Seiring berjalannya waktu, beragam jenis varian terbaru dari virus corona penyebab Covid-19 pun terus ditemukan. Setelah Delta Plus, belum lama ini ditemukan pula varian yang disebut dapat memicu diabetes tipe satu.

Seperti diketahui, virus Covid-19 yang kerap dikenali oleh banyak orang, yakni dapat mengganggu sistem pernapasan. Hal tersebut memang benar adanya. Meski demikian, lebih dari itu, virus tersebut pun ternyata dapat menjadi faktor pemicu timbulnya masalah kesehatan lain, termasuk diabetes.

Seorang kepala petugas ilmiah di London Medical Laboratory, Dr Quinton Fivelman PhD mengatakan bahwa saat ini dampak virus tersebut membuat peneliti di bidangnya cukup prihatin, karena ada beragam dampak buruk lainnya yang dapat dialami pasien.

Lalu, bagaimana awal ditemukannya Covid-19 yang dapat memicu diabetes tipe 1 tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.

 

 

Pertama Kali Ditemukan Dalam Sel B Pankreas Pasien

Credit Image - alodokter.com

Menurut Dr Fivelman, virus Covid-19 yang bisa picu diabetes tipe 1 pertama kali ditemukan karena adanya penelitian yang menemukan virus tersebut ada di dalam sel B pankreas dari pasien Covid-19 yang sudah meninggal. 

Disebut demikian karena menyebabkan adanya peradangan yang terjadi di dalam tubuh serta resistensi insulin. Namun ternyata penemuan mengejutkan tersebut tidak berhenti sampai situ saja, seorang dokter juga menemukan adanya peningkatan kadar gula rendah pada pasien yang terinfeksi virus Covid-19.

 

Dapat Sebabkan Resistensi Insulin

Credit Image - health.kompas.com

Resistensi insulin sendiri bisa dibilang salah satu faktor yang bisa meningkatkan penyakit kronis yang berhubungan dengan pembuluh darah, seperti stroke dan juga jantung. Penyakit ini bisa menimbulkan kerusakan saraf kaki, tangan, mata bahkan gagal ginjal untuk pengidapnya. 

Orang yang mengalami resistensi insulin, pankreasnya akan tetap memproduksi insulin, namun kekurangannya ialah bahwa sel-sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa seperti biasanya. Hal tersebut akan menyebabkan terjadinya penumpukan glukosa di dalam darah dan membuat kadar glukosa lebih tinggi dari ukuran normal manusia yang sehat. 

Menurut beberapa ilmuwan, adanya kadar gula tinggi dalam jangka waktu yang panjang pada pasien terinfkesi virus Covid-19 bisa memunculkan efek diabetes tipe baru lagi. 

 

Jika Penderita Diabetes Terinfeksi Covid-19, Apa yang Mesti Dilakukan?

Credit Image - sains.kompas.com

Perlu diketahui bahwa kadar gula yang terlalu tinggi dapat membuat sistem kekebalan menjadi lemah, sehingga semakin sulit untuk melawan infeksi yang terjadi di dalam tubuh. Ketika pengidap diabetes terinfeksi Covid-19, pastikan gula darah selalu terkendali – hal inilah yang paling penting.

Selain itu, diperlukan pula beberapa langkah lainnya, seperti:

  • Jangan terlalu panik, tetep hubungi dokter untuk pengecekan secara berkala terkait diabates dan langkah apa yang harus diambil selanjutnya.
  • Jangan mengabaikan obat yang diberikan dokter.
  • Rajin-rajinlah untuk mengecek gula darah. Disarankan setiap empat jam sekali, termasuk pada malam hari juga. 
  • Tubuh jangan dibiarkan mengalami dehidrasi. Sebisa mungkin untuk rutin minum air dan tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman manis
  • Ikuti saran dokter terkait penanganan diabetes pada pasien Covid-19.

Mendapatkan beberapa asupan vitamin, termasuk vitamin C dan vitamin B kompleks juga penting untuk membantu meningkatkan imunitas, sehingga virus dapat dilawan secara maksimal. Untuk memperoleh kedua vitamin tersebut, direkomendasikan untuk mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon-C dan Enervon Active.

Pastikan kamu sudah rutin minum Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Multivitamin Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk perlindungan ekstra, sekaligus memberikan sensasi segar sepanjang hari.

Kamu juga direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuh agar tak mudah lelah – dan pastinya menjaga imunitas tubuh tetap optimal.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang dikonsumsi bisa diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat ini bisa membuat tubuh makin produktif selama beraktivitas.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau dapatkan di drug store di daerahmu, ya.

 

Dengan adanya kemungkinan Covid-19 dapat memicu penyakit diabetes tipe 1, maka pastikan kamu terus menerapkan langkah pencegahan, sehingga risiko paparan virus dapat semakin diminimalisir – dan pastinya terhindar dari risiko berbahaya.

 

 

Featured Image – jpnn.com

Source – popmama.com