Varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia sejak bulan Desember 2021 silam. Berkaitan hal tersebut, tak sedikit produsen vaksin yang khawatir, karena ditakutkan varian tersebut bisa mengurangi tingkat efektivitas vaksin.

Dengan mutasi terbanyak, varian Omicron sangat cepat menular, sekaligus bisa mengelak sistem imunitas. Untuk itu, tak heran banyak produsen vaksin yang kembali menguji vaksin buatan mereka terhadap varian tersebut.

Menyusul tindakan tersebut, kabar baik datang dari Moderna yang dinamai Spikevax – mengklaim bahwa dosis ketiga atau booster diklaim ampuh dalam melawan varian Omicron. Berikut informasi lengkapnya.

 

 

Melibatkan 20 Partisipan yang Diberi Booster dengan 2 Takaran Dosis Berbeda

Credit Image - tekno.tempo.co

Merilis pernyataan resmi Moderna mengatakan bahwa dosis ketiga Spikevax dapat melawan varian Omicron. Untuk membuktikannya, Moderna melibatkan 20 partisipan yang menerima dosis ketiga vaksin platform messenger ribonucleic acid (mRNA) ini. Takaran dosis dibagi menjadi 50 mikrogram (mcg) dan 100 mcg.

Moderna mengakui bahwa sebelum menerima booster, para partisipan memiliki titer antibodi yang rendah untuk melawan Omicron. Para peneliti kemudian mengecek kembali titer antibodi 29 hari setelah pemberian booster.

 

Naik 37 Hingga 83 Kali Lipat

Terhitung 29 hari pasca pemberian booster, kelompok penerima booster 50 mcg melihat peningkatan titer antibodi melawan Omicron naik di kisaran 850. Moderna mengklaim angka tersebut naik 37 kali lipat dibanding angka titer sebelum booster.

Lebih dari itu, Moderna juga mengatakan, untuk kelompok penerima booster 100 mcg juga lebih diuntungkan terhadap varian Omicron. Titer antibodi terlihat naik ke kisaran 2.228 pada hari ke-29 setelah booster. Angka tersebut naik hingga 83 kali lipat dibanding sebelum booster.

Peningkatan kasus Covid-19 akibat varian Omicron memang mengkhawatirkan. Namun, data ini menunjukkan bahwa booster vaksin Covid-19 Moderna, saat ini dapat meningkatkan antibodi penetral – atau neutralizing antibody 37 kali lipat lebih tinggi dari sebelum booster.

 

Dosis 100 Mcg Sudah Terbukti Aman

Credit Image - halodoc.com

Selain berita keampuhan booster, Moderna juga mengumumkan data keamanan dan tolerabilitas studi fase 2/3 untuk booster Spikevax dosis 100 mcg. Dengan potensi peningkatan antibodi hingga 83 kali lipat. Apakah hal ini sudah terbukti aman?

Setelah diujikan pada 305 sampel, dosis booster 100 mcg terbukti aman dan bisa ditoleransi tubuh. Efek samping yang terlihat 7 hari setelah menerima booster tergolong ringan seperti pada dua dosis. Meski demikian, pihak Moderna akan terus menguji booster spesifik Omicron – jika dibutuhkan di masa mendatang.

 

Penerapan Prokes Masih Harus Dilakukan!

Meskipun sudah divaksinasi – atau akan diberikan booster, namun bukan berarti 100 persen kebal terhadap ancaman virus corona. Sebab, pada dasarnya vaksin bekerja dengan mengenali sebagian dari virus – yang kemudian akan diidentifikasi oleh sistem imun tubuh. Harapannya, kekebalan dapat dengan cepat mengindentifikasi dan melawan, jika virus aslinya datang menyerang tubuh.

Tapi sekali lagi, tidak ada vaksin yang dapat bekerja dengan memberikan kekebalan seutuhnya terhadap suatu penyakit. Selain itu, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Dari hal ini, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.

Untuk itu, setelah vaksinasi, tidak berisiko mengalami kematian.

Jadi, pastikan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan — atau dapat gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda di ruang publik, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas – hindari bepergian kecuali untuk urusan mendesak.

Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga masih sangat dianjurkan. Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.

Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau, bisa kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Itulah informasi mengenai vaksin Moderna yang mengklaim boosternya bisa melawan varian Omicron. Guna menghindari risiko infeksi virus, yuk, terus lakukan langkah pencegahan, ya!

 

 

Featured Image – mediaindonesia.com

Source – idntimes.com