau tidaknya booster vaksin Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat umum, masih menunggu rekomendasi dari CDC Amerika Serikat, setelah pihak terkait menerima data mengenai penurunan efektivitas Covid-19 dalam jangka waktu tertentu usai suntikan kedua. Sampai saat ini, CDC juga sudah melacak berbagai kelompok, termasuk lansia.

Namun, sejauh ini Dr Fauci menekankan bahwa vaksin Covid-19 hingga dua dosis terbukti efektif mencegah gejala berat, rawat inap, serta risiko kematian. Sehingga, meskipun belum ada kepastian mengenai efektivitas dosis ketiga, tetapi fungsi dua dosis vaksin tetap dapat diandalkan.

 

Risiko Terpapar Virus Masih Ada, Jadi Tetap Terapkan Prokes!

Credit Image - liputan6.com

Menurut pakar vaksin dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O’Brien menjelaskan bahwa pada dasarnya vaksin bekerja dengan cara mengenalkan sebagian dari virus – untuk dikenali oleh imunitas tubuh. Harapannya, kekebalan dapat dengan cepat mengindentifikasi dan melawan, jika virus aslinya datang menyerang tubuh.

Tapi yang perlu diketahui, tidak ada vaksin yang dapat bekerja 100 persen efektif – terhadap 100 persen penerimanya. Artinya, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Dari hal ini, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.

Kemudian, kenapa ada orang tertentu yang masih bisa terinfeksi walaupun sudah vaksin? Kondisi ini disebabkan oleh berbagai kemungkinan. Sebagian besar alasannya berkaitan dengan seberapa besar paparan seseorang terhadap patogen. Mungkin saja ada yang sudah terpapar, tapi hanya dosis kecil patogen saja.

Dalam proses imunitas mengenai virus penyebab penyakit, tubuh bisa saja membutuhkan paparan dosis yang lebih banyak dan konstan. Meski akhirnya vaksin bukanlah kunci utama tubuh terhindar dari Covid-19 – namun, dengan mendapat vaksinasi tetap bisa mengurangi kemungkinan tingkat keparahan penyakit. Jadi, bisa tetap terinfeksi, namun dengan gejala yang ringan.

Jadi, jangan lengah! Setelah mendapatkan vaksin, protokol kesehatan masih harus dijalani. Namun, bukan berarti vaksinasi tidak bermanfaat, melainkan dengan vaksin risiko terinfeksi dapat semakin diminimalisir – dan, jika pun terkena penyakit maka gejala yang dirasakan tidak berat, atau bahkan tidak berisiko mengalami kematian.

Untuk itu, masyarakat terus diimbau menerapkan protokol kesehatan setelah mendapat vaksin, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas – hindari bepergian kecuali untuk urusan mendesak.

 

Pertahankan Pula Sistem Imun Untuk Cegah Penularan

Credit Image - vedix.com

Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Mudahnya, masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga masih sangat dianjurkan. Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.

Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak.

 

Itulah ulasan mengenai siapa saja yang membutuhkan vaksin dosis ketiga, selain petugas medis. Meskipun sudah mendapat vaksin, tetap terapkan prokes dan jaga kekebalan tubuh agar perlindungan makin optimal.

 

 

Featured Image - usatoday.com

Source - detik.com