Masa Kedaluwarsa Vaksin Diperpanjang, Kok Bisa? Ini Penjelasannya
Saat ini, program vaksinasi booster masih terus digencarkan. Sebelumnya, dikhawatirkan jenis vaksin yang tersedia sudah mendekati waktu kedaluwarsanya. Namun sekarang, masa penggunaannya pun diperpanjang. Mengapa bisa?
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI) mengatakan bahwa masa kedaluwarsa vaksin diperpanjang – ini berlaku bagi enam jenis vaksin yang tersedia di Indonesia. Meski demikian, tak perlu khawatir, masa kedaluwarsa tersebut sudah memenuhi syarat suatu mutu produk sehingga tetap aman digunakan.
Berikut ini sejumlah vaksin Covid-19 yang telah diperpanjang masa kedaluwarsanya.
Vaksin yang Diperpanjang Masa Kedaluwarsanya

Credit Image - cnbcindonesia.com
Seperti yang sudah disebutkan, BPOM menekankan bahwa perpanjangan masa kedaluwarsa tersebut telah memenuhi syarat suatu mutu produk, sehingga tetap aman digunakan. Selain itu, perpanjangan ini sudah sesuai dengan standar.
Ada pun berbagai jenis vaksin yang diperpanjang masa kedaluwarsanya dari enam bulan menjadi sembilan sampai 12 bulan, yaitu:
- Vaksin Covid-19 Bio Farma dengan batas kedaluwarsa 12 (dua belas) bulan.
- Vaksin Covid-19 Sinopharm kemasan 1 dosis prefilled syringe dengan batas kedaluwarsa 12 (dua belas) bulan.
- Vaksin Zifivax dengan batas kedaluwarsa 12 (dua belas) bulan.
- Vaksin Covid-19 Sinopharm kemasan 2 dosis/vial dengan batas kedaluwarsa 9 (sembilan) bulan.
- Vaksin Covid-19 AstraZeneca bets tertentu yang diproduksi oleh Catalent Anagni S.R.L., Italia dengan batas kedaluwarsa 9 bulan.
- Pfizer-Biontech Covid-19 Vaccine (Comirnaty) dengan tempat – atau site produksi di Pfizer Manufacturing Belgium, Puurs, Baxter dirilis Biontech dan Mibe dirilis Biontech dengan batas kedaluwarsa 9 (sembilan) bulan.
Mengapa Masa Penggunaan Vaksin Bisa Diperpanjang?
Credit Image - mayapadahospital.com
Batas kedaluwarsa suatu produk sebenarnya terhitung sejak tanggal produksi, tetapi bisa diperpanjang berdasarkan data uji stabilitas atau masa simpan di kondisi penyimpanan yang diajukan industri farmasi. Tentunya, hasilnya pun sudah memenuhi syarat sesuai dengan lama – dan kondisi penyimpanan yang diajukan.
Perpanjangan batas kedaluwarsa suatu obat maupun vaksin dapat diajukan oleh industri farmasi dengan menyerahkan update data stabilitas tersebut.
Semula, semua vaksin Covid-19 umumnya memiliki batas simpan tiga bulan, setelah dilakukan uji atau riset lebih lanjut berdasarkan data yang ada, masa simpan bisa diperpanjang hingga enam bulan. BPOM bisa melakukan perpanjangan batas kedaluwarsa lebih lama lagi dari enam bulan, sesuai dengan data yang diberikan oleh industri farmasi pemegang EUA.
Perpanjangan masa kedaluwarsa vaksin juga dilakukan otoritas negara lain di dunia seperti The United States Food and Drug Administration/US-FDA (Amerika Serikat), European Medicines Agency/EMA (Eropa), Health Canada (Kanada), The Medicines and Healthcare products Regulatory/MHRA (Inggris), The Therapeutic Goods Administration/TGA (Australia) dan The Central Drugs Standard Control Organisation/CDSCO (India).
Usai Vaksin, Tetap Lakukan Langkah Pencegahan

Credit Image - realfood.co.id
Meskipun sudah divaksinasi, namun bukan berarti 100 persen kebal terhadap ancaman virus corona. Sebab, pada dasarnya vaksin bekerja dengan mengenali sebagian dari virus – yang kemudian akan diidentifikasi oleh sistem imun tubuh.
Harapannya, kekebalan dapat dengan cepat mengindentifikasi dan melawan, jika virus aslinya datang menyerang tubuh.
Tapi sekali lagi, tidak ada vaksin yang dapat bekerja dengan memberikan kekebalan seutuhnya terhadap suatu penyakit. Selain itu, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Dari hal ini, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.
Untuk itu, setelah vaksinasi, prokes masih harus dijalani. Namun, bukan berarti vaksin tidak bermanfaat, melainkan dengan vaksin risiko infeksi dapat semakin diminimalisir. Bahkan, kalau terpapar sekalipun makan gejala yang dirasakan tidak berat, atau tidak berisiko mengalami kematian.
Jadi, pastikan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan — atau dapat gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda di ruang publik, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas – hindari bepergian kecuali untuk urusan mendesak.
Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.
Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga masih sangat dianjurkan. Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.
Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.
Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.
Itulah sejumlah vaksin yang sudah diperpanjang masa kedaluwarsanya. Tak perlu khawatir, vaksin tetap aman dan efektif untuk digunakan. Dan, setelah vaksin pastikan kamu terus melakukan prokes – dan jaga kesehatan tubuh agar tak gampang sakit.
Featured Image – news-medical.net
Source – detik.com






