Tak hanya virus corona Covid-19 saja, namun TBC atau tuberkulosis juga merupakan salah satu penyakit pernapasan yang mesti diwaspadai. Di Indonesia sendiri, TBC menempati peringkat kedua sebagai negara dengan kasus TBC terbanyak setelah Indonesia.

TBC dapat menyebar ketika penderita mengeluarkan dahak atau cairan liur yang berisi kuman ke udara, misalnya, saat batuk, bersih, berbicara, dan meludah sembarangan. Kuman yang keluar dari penderita TBC dapat bertahan di udara lembap yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam, bahkan berminggu-minggu.

Ingat, TBC merupakan penyakit yang sangat menular, namun kamu tetap bisa mencegahnya dengan beberapa langkah. Apa saja yang bisa dilakukan? Berikut ulasannya.

 

 

Tutup Mulut Saat Batuk dan Bersin

Credit Image - topcareer.id

TBC menular lewat dahak dan air liur yang keluar dari mulut. Itu sebabnya, menutup mulut saat bersin dan batuk merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan pasien TBC untuk mencegah penularan ke orang sehat.

Meski begitu, jangan menutup mulut dan hidung menggunakan telapak tangan. Kuman bisa berpindah ke tanganmu dan berpindah lagi ke orang lain saat berjabat tangan atau memegang mereka.

Sebaiknya gunakan tisu dan segera membuangnya ke tempat sampah agar kuman tak menyebar dan menghindarkan orang lain untuk menyentuhnya. Sesudahnya, kamu perlu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berakohol. Jika tidak sempat mengambil tisu, tutup mulut dengan memalingkan wajah ke sisi lengan dalam atau siku dalam.

Selama mengalami gejala TBC seperti batuk dan bersin, gunakan masker saat sakit di tempat umum sebagai cara mencegah penularan penyakit.

 

Hindari Kontak Dekat

Menghindari kontak dekat dengan orang yang terkena penyakit TBC adalah hal yang penting dalam mencegah penyakit TBC. Jika tidak dapat menghindari kontak dengan mereka, kenakan masker dan sarung tangan pelindung.

Jika bekerja di rumah sakit, kenakan masker mikrofiltrasi yang berkualitas baik dan mencuci tangan dengan pembersih desinfektan setelah kontak dengan pasien. Selain itu, menghindari tempat-tempat yang ramai, pengap, dan tidak higienis juga bisa dilakukan agar tidak ada kontak dengan penderita.

 

Menjaga Kebersihan dan Sanitasi

Credit Image - rri.co.id

Cara mencegah TBC juga bisa dilakukan dengan hal terkecil, lho. Nah, kamu bisa mulai dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan di mana pun berada.

Menjaga kebersihan di mana pun, seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan kebiasaan yang sangat baik. Ketika risiko paparan terhadap penyakit, termasuk penyakit TBC berada pada level tertinggi, maka kamu tidak bisa mengabaikan kebiasaan sederhana tersebut.

 

Perhatikan Asupan Protein

Bagaimana cara mencegah penyakit TBC yang juga tidak kalah penting adalah pola makan dan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Menjaga makan adalah salah satu cara yang tepat menjaga kekebalan tubuh. Sertakan setidaknya dua porsi protein yang baik dalam diet harian.

Ada beragam manfaat protein yang penting dan vital bagi tubuh, mulai dari membantu sistem kekebalan tubuh, hingga menjadi bahan pembentukan sel dan jaringan tubuh.

 

Menjaga Kekebalan Tubuh

Credit Image - health.detik.com

Berusahalah meningkatkan kekebalan tubuh dengan makan makanan yang kaya antioksidan sebagai cara untuk mencegah penyakit TBC. Makanlah setidaknya empat hingga lima porsi sayuran dan buah segar setiap hari. Antioksidan membantu melawan radikal bebas yang diproduksi dalam tubuh dan membantu dalam perbaikan sel.

Namun yang tidak kalah pentingnya dalam menjaga kekebalan tubuh, yaitu memenuhi kebutuhan vitamin. Selain dari makanan, asupan ini juga dapat diperoleh dengan rutin mengonsumsi multivitamin, terutama yang mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks.

Direkomendasikan untuk minum  Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C Effervescent yang mengandung Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg – yang satu ini dapat berikan perlindungan ekstra, terlebih untukmu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, direkomendasikan pula untuk minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

 

Itulah lima tips menghindari paparan TBC, yuk, diterapkan!

 

 

Featured Image – hindustantimes.com

Source – orami.co.id